Feature

Tradisi Salat Tahajud di Al-Fattah: Menjemput Berkah Sepertiga Malam

47
×

Tradisi Salat Tahajud di Al-Fattah: Menjemput Berkah Sepertiga Malam

Sebarkan artikel ini
Suasana salat malam berjemaah di Pondok Pesantren Al Fattah Sidoarjo, Ahad (16/2/25) (Tagar.co/Nur Djamilah)

Di Pondok Pesantren Al-Fattah Sidoarjo, salat Tahajud menjadi kebiasaan yang dijaga. Bangun dini hari, santri bergegas ke masjid untuk merasakan ketenangan dan kedekatan dengan Allah, membentuk karakter disiplin, ikhlas, dan penuh ketakwaan.

Tagar.co – Di tengah derasnya arus modernisasi, Pondok Pesantren Al Fattah Sidoarjo tetap teguh menjaga tradisi ibadah, salah satunya adalah pembiasaan salat Tahajud bagi seluruh santrinya. Kegiatan ini bukan sekadar rutinitas, tetapi bagian dari pembentukan karakter dan spiritualitas santri untuk lebih dekat kepada Allah Swt.

Ahad dini hari, suasana di pondok masih sunyi ketika jarum jam menunjukkan pukul 02.30 WIB. Satu per satu santriwati mulai terjaga dari tidurnya setelah dibangunkan oleh Kesantrian dan Pengurus Hisfa (Himpunan Santri Al-Fattah). Beberapa menit kemudian, bunyi bel menggema, menandakan waktu untuk bersiap melaksanakan salat Tahajud bersama di masjid.

Baca juga: Sehat dan Berkah, Santri Al-Fattah Rutin Senam Pagi setiap Jumat

Dengan wajah yang masih menyisakan kantuk, para santri bergegas menuju tempat wudu sebelum melangkahkan kaki ke masjid. Meski masih dini hari, semangat mereka tak surut. Salat Tahajud yang dikerjakan sekitar pukul 03.00 WIB ini menjadi momen spesial, di mana santri bisa merasakan ketenangan dan kedekatan spiritual yang lebih dalam dengan Allah Swt.

Baca Juga:  Career Fair Ponpes Al-Fattah: Alumni Berbagi Kunci Menembus Karier Impian

Mereka menyadari bahwa salat Tahajud merupakan salah satu ibadah yang sangat penting dan memiliki banyak manfaat sebagaimana dalam Al Qur’an Allah SWT telah berjanji kepada orang-orang yang rajin melaksanakan shalat Tahajud. Sebagaimana firmanNya :

وَمِنَ ٱلَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهِۦ نَافِلَةً لَّكَ عَسَىٰٓ أَن يَبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامًا مَّحْمُودًا

“Dan bangunlah pada sebagian dari malam sebagai tambahan ibadah bagimu, mudah-mudahan Tuhanmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji.” (Al-Isra’: 79)

Salah satu santri, Aisyah, mengungkapkan bahwa salat Tahajud bukan sekadar kewajiban tambahan, tetapi juga menjadi sumber ketenangan batin. “Awalnya memang berat bangun dini hari, tapi setelah terbiasa, rasanya ada ketenangan tersendiri. Seperti ada kekuatan baru untuk menjalani hari,” ujarnya.

Seusai salat Tahajud, santri melanjutkan dengan tadarus Al-Qur’an hingga waktu Subuh tiba. Kegiatan ini menjadi bagian dari pembinaan akhlak dan kebiasaan baik yang diharapkan terus mereka pegang teguh, bahkan setelah keluar dari pesantren.

Pengasuh Pondok Pesantren Al-Fattah, Drs. K.H. Ainun Rofik, M.Pd., menekankan bahwa salat Tahajud merupakan ibadah yang sangat dianjurkan setelah salat wajib. Ia mengutip sebuah hadis Rasulullah Saw. yang menyatakan:

Baca Juga:  Al-Fattah Sidoarjo Kirim Puluhan Santri untuk Misi Dakwah ke Berbagai Daerah

أفضل الصلاة بعد الفريضة صلاة الليل

“Salat yang paling afdal setelah salat fardu adalah salat malam.” (H.R. Muslim).

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa salat Tahajud memiliki banyak manfaat, baik secara spiritual maupun fisik. “Orang yang rajin Tahajud akan lebih tenang jiwanya, lebih mudah mengendalikan diri, dan lebih dekat dengan Allah SWT. Selain itu, mereka juga memiliki kesempatan lebih besar untuk mendapatkan ampunan dan kemuliaan di sisi-Nya,” ungkapnya.

Tradisi salat Tahajud yang terus dijaga di Pondok Pesantren Al-Fattah Sidoarjo menjadi bukti bahwa nilai-nilai keislaman tetap hidup di tengah santri. Tak sekadar ritual, tetapi juga menjadi sarana untuk membangun pribadi yang lebih disiplin, ikhlas, dan penuh ketakwaan. (#)

Jurnalis Nur Djamilah Penyunting Mohammad Nurfatoni