
Dari lembaga sosial, jemaah masjid, hingga masyarakat umum, kepercayaan publik terhadap Lazismu Magetan terus menguat. Donasi yang mengalir menjadi bukti bahwa kepedulian masih hidup dan menemukan jalannya melalui kerja-kerja kemanusiaan yang amanah dan berkelanjutan.
Tagar.co — Progres penggalangan dana kemanusiaan yang dilakukan Lazismu Magetan untuk membantu korban bencana alam di Aceh dan Sumatra terus menunjukkan peningkatan signifikan.
Dukungan tidak hanya datang dari kader dan simpatisan Perserikatan, tetapi juga mengalir dari masyarakat umum, lembaga sosial, jamaah masjid, hingga majelis taklim.
Gelombang kepedulian ini menjadi energi tersendiri bagi jajaran pengurus Lazismu untuk terus bergerak memberikan layanan terbaik bagi para penyintas bencana.
Baca juga: Prestasi Kemanusiaan dari Magetan: Lazismu Himpun Rp118 Juta untuk Sumatra
Kisah mengharukan tersebut disampaikan oleh tim Kantor Layanan Lazismu (KLL) Magetan, Adha Zainul Muslimin. Ia mengaku tidak menyangka antusiasme masyarakat begitu besar dalam mempercayakan donasinya melalui Lazismu KL Magetan.
“Tidak disangka, teman-teman yang selama ini menjalin hubungan baik dengan kami, turut berdonasi melalui Lazismu, khususnya KLL Magetan,” ujar Amin—sapaan akrab Adha, Rabu (31/12/2025).
Menurutnya, kepercayaan itu muncul karena Lazismu dinilai amanah dan konsisten dalam menyalurkan bantuan sesuai ketentuan.
Salah satu contoh nyata datang dari Lembaga Pendidikan Sosial dan Dakwah (LPSD) Sakinah yang berlokasi di Perum Selosari, Magetan, di bawah pimpinan Sapari. Lembaga tersebut menyerahkan donasi tunai sebesar Rp16.460.000.
Selain itu, jamaah haji tahun 2001 turut menyumbang Rp2.000.000, sementara jemaah Masjid Al-Aqsho KPR Selosari Magetan mengamanahkan donasi sebesar Rp1.000.000.
“Seluruh dana tersebut sudah kami setorkan ke Lazismu Magetan,” ungkapnya.
Ketika ditanya alasan masyarakat dan lembaga umum mempercayakan donasi melalui KLL Magetan, Amin—yang juga bertugas di RSUD Sayyidiman Magetan dan menjabat bendahara Cabang Magetan—menyebut kepercayaan personal dan kerja tim sebagai faktor utama.
“Mereka melihat Lazismu sebagai lembaga yang bergerak cepat dan terpercaya. Tidak hanya menyalurkan bantuan darurat, tetapi juga mendampingi masyarakat hingga tahap pemulihan psikososial pascabencana,” jelasnya.
Ia menambahkan, dalam lingkup internal, tim KLL Magetan telah disiapkan secara penuh untuk merespons kondisi darurat kapan pun dibutuhkan.
Hingga kini, Lazismu Magetan masih terus menggalang dana melalui berbagai metode dan strategi. Program penggalangan ini direncanakan berlangsung hingga akhir Februari 2026, dengan tetap menyesuaikan situasi dan kondisi di wilayah terdampak bencana.
Jurnalis Samsul Hidayat Penyunting Mohammad Nurfatoni












