
Laboratorium sekolah yang aman dan terkelola baik adalah kunci pendidikan sains yang bermutu. UHAMKA dan UPI melatih calon kepala laboratorium dari berbagai daerah untuk menjawab tantangan zaman.
Tagar.co – Sebanyak 40 peserta dari berbagai kota di Indonesia bertemu secara daring dan luring, Selasa 1 Juli 2025, untuk satu tujuan: menjadi kepala laboratorium sekolah yang profesional dan andal.
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. HAMKA (Uhamka) bersama Fakultas Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FPMIPA) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) kembali menggelar Bimtek Calon Kepala Laboratorium Sekolah Series #3, yang berlangsung selama empat hari, 1–4 Juli 2025.
Pelatihan ini menjadi bagian dari komitmen dua kampus ternama tersebut dalam meningkatkan mutu pengelolaan laboratorium di tingkat sekolah. Di era pendidikan berbasis kompetensi dan pembelajaran praktikum yang makin menonjol, laboratorium tidak bisa lagi dikelola secara konvensional. Ia harus aman, efisien, dan terstandar.
“Peran kepala laboratorium sangat strategis dalam mendukung mutu pembelajaran, khususnya dalam praktikum sains. Ia bukan hanya penjaga alat, tetapi juga pengelola pembelajaran berbasis eksperimen,” ujar Dekan FKIP Uhamka, Dr. Purnama Syae Purrohman, M.Pd., Ph.D., saat membuka acara secara resmi. Hadir pula dalam pembukaan kegiatan, Wakil Dekan II Prof. Dr. Samsul Ma’arif, M.Pd., dan Wakil Dekan IV Amirullah, M.A.
Koordinator kegiatan, Wahyu Dian Laksanawati, S.Pd., M.Si., menyampaikan bahwa pelatihan ini menggabungkan teori dan praktik lapangan. “Peserta tidak hanya mendapatkan materi tentang manajemen laboratorium, pengelolaan bahan dan alat, serta keselamatan kerja, tetapi juga diajak langsung mempraktikkan skenario pengelolaan laboratorium sesuai kebutuhan sekolah,” jelasnya.

Yang menarik, peserta datang dari berbagai penjuru nusantara: Bekasi, Jakarta, Bengkulu, Kudus, Semarang, Malang, Singkawang, hingga Pontianak. Ragam asal daerah ini mencerminkan tingginya kebutuhan akan kepala laboratorium yang kompeten dan tersertifikasi, sekaligus semangat untuk meningkatkan mutu pendidikan sains secara nasional.
Selama pelatihan, suasana kelas terasa hidup. Diskusi, studi kasus, simulasi pengelolaan laboratorium, hingga praktik standar K3 (keselamatan dan kesehatan kerja) dilakukan secara intensif. Para peserta tampak antusias, tak sekadar belajar, tetapi juga saling bertukar pengalaman lintas daerah.
Melalui pelatihan ini, Uhamka dan UPI berharap para calon kepala laboratorium sekolah tak hanya pulang dengan sertifikat, tetapi juga dengan semangat baru untuk menciptakan ruang belajar yang aman, inspiratif, dan berkualitas di sekolah masing-masing. (#)
Jurnalis Hendra Apriyadi Penyunting Mohammad Nurfatoni












