Feature

Musyawarah Hisfa XXV: Panggung Demokrasi Santri yang Penuh Gagasan

36
×

Musyawarah Hisfa XXV: Panggung Demokrasi Santri yang Penuh Gagasan

Sebarkan artikel ini
Suasan pembukaan Musyawarah Hisfa (Muhis) XXV, Senin 28 Maret 2025 (Tagar.co/Nur Djamilah)

Musyawarah Hisfa XXV di Pondok Pesantren Al Fattah dibuka khidmat. Forum ini menjadi wadah bagi santri untuk menyuarakan aspirasi, berdebat visi, dan memilih pemimpin masa depan.

Tagar.co Suasana khidmat menyelimuti pembukaan Musyawarah Hisfa (Muhis) XXV yang digelar pada Senin, 28 Maret 2025, di Pondok Pesantren Al-Fattah, Sidoaejo. Acara dimulai pukul 08.00 WIB dengan pembacaan qiraatulqur’an oleh Mas Rafi, santri kelas 7 yang membuka kegiatan dengan lantunan yang syahdu.

Kepala SMA Al-Fattah, Ridwan, S.Pd., M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan bahwa Musyawarah Hisfa merupakan ajang penting untuk mencetak kader pemimpin yang cakap. “Saya berharap forum ini menjadi ruang lahirnya ide-ide segar untuk kemajuan organisasi santri ke depan,” ujarnya.

Baca juga: Tradisi Salat Tahajud di Al-Fattah: Menjemput Berkah Sepertiga Malam

Sambutan berikutnya disampaikan oleh Pengasuh Pondok Pesantren Al-Fattah, Drs. H. Ainun Rofik. Ia menekankan bahwa Musyawarah Hisfa bukan sekadar agenda rutin, melainkan sebuah ikhtiar serius untuk melahirkan generasi penerus yang islami, kompeten, bertanggung jawab, dan amanah.

Baca Juga:  Kopas Fattah 2026/2027 Dilantik, Meneguhkan Disiplin dan Kepemimpinan Santri

“Santri Al-Fattah harus siap menjadi pemimpin yang menjaga marwah pondok, orang tua, dan dirinya sendiri sebagai bentuk keberhasilan pendidikan di pesantren ini,” pesannya.

Hearing pengurus Hisfa dengan pengasuh, yayasan, dan jajaran pimpinan SMP, SMA, pesantren, dan asrama (Tagar.co/Aisyah)

Musyawarah Hisfa XXV akan berlangsung hingga 3 Mei 2025. Selama satu pekan penuh, berbagai agenda digelar untuk mengakomodasi aspirasi santri demi perbaikan organisasi santri itu sendiri.

Beberapa agenda penting di antaranya sidang pleno yang membahas berbagai isu dan rencana kerja, lalu hasilnya disosialisasikan kepada seluruh peserta, delegasi, dan pengurus Hisfa. Ada pula sesi hearing atau dengar pendapat antara pengurus Hisfa dengan jajaran pimpinan pondok, yayasan, serta kepala SMP, SMA, pesantren, dan asrama.

Tak kalah menarik, debat kandidat calon ketua juga menjadi bagian penting untuk mengukur visi dan misi para calon pemimpin santri. Setelah seluruh proses dilalui, puncaknya adalah pelaksanaan Pemilu Raya, di mana para santri memilih Ketua Himpunan Santri Al Fattah yang baru.

Semoga ketua yang terpilih adalah sosok yang amanah dan bertanggung jawab, serta mampu membawa Hisfa menuju masa depan yang lebih baik. (#)

Baca Juga:  Juara Hafiz Indonesia 2021 Aqeelah Elfadh, Menginspirasi Santri Al-Fattah Buduran

Jurnalis Nur Djamilah Penyunting Mohammad Nurfatoni