
Seminar Parenting Sekolah Kreatif Baratajaya menegaskan pentingnya teladan orang tua di rumah. Bersama sekolah, wali murid dibekali menjadi guardian digital demi menyiapkan generasi tangguh, cerdas, dan aman.
Tagar.co – Aula Politeknik Kesehatan Kemenkes Surabaya, Sabtu pagi (4/10/2025), dipenuhi deretan kursi yang hampir semuanya terisi. Warna-warni jilbab para ibu wali murid berpadu dengan suasana hangat kebersamaan, menciptakan pemandangan semarak namun tetap khidmat.
Dari panggung utama, layar besar menampilkan materi tentang cara predator online mendekati anak-anak—sebuah pengingat betapa pentingnya peran orang tua di era digital.
Baca juga:Game Seru dan Tips Digital Guardian di Seminar Parenting Baratajaya
Seminar Parenting Sekolah Kreatif SD Muhammadiyah 16 Surabaya tahun ini mengangkat tema “Ready to Be a Digital Guardian: Your Child’s Best Online Safety Tool is You”.
Acara tersebut menghadirkan pakar komunikasi big data sekaligus pendiri Asigta, Dr. Irwan Dwi Ariyanto, S.Sos., M.I.Kom., serta psikolog perkembangan anak dan remaja, Asteria Rahmawati, S.Psi.
Suasana Penuh Kehangatan
Sejak awal, panitia menyajikan musik band dan penampilan solo vokal, mengundang hadirin untuk lebih rileks sebelum sesi serius dimulai.
Ketika pembawa acara Fahmi Muqoddas, S.Pd., dan Sukmi Sari, S.Pd., membuka acara, suasana ruangan terasa hidup. Mereka dengan ramah meminta peserta menonaktifkan suara gawai agar konsentrasi tetap terjaga.
Dari bangku yang berjajar rapi hingga ke lantai atas balkon aula, para wali murid tampak antusias menyimak setiap materi. Tidak sedikit yang mencatat, ada pula yang mengangguk pelan seolah membenarkan apa yang dipaparkan narasumber.

Dukungan Penuh dari Panitia dan Komite
Ketua Panitia, Anda Marzudinta, wali murid dari Nino Zaidan Emir Wiyanto (Emir) kelas 4 Fatmawati, menyampaikan rasa terima kasih mendalam kepada seluruh pihak yang telah bekerja keras.
“Acara ini tidak akan terselenggara tanpa kerja keras dan kerja cerdas teman-teman panitia dan bapak ibu wali murid yang berkenan hadir. Untuk itu kami sampaikan banyak terima kasih,” ujar Ibu Anda dari atas panggung dengan penuh penghargaan.
Sambutan berikutnya datang dari Ketua Komite Sekolah Kreatif SD Muhammadiyah 16 Surabaya, Nina DK, yang menegaskan alasan di balik pemilihan tema seminar parenting tahun ini. Menurutnya, hal tersebut berangkat dari keprihatinan atas penggunaan gawai yang semakin luas di kalangan anak-anak.
“Dunia digital menjadikan PR besar bagi kita sebagai orang tua. Kita harus bisa dengan bijak memfasilitasi anak-anak, jangan sampai penggunaan gawai oleh anak menjadi penyesalan,” tegas Bu Nina, sapaannya.

Pesan dari Kepala Sekolah dan Pimpinan Muhammadiyah
Kepala Sekolah Kreatif Baratajaya, Elly Rhodlifah, S.H., M.Pd., menambahkan bahwa acara ini menjadi bagian dari upaya sekolah dalam membekali para orang tua menghadapi bahaya penggunaan gawai yang tidak bijak.
“Kami di Sekolah Kreatif Baratajaya selalu belajar bagaimana memberikan yang terbaik untuk anak-anak. Jangan sampai karena anak meminta gawai, malah menjadi musibah bagi mereka,” ucap Bu Elly.
Ia kemudian melanjutkan, “Kami juga ingin membangun kesadaran bahwa sekolah bukan hanya tempat anak belajar akademik, tetapi juga rumah besar yang bersama-sama dengan orang tua berupaya menyiapkan generasi tangguh, cerdas, dan aman dalam dunia digital.”
Pendidikan dengan Teladan
Dari Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Ngagel, M. Ridwan, M.Pd., turut memberikan sambutan hangat. Ia menyampaikan terima kasih atas kepercayaan para wali murid yang memilih sekolah Muhammadiyah di tengah banyaknya sekolah swasta di Surabaya.
“Banyak sekolah swasta di Kota Surabaya, tetapi bapak ibu memilih sekolah Muhammadiyah. Maka kami, atas nama Pimpinan Cabang Muhammadiyah Ngagel, mengucapkan banyak terima kasih atas kepercayaan bapak dan ibu wali murid,” tutur Ridwan.
Ridwan juga menekankan pentingnya kolaborasi dalam setiap kegiatan. “Setiap tahun acara di Sekolah Kreatif selalu melibatkan wali murid dan ustaz-ustazah dalam penyelenggaraan acara. Semoga ini tetap terjalin dan menjadi keharmonisan,” tambahnya sebelum mengakhiri sambutan.
Sementara itu, Ketua Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah serta Pendidikan Nonformal (Dikdasmen dan PNF) PDM Kota Surabaya, Dikky Syadqumullah, M.Hes., memberikan sambutan singkat namun padat. Ia mengingatkan pentingnya melanjutkan nilai-nilai baik yang diajarkan di sekolah hingga ke rumah.
“Bapak dan Ibu wali murid, kita tahu bahwa pendidikan yang baik adalah pendidikan yang memberi teladan bagi putra-putri kita. Hal baik di sekolah harus dilanjutkan di rumah. Seperti salat, maka bapak ibu juga harus memberi contoh yang baik,” tegas Dikky dalam sambutannya. (#)
Jurnalis Ahmad Mahmudi Penyunting Mohammad Nurfatoni












