Feature

Mimdaka Bersama PTB PT Freeport Indonesia Ubah Limbah Sampah Plastik Jadi Berkah

37
×

Mimdaka Bersama PTB PT Freeport Indonesia Ubah Limbah Sampah Plastik Jadi Berkah

Sebarkan artikel ini
Berkah dari sedekah sampah plastik: kolaborasi apik antara PT Freeport Indonesia dan sekolah, mengubah limbah menjadi berkah yang bermanfaat bagi kegiatan siswa.
Kepala Mimdaka, Tineke Wulandari, S.T., bersama guru Mimdaka melakukan pemilihan sampah. (Tagar.co/Yana Firna A.)

Berkah dari sedekah sampah plastik: kolaborasi apik antara PT Freeport Indonesia dan sekolah, mengubah limbah menjadi berkah yang bermanfaat bagi kegiatan siswa.

Tagar.co — Kolaborasi edukatif antara Pusat Transformasi Bersama (PTB) PT Freeport Indonesia dan MI Muhammadiyah 2 Karangrejo (Mimdaka) menghasilkan berkah. PTB melakukan penimbangan dan pengambilan sampah plastik terpilah yang terkumpul dari “sedekah sampah” oleh para murid dan guru, Senin (11/8/2025).

Sedekah sampah ini sejak Jumat, 18 Juli 2025. Mereka menyimpannya di bank sampah Mimdaka yang terletak di Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Kepala Mimdaka, Tineke Wulandari, S.T., menjelaskan, sampah yang terkumpul sudah pihaknya pilah menjadi tujuh jenis.

“Sampah tersebut sudah terpilah menjadi tujuh jenis sampah. Yaitu PET, HDPE, PVC, LDPE, PP, PS, dan other,” ujar Tineke.

Baca Juga: Guru dan Ikwam Mimdaka Kompak Ciptakan Lingkungan Sehat

Berkah dari sedekah sampah plastik: kolaborasi apik antara PT Freeport Indonesia dan sekolah, mengubah limbah menjadi berkah yang bermanfaat bagi kegiatan siswa.
Petugas Penimbangan sampah bersama kepala dan guru Mimdaka melakukan penimbangan hasil sedekah sampah di Mimdaka. (Tagar.co/Yana Firna A.)

Rincian Sampah Terpilah dan Total Berat

Proses pemilahan ini menghasilkan beragam jenis plastik dengan total berat 13,8 kg. Sampah jenis Polyethylene Terephthalate (PET), yang umum mereka temukan pada botol air mineral dan minyak, mencapai 5,7 kg.

Baca Juga:  Kenakan Kostum Superhero, SPPG Ini Ciptakan Kedekatan dengan Murid

Selanjutnya, High Density Polyethylene (HDPE). Ini seperti tutup botol dan botol sampo. Terkumpul sebanyak 1,3 kg. Kemudian, Polyvinyl Chloride (PVC), yang mereka temukan pada pipa dan kabel, memiliki berat 0,4 kg.

Sampah Low Density Polyethylene (LDPE), seperti kantong plastik dan bubble wrap, mencapai 1,7 kg. Sementara itu, Polypropylene (PP) yang berupa sedotan dan gelas plastik, memiliki berat 2 kg.

Sampah Polystyrene (PS), yang biasa mereka gunakan untuk kemasan buah, terkumpul sebanyak 0,9 kg. Terakhir, jenis Other, yaitu plastik yang tidak termasuk dalam enam kategori di atas, mencapai 1,8 kg.

Baca Juga: Kala Makan: Inovasi Hijau Kantin Mimdaka

Berkah dari sedekah sampah plastik: kolaborasi apik antara PT Freeport Indonesia dan sekolah, mengubah limbah menjadi berkah yang bermanfaat bagi kegiatan siswa.
Petugas Penimbangan bersama kepala dan guru Mimdaka foto bersama ketika pengangkutan sedekah sampah dari Mimdaka. (Tagar.co/Yana Firna A.)

Sampah Berbuah Manfaat

Tineke menjelaskan, sampah yang terkumpul ini tidak hanya berakhir sebagai limbah. PTB PT Freeport Indonesia mengangkut dan membelinya sesuai dengan berat yang telah mereka timbang.

“Sampah ini diangkut oleh pihak PTB dan dibeli sesuai beratnya. Jadi, dari sedekah sampah menjadi berkah yang nantinya hasil dari penjualan sampah dapat termanfaatkan untuk kegiatan lainnya,” pungkas Tineke.

Baca Juga:  Dua Tim Spemdalas Lolos OPSI 2026, Usung Inovasi Ramah Lingkungan dan Teknologi Sungai

Kolaborasi ini menunjukkan bahwa pengelolaan sampah yang baik dapat memberikan manfaat finansial dan sosial, mengubah limbah menjadi sesuatu yang bernilai. (#)

Jurnalis Yana Firna Aisiyah Penyunting Sayyidah Nuriyah