Feature

Career Fair Ponpes Al-Fattah: Alumni Berbagi Kunci Menembus Karier Impian

91
×

Career Fair Ponpes Al-Fattah: Alumni Berbagi Kunci Menembus Karier Impian

Sebarkan artikel ini
Tiga alumni Al-Fattah berbagi pengalaman karier. Dari kiri: Ana Ahsanul Hida, Amang Dwi Anto, dan Aninda Tri Safinatun Najah. (Ridwan Manan untuk Tagat.co)

Career Fair Ponpes Al-Fattah menghadirkan alumni lintas profesi untuk berbagi pengalaman dan strategi menembus dunia kerja tanpa meninggalkan nilai-nilai Islam.

Tagar.co – Pesantren Pondok Pesantren Al-Fattah Sidoarjo terus menunjukkan keseriusannya menyiapkan santri menghadapi masa depan. Salah satunya melalui kegiatan Career Fair bertema “Alumni Berbagi: Kunci Menembus Karier Impian” yang digelar di lingkungan pesantren, Jumat (23/1/2026).

Baca juga: Pengajian Akbar Jadi Momentum Peluncuran Laziz Al-Fattah dan Aplikasi Sicashless

Kegiatan ini menghadirkan para alumni Al-Fattah yang telah berkiprah di beragam bidang—mulai dari pendidikan, wirausaha, hingga industri kreatif dan pengabdian sosial. Mereka berbagi pengalaman, motivasi, sekaligus strategi membangun karier yang bermakna dan berkemajuan tanpa meninggalkan nilai-nilai Islam.

Sejumlah alumni hadir sebagai narasumber, di antaranya Amang Dwi Anto (pengusaha), Ana Ahsanul Huda (dosen dan konsultan), serta Aninda Tri Safinatun Najah, pemilik Dita Com sekaligus konten kreator. Kehadiran para alumni ini memberi gambaran nyata bahwa latar belakang pesantren bukanlah batas, melainkan modal berharga untuk menembus berbagai profesi.

Baca Juga:  SD Muhammadiyah 4 Zamzam Gelar Ramadan Ceria di Ponpes Al-Fattah

Menguatkan Visi Hidup Santri

Kepala SMA Al-Fattah Ridwan Manan dalam sambutannya menegaskan bahwa career fair ini bukan sekadar ajang temu alumni dan santri. Lebih dari itu, kegiatan ini merupakan ikhtiar pesantren untuk menyambungkan nilai keislaman, keilmuan, dan kesiapan karier.

“Santri tidak hanya dibekali ilmu agama dan akhlak, tetapi juga wawasan masa depan agar mampu berkiprah dan memberi manfaat seluas-luasnya di tengah masyarakat,” ujarnya.

Ia juga memotivasi para santri agar percaya diri dengan potensi yang dimiliki. Menurutnya, santri memiliki multitatalenta dan peluang luas di berbagai bidang, tidak terbatas pada peran keagamaan semata, selama tetap berpegang teguh pada prinsip ajaran Islam.

Dalam sesi berbagi, para alumni menekankan pentingnya visi hidup yang jelas, disiplin, serta karakter yang kuat sebagai bekal menghadapi dunia dengan persaingan yang kian ketat. Santri juga diajak untuk terus belajar, adaptif terhadap perubahan zaman, serta menjaga nilai kejujuran dan amanah dalam setiap profesi yang dijalani.

Amang Dwi Anto menyampaikan bahwa latar belakang pesantren justru menjadi keunggulan tersendiri di dunia kerja.

Baca Juga:  Tauhid dan Ilusi Keamanan Global

“Santri terbiasa dengan kedisiplinan, kemandirian, dan disiplin ibadah. Itu adalah soft skill yang sangat dibutuhkan di berbagai profesi,” ungkapnya.

Kegiatan career fair ini dilengkapi dengan sesi diskusi dan tanya jawab interaktif. Antusiasme santri tampak tinggi, ditandai dengan banyaknya pertanyaan seputar pemilihan karier, kelanjutan studi, hingga kesiapan mental menghadapi tantangan zaman.

Melalui kegiatan ini, Pondok Pesantren Al-Fattah Sidoarjo berharap santri memiliki kepercayaan diri, orientasi masa depan yang jelas, serta kesiapan untuk berkontribusi bagi umat dan bangsa. Career fair ini sekaligus menjadi bukti bahwa pesantren terus beradaptasi, tetap relevan, dan berperan aktif dalam mencetak generasi berdaya saing sekaligus berakhlak mulia. (#)

Jurnalis Ridwa Manan Penunting Mohammad Nurfatoni