Feature

Membuka Ruang Kesetaraan: Pendidikan Perempuan dalam Sorotan RBC

29
×

Membuka Ruang Kesetaraan: Pendidikan Perempuan dalam Sorotan RBC

Sebarkan artikel ini
Kalis Mardiasih (kanan) dalam diskusi interaktif bertajuk Ruang Gagasan: Menyoal Pendidikan Perempuan, di Malang, Kamis (24/4/24).

Pendidikan bukan sekadar akses, tetapi kesadaran. Di Ruang Gagasan RBC, suara-suara perempuan menyerukan pentingnya membangun pendidikan yang membebaskan dan menumbuhkan budaya kesetaraan sejati.

Tagar.co — Suasana di Rumah Baca Cerdas (RBC), Kota Malang, siang itu terasa berbeda. Dalam rangka memperingati Hari Kartini dan Hari Buku Dunia, RBC Institute A. Malik Fadjar menggelar talkshow dan diskusi interaktif bertajuk Ruang Gagasan: Menyoal Pendidikan Perempuan, Kamis (24/4/24).

Menghadirkan penulis sekaligus aktivis gender, Kalis Mardiasih, acara ini menjadi titik temu gagasan tentang pentingnya pendidikan yang membebaskan perempuan.

Lebih dari 70 peserta hadir, datang dari berbagai latar belakang—mahasiswa, guru, aktivis komunitas, hingga orang tua. Beberapa bahkan menempuh perjalanan dari Surabaya dan Pasuruan, menandakan bahwa isu pendidikan perempuan masih menyimpan daya magnet kuat di tengah masyarakat.

Baca juga: Merangkai Mimpi Anak-Anak melalui Buku

Dalam pemaparannya, Kalis Mardiasih menegaskan bahwa pendidikan perempuan tak boleh berhenti pada pemberian akses formal. Lebih dari itu, pendidikan harus mengandung pemaknaan ulang atas nilai-nilai kesetaraan dalam proses belajar.

Baca Juga:  Mobil Terbang RBC Tanamkan Literasi dan Edukasi Lingkungan sejak Dini di TK Cahaya Permata

“Nilai kesetaraan harus dihayati sebagai bagian dari budaya berpikir dan bersikap, bukan sekadar slogan,” ujarnya, mengingatkan hadirin bahwa emansipasi sejati lahir dari perubahan kesadaran.

Diskusi berlangsung hangat, reflektif, dan penuh keberanian. Para peserta aktif mengajukan pertanyaan, berbagi pengalaman, serta mengkritisi sistem pendidikan yang dinilai masih bias gender. Ruang Gagasan ini pun berubah menjadi laboratorium ide, tempat tantangan dan harapan terhadap pendidikan perempuan dirajut bersama.

Direktur Eksekutif RBC Institute A. Malik Fadjar, Subhan Setowara, dalam sambutannya, mengajak semua pihak untuk menempatkan perempuan sebagai aktor perubahan yang sejati. “Kami ingin memperingati Hari Kartini bukan hanya secara seremonial, tetapi dengan menghadirkan gagasan. Pendidikan adalah jalan sunyi menuju perubahan, dan perempuan harus menjadi bagian utuh dalam perjalanan itu,” tegasnya.

Ruang Gagasan merupakan salah satu inisiatif RBC Institute untuk mempertemukan masyarakat dengan berbagai isu penting dalam atmosfer yang inklusif dan reflektif. Melalui forum ini, RBC berharap dapat terus menghidupkan diskursus yang membumi, berpihak, dan membebaskan.

Baca Juga:  Mobil Terbang RBC Hadir di SDIT Iqra Bina Umat, Tumbuhkan Antusiasme Literasi Siswa

Jurnalis Manda Danastri Penyunting Mohammad Nurfatoni