Feature

Parenting Mumtas: Anak Cerdas Penting, Anak Beradab Lebih Utama

36
×

Parenting Mumtas: Anak Cerdas Penting, Anak Beradab Lebih Utama

Sebarkan artikel ini
Bagoes Sanyoto, M.Psi, konsultan pendidikan, memberi parenting kepada orang tua dan mengajak dialog aktif kepada salah satu murid SD mumtas tentang belajar dan kebiasaan-kebiasaan yang di lakukan anak (Tagar.co/Istimewa)

 

Ratusan wali murid SD Muhammadiyah 10 Surabaya mengikuti parenting inspiratif yang menekankan kolaborasi orang tua dan sekolah dalam membentuk karakter anak.

Tagar.co — Sabtu pagi, 20 Desember 2025, suasana Masjid Jenderal A. Yani Sidoyoso tampak lebih hidup dari biasanya. Ratusan wali murid kelas I hingga VI SD Muhammadiyah 10 Surabaya (Mumtas) memenuhi masjid dengan wajah antusias.

Hari ini, sekolah menggelar Parenting dan Pembagian Rapor Siswa—sebuah ikhtiar untuk memperkuat pelayanan pendidikan sekaligus merajut kolaborasi yang lebih erat antara sekolah dan orang tua.

Baca juga: Tiga Siswa Mumtas Masuk 10 Besar Program 1.000 Duta AI ITS 2025

Agenda tersebut melampaui rutinitas pembagian rapor. Mumtas menghadirkan ruang refleksi dan pembelajaran bagi orang tua melalui sesi parenting inspiratif bersama Bagoes Sanyoto, konsultan pendidikan sekaligus motivator anak.

Mengusung tema kuat, “Anak Cerdas Itu Hebat, Anak Beradab Itu Paling Utama,” sesi ini berlangsung hangat, hidup, dan penuh tawa.

Dengan gaya penyampaian yang lugas dan tepat sasaran, Bagoes “menyentil” realitas keseharian orang tua dalam mendidik anak.

Baca Juga:  Berbagi Kebahagiaan Ramadan, Ikwam SD Mumtas Kunjungi SLB Karya Bakti

Salah satu momen yang memancing gelak tawa terjadi saat ia menampilkan ilustrasi tangan dan kaki dengan beragam simbol karakter orang tua—dari yang telaten dan adil, hingga yang mudah marah atau cenderung memaksa.

Antusiasme para orang tua mengikuti game edukatif yang syarat makna dalam acara parenting yang di selenggarakan oleh SD Mumtas Surabaya (Tagar.co/Istimewa)

Tanpa menghakimi, ia mengajak orang tua bercermin secara jujur. Ketika tebakan karakternya tepat, suasana pun pecah oleh tawa bersama.

Tak berhenti pada paparan materi, sesi ini diperkaya dengan gim edukatif sederhana namun bermakna. Di balik canda yang mengiringi tiap permainan, terselip pesan penting: pendidikan tidak cukup mengejar kecerdasan kognitif, tetapi harus menanamkan adab dan akhlak sejak dini.

“Anak cerdas itu hebat, tetapi yang kita harapkan adalah anak yang beradab. Dan itu dimulai dari keteladanan ayah dan ibu di rumah,” tegas Bagoes. Ia juga menekankan pentingnya keselarasan peran ayah dan ibu. Ketika keduanya seiring sejalan, anak tumbuh lebih terarah dan seimbang.

Sementara itu, Kepala SD Mumtas, M. Khoirul Anam, M.Pd.I., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas proses belajar siswa selama satu semester. Ia menegaskan bahwa pendidikan di Mumtas tidak hanya berfokus pada capaian akademik, tetapi juga pembentukan karakter.

Baca Juga:  Keteladanan Orang Tua, Kunci Membangun Kebiasaan Baik Anak

“Anak-anak kita tidak hanya belajar membaca, menulis, dan berhitung, tetapi juga belajar bersikap, berkarakter, bekerja sama, dan bertanggung jawab. Setiap anak memiliki perjalanan belajar yang berbeda, dan sekolah berupaya mendampingi sesuai potensinya,” ujarnya.

Ia menambahkan, rapor yang diterima orang tua bukan sekadar deretan angka, melainkan potret proses belajar anak—yang merekam disiplin, keberanian, kemandirian, serta perkembangan sikap sosial siswa selama satu semester.

Melalui kegiatan ini, SD Muhammadiyah 10 Surabaya menegaskan komitmennya untuk terus merajut sinergi antara sekolah dan orang tua. Sebab, pendidikan terbaik lahir dari kerja bersama—demi melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga beradab. (#)

Jurnalis M. Khoirul Anam Penyunting Mohammad Nurfatoni