Rileks

Masjid Syarif Abdurrachman, Mengenang Jasa Sunan Gunung Jati dan Pamannya

223
×

Masjid Syarif Abdurrachman, Mengenang Jasa Sunan Gunung Jati dan Pamannya

Sebarkan artikel ini
Masjid Syarif Abdurrahman berdiri megah di kompleks Makam Sunan Gunung Jati Cirebon, Jawa Barat.
Masjid Syarif Abdurrahman di kompleks Makam Sunan Gunung Jati Cirebon. (Tagar.co/Kholis Ernawati)

Gapura Masjid Syarif Abdurrachman seperti memisahkan wilayah profan di luar yang sibuk urusan dunia dengan wilayah dalam yang terasa suci, sakral di masjid dengan suasana tenang, nyaman.

Tagar.co – Masjid Syarif Abdurrachman berdiri megah di kompleks Makam Sunan Gunung Jati Cirebon, Jawa Barat.

Arsitektur klasik Jawa dengan atap berbentuk limas bersusun tiga. Dipadu dengan menara lancip menjulang mencerminkan karakter budaya religius Kesultanan Cirebon bercampur sentuhan modern.

Berdiri di atas lahan 1,8 hektare dengan luas masjid 1.800 meter persegi yang mampu menampung 1.750 jemaah. Masjid ini diresmikan Wakil Presiden Ma’ruf Amin pada 25 Agustus 2023.

Pembangunan masjid ini diprakarsai oleh mantan KSAD Jenderal TNI (Pur) Dudung Abdurrachman. Dia meminta bantuan koleganya Jenderal TNI Negah, orang Bali, menggambar arsitektur masjid yang tampak sekarang ini.

Dudung menjelaskan, nama masjid ini menggabungkan dua nama penyebar Islam di Jawa Barat. Nama Syarif diambil dari Syarif Hidayatullah yang populer dipanggil Sunan Gunung Jati. Dia pendiri Kesultanan Cirebon dan Banten.

Baca Juga:  Peserta Kajian Ramadan Buka Bersama, Menikmati Hangatnya Sayur Asem di Joglo Unmuh Jember

Nama kedua diambil dari Syekh Abdurrachman, paman Sunan Gunung Jati merupakan ulama di Kesultanan Cirebon.

Dudung mengaku masih keturunan keluarga Sunan Gunung Jati dari jalur Syekh Abdurrachman. Dia menceritakan, bersama keluarganya sering ziarah ke makam ini. Waktu itu mau salat melihat masjidnya kecil sehingga sesak.

Masa itu dia berpangkat kapten punya keinginan kalau sudah menjadi jenderal akan membangun masjid di kompleks makam itu menjadi lebih besar. Dia bersyukur keinginannya itu terwujud.

Masjid Syarif Abdurrahman di kompleks Makam Sunan Gunung Jati Cirebon. (Tagar.co/Kholis Ernawati)
Ruang utama salat Masjid Syarif Abdurrachman Cirebon.

Gerbang Pemisah

Memasuki areal masjid, pengunjung melewati gapura Majapahit berbentuk Candi Bentar. Tersusun dari bata merah.

Struktur gapura semacam ini biasa ditemukan di Jawa dan Bali. Gapura ini seperti memisahkan wilayah profan di luar yang sibuk urusan dunia dengan wilayah dalam yang terasa suci, sakral di masjid dengan suasana tenang, nyaman.

Desain masjid terbuka minim sekat menciptakan kesan lapang, memberikan kenyamanan visual sekaligus memperkuat suasana spiritual.

Sirkulasi udara yang baik menciptakan suasana sejuk dan nyaman sepanjang hari, sehingga mendukung ketenangan dan kekhusyukan beribadah.

Baca Juga:  Saat Kue Jadi Kanvas 12 Perempuan Gresik

Ornamen ukiran menghias pilar dan langit-langit kayu bermotif sulur daun dan bunga. Dipadu dengan ornamen modern berupa material kaca dan baja yang memperkuat struktur bangunan.

Di atas ruang utama berupa ruang kosong dari atas lima bersusun tiga. Menjadi simbol kebesaran dan keagungan ilahi. Di atasnya ada kaligrafi ayat-ayat Al-Quran.

Mihrab untuk imam dan mimbar khotbah menampilkan ukiran geometris dengan motif Cirebon.

Pencahayaan alami di ruang ini sangat efisiens berupa jendela-jendela besar mengelilingi bangunan. Sinar matahari bisa menerobos menciptakan suasana terang yang khidmat.

Kaca patri menghiasi jendela-jendela menambah keindahan visual sekaligus menyaring cahaya sehingga menghasilkan efek warna yang lembut dan menenangkan.

Fasilitas Lengkap

Ruang wudu dengan perlengkapan sanitasi bagus. Air bersih lancar mengalir. Ada sabun cair di setiap atas kran. Toilet pun bersih dan harum. Termasuk fasilitas untuk penyandang disabilitas.

Masjid ini punya ruang serbaguna yang luas untuk pengajian, seminar, acara sosial, buka puasa bersama, dan perayaan hari besar. Ruangan dilengkapi AC, proyektor, dan sistem audio.

Baca Juga:  Membangunkan Raksasa: Menghapus Mentalitas Inlander demi Kebangkitan Indonesia

Masjid ini menyediakan jalur bagi penyandang disabilitas, pegangan tangan di sepanjang tangga, dan kursi roda jika dibutuhkan jamaah.

Area parkir yang luas mampu menampung kendaraan roda dua maupun roda empat, serta dilengkapi dengan pos keamanan untuk menjaga keamanan.

Di sekitar masjid terdapat taman hijau yang asri dengan berbagai tanaman hias yang menambah kesan sejuk dan damai. Ada bangku-bangku untuk duduk istirahat sambil memandangi kemegahan masjid.

Masjid Syarif Abdurrachman mudah dijangkau. Kalau naik kereta api jarak dari Stasiun Cirebon sekitar 4 kilometer. (#)

Jurnalis Kholis Ernawati  Penyunting Sugeng Purwanto