
Mengunjungi hutan pinus, industri gula, belajar membatik, dan menjelajah Malioboro! Kunjungan Industri SMK Pemuda Krian ke Yogyakarta membuka wawasan siswa tentang dunia kerja, budaya, dan kreativitas dalam perjalanan penuh pengalaman seru.
Tagar.co – Sebanyak 58 siswa SMK Pemuda Krian (Smedaka) Sidoarjo dari berbagai jurusan, didampingi oleh tujuh guru, mengikuti Kunjungan Industri (KI) ke Yogyakarta pada 25-27 Februari 2025. Perjalanan ini menjadi pengalaman berharga bagi siswa dari jurusan Akuntansi dan Keuangan Lembaga (AKL), Bisnis Digital (BD), Desain Komunikasi Visual (DKV), dan Teknik Instalasi Tenaga Listrik (TITL).
Keberangkatan dimulai pada Selasa malam, 25 Februari 2025, pukul 22.00 dari Smedaka dan berakhir pada Kamis dini hari, 27 Februari 2025, pukul 03.00. Kepala Smedaka, Desi Kartikaningtyastuti, S.Pd., menyampaikan tujuan dari Kunjungan Industri ini adalah untuk mengenalkan siswa pada proses industri, teknologi, manajemen industri, serta budaya kerja industri, khususnya bagi siswa kelas X.

Menjelajahi Destinasi Edukasi dan Budaya
Perhentian pertama rombongan adalah Hutan Pinus Pengger, Yogyakarta. Di tempat ini, para siswa mendapatkan pengalaman unik dalam pembelajaran pembuatan dan pengeditan video, mengasah kreativitas mereka di lingkungan alam yang asri.
Perjalanan berlanjut ke PT Madu Baru, Pabrik Gula dan Pabrik Spiritus Madukismo. Di sini, Mahmud Safrudi, Public Relation Pengembangan Aset, menjelaskan bahwa produksi gula di pabrik ini berlangsung dari Mei hingga Oktober dengan kapasitas 250 ton per hari, sedangkan produksi alkohol mencapai 250.000 liter per hari.
Sementara itu, Suryo Budi memberikan pemahaman mendalam mengenai proses pembuatan gula dari tebu serta produksi spiritus dan alkohol dari tetes tebu. Rombongan juga diajak naik kereta tebu untuk melihat langsung proses produksi dari dekat, memberikan pengalaman industri yang nyata bagi para siswa.

Belaja Membatik
Selanjutnya, rombongan mengunjungi PT Benang Ratu, di mana siswa diajari teknik membatik. Mereka diperkenalkan dengan berbagai peralatan, bahan, serta teknik membatik, dan bahkan mendapatkan kesempatan untuk langsung mempraktikkan pembuatan batik pada kain berukuran 25 cm persegi.
Sebagai penutup perjalanan, rombongan menikmati suasana Malioboro, ikon wisata khas Yogyakarta, yang memberikan pengalaman budaya yang berkesan bagi para peserta didik.
Kunjungan Industri ini bukan hanya memberikan wawasan industri, tetapi juga memperkaya pengalaman siswa dalam dunia kreatif dan budaya. Harapannya, kegiatan ini dapat menginspirasi mereka untuk lebih siap menghadapi dunia kerja dan industri di masa depan.
Jurnalis: Rusiati












