
Al-Qur’an adalah anugerah terbesar bagi umat Islam. Kitab suci ini bukan hanya bacaan, tetapi juga cahaya, petunjuk, dan obat penyejuk hati. Melalui Al-Qur’an, Allah menuntun manusia menuju jalan yang benar dan penuh keberkahan.
Tagar.co – Dalam sebuah khotbah Jumat yang bertema Menumbuhkan Cinta kepada Al-Qur’an, jemaah diingatkan kembali tentang betapa pentingnya menjadikan Al-Qur’an sebagai panduan utama dalam hidup.
Allah Ta’ala menegaskan:
شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ
“Bulan Ramadan adalah bulan yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu serta pembeda (antara yang hak dan yang batil).” (QS. Al-Baqarah: 185)
Ayat ini menegaskan bahwa Al-Qur’an adalah hidayah. Barangsiapa menjadikannya pedoman, hidupnya akan lapang. Sebaliknya, siapa yang berpaling darinya akan mengalami kesempitan. Allah memperingatkan:
وَمَنْ أَعْرَضَ عَنْ ذِكْرِي فَإِنَّ لَهُ مَعِيشَةً ضَنْكًا
“Barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku (Al-Qur’an), maka sungguh baginya kehidupan yang sempit.” (QS. Thaha: 124)
Kedekatan dengan Al-Qur’an
Nabi Muhammad ﷺ pun memberikan penghormatan besar bagi mereka yang dekat dengan Al-Qur’an. Beliau bersabda:
“Sesungguhnya Allah memiliki keluarga di antara manusia.” Para sahabat bertanya: “Siapakah mereka, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab: “Mereka adalah ahli Qur’an, yaitu orang-orang yang menjadi keluarga Allah dan orang-orang pilihan-Nya.” (HR. Ahmad)
Artinya, semakin kita menjadikan Al-Qur’an sebagai bagian dari hidup, semakin tinggi pula derajat kita di sisi Allah.
Cara Menumbuhkan Cinta kepada Al-Qur’an
Dalam khotbah tersebut disampaikan empat cara sederhana:
Membaca secara rutin. Rasulullah ﷺ bersabda:
“Bacalah Al-Qur’an, karena sesungguhnya ia akan datang pada hari kiamat memberi syafaat bagi pembacanya.” (HR. Muslim)
Konsistensi lebih berharga daripada banyak bacaan yang terputus.
Mentadabburi isi ayat. Allah berfirman:
أَفَلَا يَتَدَبَّرُونَ الْقُرْآنَ أَمْ عَلَىٰ قُلُوبٍ أَقْفَالُهَا
“Apakah mereka tidak mentadabburi Al-Qur’an, ataukah hati mereka sudah terkunci?” (QS. Muhammad: 24)
Mengajarkan kepada keluarga. Rasulullah ﷺ bersabda:
“Perhiasilah rumah kalian dengan shalat dan bacaan Al-Qur’an, dan jangan jadikan rumah kalian seperti kuburan.” (HR. Baihaqi)
Mengamalkan isi Al-Qur’an. Nabi ﷺ digambarkan sebagai pribadi yang akhlaknya adalah Al-Qur’an (HR. Muslim).
Ancaman bagi yang Lalai
Peringatan keras juga disampaikan dalam Al-Qur’an agar umat Islam tidak melupakan kitab sucinya.
وَقَالَ الرَّسُولُ يَا رَبِّ إِنَّ قَوْمِي اتَّخَذُوا هَٰذَا الْقُرْآنَ مَهْجُورًا
“Berkatalah Rasul: ‘Ya Tuhanku, sesungguhnya kaumku menjadikan Al-Qur’an ini sesuatu yang ditinggalkan.’” (QS. Al-Furqan: 30)
Ayat ini mengingatkan betapa rugi seorang muslim bila hidup bersama Al-Qur’an, tetapi jarang membacanya, apalagi sampai tidak mengamalkannya.
Penutup
Pesan utama khotbah ini adalah menghidupkan kembali cinta kepada Al-Qur’an. Jangan biarkan anak-anak lebih akrab dengan gawai ketimbang mushaf. Jadikan rumah kita bercahaya dengan tilawah, tadabbur, dan pengamalan Al-Qur’an.
Bagi yang mencari metode belajar praktis, terutama untuk anak-anak, kini ada Metode Tajdied. Cara ini membantu memudahkan pembelajaran Al-Qur’an dengan pendekatan yang menyenangkan dan sekaligus menumbuhkan rasa cinta sejak dini.
Dengan Al-Qur’an, hidup kita akan terarah. Tanpa Al-Qur’an, hidup terasa hampa.
Jurnalis Muhammad Taufiqur Rosyid Penyunting Nely Izzatul









