Feature

Misbahul Huda: Pahami Diri dan Raih Harmoni dengan Visi Hidup Melayani

23
×

Misbahul Huda: Pahami Diri dan Raih Harmoni dengan Visi Hidup Melayani

Sebarkan artikel ini
Mugeb School adakan penguatan spiritual bagi guru dan karyawan. Motivator nasional Misbahul Huda berbagi inspirasi. Ia mengajak guru dan karyawan fokus pada pemahaman diri, peran, dan posisi.
Motivator Nasional Ir. Misbahul Huda, MBA menyampaikan pentingnya visi hidup melayani. (Tagar.co/Septemdira Intan Sari Suprobowati)

Mugeb Primary School adakan penguatan spiritual bagi guru dan karyawan. Motivator nasional Misbahul Huda berbagi inspirasi. Ia mengajak guru dan karyawan fokus pada pemahaman diri, peran, dan posisi.

Tagar.co — SD Muhammadiyah 1 GKB (Mugeb Primary School) menggelar Penguatan Spiritual untuk guru dan karyawan, Jumat (11/7/2025) siang. Acara bertajuk “Self Awareness Before Others, Understanding Role and Position” ini berlangsung di Masjid Faqih Oesman, Universitas Muhammadiyah Gresik.

Motivator Nasional Ir. Misbahul Huda, MBA yang akrab disapa Misbah menjadi pemateri utama. Misbah memulai sesinya dengan menjelaskan pentingnya visi hidup melayani.

“Bekerja tidak sekadar saja. Jadikan ini sandaran untuk surga, keluarga, dan kesejahteraan di dunia. Kerja itu ibadah dengan spirit of insan,” tegasnya.

Setelah itu, pria kelahiran Madiun, 27 Januari 1963, ini menekankan agar peserta senantiasa positif dalam situasi negatif. Inilah yang dia sebut sebagai wujud syukur sejati, bukan naif. “Meski situasi negatif, Anda mengajar terbaik, maka akan mendapatkan ganti dari Allah,” jelas Misbah.

Perluas Definisi Rezeki

Ia menambahkan, “Setiap kebaikan, jika belum diapresiasi yayasan, akan dihargai oleh Allah. Sebagaimana Fisika mengajarkan bahwa energi tidak kekal, ia akan kembali dalam bentuk al-husna (kebaikan/keberkahan). Anda harus yakin ada balasan dari Allah.”

Misbah juga memperluas definisi rezeki. “Rezeki bukan hanya upah atau gaji, tetapi juga berkah. Maaf, mungkin penghasilan Ayah tidak seberapa, tetapi anak sehat dan mudah menemukan jodoh,” terangnya.

Ayah enam anak sekaligus kakek empat belas cucu ini menegaskan, balasan akan datang jika seseorang berperan, memberi, dan berbagi tanpa menuntut. “Menjadi guru itu untuk visi yang besar. Guru yang performanya tinggi adalah mereka yang selaras antara visi pribadi dan organisasi,” ujarnya.

Berikutnya, Misbah menutup poin pertama ini dengan menekankan pentingnya mimpi dan visi. “Level sukses Anda tergantung seberapa besar mimpi dan visi. Mereka yang memiliki visi dan menuliskannya, penghasilannya 10 kali lipat dari 84% golongan yang tidak punya visi hidup jelas. Nothing is impossible if you believe in Allah. Innamal a’malu binniyat. Niat itulah visi,” imbuhnya.

SD Mugeb adakan penguatan spiritual bagi guru dan karyawan. Motivator nasional Misbahul Huda berbagi inspirasi. Ia mengajak guru dan karyawan fokus pada pemahaman diri, peran, dan posisi.
Motivator Nasional Ir. Misbahul Huda, MBA menyampaikan pentingnya visi hidup melayani. (Tagar.co/Septemdira Intan Sari Suprobowati)

Kenali Potensi Diri

Poin kedua yang Misbah sampaikan ialah mengenali passion atau potensi diri, kekuatan yang terpendam. “Energi di balik passion itu powerful. Anda berperan maksimal jika posisi sesuai passion,” ujarnya.

Ia lalu memberikan contoh dari pengalamannya sendiri saat menjadi mahasiswa. “Saya bisa ceramah, berdiskusi, berdebat dua hari dua malam. Itulah kekuatan passion,” tuturnya.

Di sinilah Misbah membayangkan betapa luar biasanya jika semua karyawan bekerja berdasarkan passion mereka. “Passion tidak terlihat, perlu digali. Ini adalah kekuatan yang terpendam,” katanya.

Karena itulah ia mendorong peserta untuk tidak bekerja asal-asal. “Sadarilah pekerjaan dengan hati ikhlas, lalu temukan meaningful moment—sesuatu yang ‘aku banget’. Ketika bekerja itu, Anda tidak merasa lelah, tidak bosan. Bahkan pekerjaan yang tidak ada uangnya pun bisa Anda lakukan, apalagi yang ada uangnya,” tuturnya.

Aksi Nyata: Harmonis, Adaptif, dan Kompeten

Pada bagian terakhir, Misbah membahas tentang aksi yang harmonis, adaptif, dan kompeten. Misbah menekankan pentingnya mengabdi dengan optimal di posisi sekarang.

“Jika masing-masing bekerja sesuai potensi dan berkontribusi optimal, di situlah harmoni akan terwujud,” jelas alumni S1 Teknik Elektro Universitas Gadjah Mada (UGM) itu.

Selanjutnya, ia pun menekankan, harmoni terjadi jika semua pihak berbondong-bondong memberi dan berperan, bukan menuntut. Situasi seperti inilah yang harapannya terwujud di Mugeb Primary School.

“Memimpinlah dengan hati. Pemimpin harus mudah memuji dan menghargai. Itu adalah teori Nabi. Nabi sangat piawai memuji sahabat, anak, dan istrinya,” pungkas Misbah, memberikan contoh nyata dari teladan terbaik dalam kepemimpinan. (#)

Jurnalis Sayyidah Nuriyah Penyunting Mohammad Nurfatoni