FeatureUtama

Menembus Keterisolasian Pante Bidari, Relawan Sahabat Yatim Hadirkan Harapan

66
×

Menembus Keterisolasian Pante Bidari, Relawan Sahabat Yatim Hadirkan Harapan

Sebarkan artikel ini
Kondisi pengungsian di Desa Blang Seunong, Kecamatan Pante Bidari, Kabupaten Aceh Timur, Aceh, 18 Desember 2025.  (M. Husin untuk Tagar.co)

Di balik sulitnya akses dan keterbatasan fasilitas, relawan Lembaga Sahabat Yatim Darul Aman hadir membawa bantuan dan harapan bagi warga desa terisolasi di Pante Bidari, Aceh Timur.

Tagar.co — Di tengah sunyi desa-desa yang terisolasi dan minim layanan dasar, Lembaga Sahabat Yatim Darul Aman, yang beralamat Jalan Medan Banda Aceh Dusun Banta Gampong Jalan Idi Rayeuk Aceh Timur, hadir menyalakan harapan. Lembaga ini mengambil peran aktif dalam aksi kemanusiaan untuk membantu warga terdampak kondisi darurat di Kabupaten Aceh Timur, Aceh, Kamis (18/12/2025).

Aksi kemanusiaan tersebut dipusatkan di Kecamatan Pante Bidari, dengan sasaran utama desa-desa yang sulit dijangkau dan memiliki keterbatasan akses pelayanan dasar. Kondisi geografis dan infrastruktur yang terbatas mendorong lembaga bergerak cepat menyalurkan bantuan agar kebutuhan mendesak warga dapat segera terpenuhi.

Baca juga: Di Tengah Banjir dan Air Mata, Relawan Menulis Harapan Baru

Ketua Lembaga Sahabat Yatim Darul Aman, M. Husin, S.Kom., menegaskan bahwa kehadiran relawan di wilayah terisolasi merupakan panggilan nurani. Menurutnya, keberpihakan kepada kelompok rentan menjadi prioritas utama dalam setiap langkah kemanusiaan yang dilakukan.

Baca Juga:  Gereja Mormon Percaya Kejujuran Muhammadiyah

“Kami memilih bergerak ke daerah-daerah terisolasi karena di sanalah masyarakat paling membutuhkan kehadiran dan bantuan. Ini bukan sekadar kegiatan sosial, melainkan wujud tanggung jawab kemanusiaan,” ujar M. Husin, kepada Tagar.co melalui sambungan WhatsApp, Jumat (19/12/25).

Desa Blang Seunong menjadi wilayah pertama yang dijangkau. Keterbatasan fasilitas dasar di desa ini berdampak langsung pada kualitas hidup masyarakat, mulai dari akses air bersih hingga layanan kesehatan.

Selain itu, tim relawan juga menyasar Desa Sijudo yang berada dalam kecamatan yang sama. Di desa ini, sebagian warga masih bertahan di lokasi pengungsian dengan kondisi yang belum memenuhi standar kelayakan.

Koordinator lapangan kegiatan, Murtadha—yang akrab disapa Tala—menjelaskan bahwa distribusi bantuan dilakukan dengan pendekatan lapangan yang terukur dan berorientasi pada kebutuhan paling mendesak.

“Kami membagi tugas relawan sesuai keahlian masing-masing agar penanganan berjalan efektif dan tepat sasaran, terutama bagi warga yang masih berada di pengungsian,” kata Murtadha.

Sekitar 50 relawan dilibatkan dalam aksi kemanusiaan ini. Mereka datang dari berbagai latar belakang dan bergerak secara terkoordinasi untuk mendukung seluruh rangkaian kegiatan di lapangan.

Baca Juga:  Bantuan Darurat Mengalir ke Pacitan, DPR Dorong Mitigasi Jadi Budaya

Guna memastikan layanan berjalan optimal, lembaga membentuk sejumlah tim khusus, di antaranya tim logistik, tim medis, tim pengungsian, serta tim penyediaan air bersih. Setiap tim memegang peran penting sesuai kebutuhan lapangan.

Tim logistik bertanggung jawab menyalurkan kebutuhan pokok bagi para pengungsi, sementara tim medis memberikan layanan kesehatan dasar untuk mengantisipasi munculnya gangguan kesehatan, terutama di lingkungan pengungsian.

Penyediaan air bersih menjadi perhatian serius mengingat keterbatasan akses air layak konsumsi di wilayah terdampak. Upaya ini dilakukan untuk menekan risiko penyakit akibat sanitasi yang tidak memadai.

Pelayanan pengobatan juga terus dilakukan seiring meningkatnya keluhan kesehatan warga, khususnya anak-anak dan lansia yang menjadi kelompok paling rentan.

Hingga kini, masih banyak pengungsi yang tinggal di tempat tidak layak dan menghadapi risiko kesehatan akibat kondisi lingkungan dan keterbatasan fasilitas. Situasi tersebut memperbesar potensi penyebaran penyakit jika tidak segera ditangani secara berkelanjutan.

Melalui aksi kemanusiaan ini, Lembaga Sahabat Yatim Darul Aman mengajak masyarakat luas untuk turut memberikan dukungan. Uluran tangan dari berbagai pihak diharapkan dapat memperkuat upaya kemanusiaan dan membantu para pengungsi bangkit menuju kehidupan yang lebih layak. (#)

Baca Juga:  Teras Roboh, Solidaritas Tumbuh: MDMC dan Lazismu Bangun Kembali Rumah Warga Pacitan
Jurnalis Edis Susanto Penyunting Mohammad Nurfatoni