
Di era digital, media sosial bisa menjadi ladang pahala atau jebakan dosa. Bagaimana cara menggunakannya dengan bijak sesuai ajaran Islam? Simak kultum ini dan temukan jawabannya!
Kultum Ramadan (Seri 11): Mulutmu Harimaumu, Jarimu Belatimu; Oleh Dr. Aji Damanuri, M.E.I., Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Daerah Muhammadiyah Tulungagung, Ketua Dewan Pengawas Syariah Lazismu Tulungagung.
Tagar.co – Tajamnya lisan dan tulisan tepat untuk menjadi bahan Kultum Ramadan kali ini. Baca selengkapnya:
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ أَمَرَنَا بِاْلاِتِّحَادِ وَاْلاِعْتِصَامِ بِحَبْلِ اللهِ الْمَتِيْنِ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، إِيَّاهُ نَعْبُدُ وَإِيَّاهُ نَسْتَعِيْنُ. وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، اَلْمَبْعُوْثُ رَحْمَةً لِلْعَالَمِيْنَ. اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ.
Alhamdulillah, segala puji bagi Allah Swt yang telah memberikan kita nikmat iman, Islam, dan kemudahan dalam mengakses ilmu pengetahuan. Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad Saw, keluarga, sahabat, serta seluruh umatnya yang senantiasa mengikuti ajaran beliau.
Pada kesempatan ini, mari kita renungkan tantangan besar di era digital, yaitu bagaimana kita memanfaatkan teknologi digital dan media sosial tanpa mengabaikan kewajiban kita sebagai hamba Allah, baik dalam kehidupan sosial maupun ibadah.
Baca juga: Kultum Ramadan: Menemukan Solusi Hidup dengan Sabar dan Salat
Teknologi digital dan media sosial adalah anugerah Allah yang memudahkan kita dalam berkomunikasi, mencari ilmu, dan menyebarkan kebaikan. Namun, di sisi lain, ia juga bisa menjadi ujian yang membuat kita terlena, lalai dari ibadah, dan bahkan merusak hubungan sosial. Padahal, semua kesenangan di dunia ini hanyalah permainan belaka, tetapi sering kali kita menganggapnya segalanya.
Allah Swt. berfirman dalam Al-Qur’an Surah Al-Hadid 20:
اعْلَمُوا أَنَّمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا لَعِبٌ وَلَهْوٌ وَزِينَةٌ وَتَفَاخُرٌ بَيْنَكُمْ وَتَكَاثُرٌ فِي الْأَمْوَالِ وَالْأَوْلَادِ
“Ketahuilah bahwa sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan senda gurau, perhiasan, dan saling berbangga di antara kamu, serta berlomba dalam kekayaan dan anak.”
Ayat ini mengingatkan kita bahwa dunia dan segala isinya, termasuk media sosial, hanyalah sementara. Jangan sampai kita terlena sehingga melalaikan tujuan utama hidup, yaitu beribadah kepada Allah. Media sosial telah merenggut kearifan sosial, menjauhkan manusia dari dunia nyata tempat berpijak, bahkan yang lebih parah, menempatkan manusia kehilangan jati dirinya sebagai manusia.
Kiat Bijak Bermedia Sosial
Lalu, bagaimana cara kita memanfaatkan media sosial tanpa melalaikan kewajiban ibadah? Berikut beberapa kiat yang dapat kita terapkan:
1. Menjaga niat dan motivasi
Segala perbuatan harus dimulai dengan niat yang baik. Ketika menggunakan media sosial, niatkanlah untuk mencari ilmu, menyebarkan kebaikan, dan menjaga silaturahmi. Jangan sampai niat kita bergeser hanya untuk pamer, mencari popularitas, atau menghabiskan waktu tanpa manfaat.
2. Mengatur waktu dengan bijak
Jangan sampai media sosial yang mengatur hidup kita. Kita yang memiliki akal dan jiwa, jangan sampai dikendalikan bahkan diperbudak oleh teknologi. Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Ashr 1-3:
وَالْعَصْرِ . إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ . إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ
“Demi masa. Sesungguhnya manusia berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman, beramal saleh, saling menasihati dalam kebenaran, dan saling menasihati dalam kesabaran.”
Ayat ini mengajarkan bahwa waktu adalah modal berharga. Aturlah waktu dengan baik, jangan sampai media sosial menyita waktu yang seharusnya digunakan untuk ibadah, bekerja, atau berinteraksi dengan keluarga.
3. Menjaga akhlak dalam bermedia sosial
Media sosial sering kali menjadi tempat penyebaran kebencian, fitnah, dan ujaran tidak pantas. Banyak orang merasa bebas menghina ulama, ustaz, atau tokoh hanya karena perbedaan pandangan. Rasulullah SAW mengingatkan dalam hadis yang diriwayatkan oleh Imam Tirmizi:
مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ
“Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah dia berkata baik atau diam.”
Jika tidak bisa berkata baik, menulis yang baik, atau memposting sesuatu yang patut, sebaiknya diam. Itu adalah tanda kualitas iman kita.
4. Menggunakan media sosial untuk dakwah dan kebaikan
Tidak perlu menjadi ustaz atau kiai untuk menebarkan kebaikan. Rasulullah SAW bersabda:
بَلِّغُوا عَنِّي وَلَوْ آيَةً
“Sampaikanlah dariku walau hanya satu ayat.”
Manfaatkan media sosial untuk menyebarkan ilmu agama, mengajak kepada kebaikan, dan mencegah kemungkaran. Paling tidak, postinglah sesuatu yang positif agar media sosial dipenuhi konten yang menghibur, edukatif, mencerahkan, dan bermanfaat.
Nasihat Ulama tentang Waktu dan Teknologi
Para ulama telah memberikan nasihat berharga tentang bagaimana menghadapi tantangan zaman tanpa melalaikan ibadah:
- Imam Al-Ghazali dalam Ihya Ulumuddin mengingatkan bahwa hati manusia mudah terpengaruh oleh hal-hal yang melalaikan. Oleh karena itu, kita harus selalu mengingat mati dan memprioritaskan hal-hal yang bermanfaat bagi akhirat.
- Imam Ibnul Qayyim Al-Jauziyah dalam Al-Fawaid menjelaskan bahwa waktu adalah kehidupan. Menyia-nyiakan waktu sama dengan menyia-nyiakan kehidupan.
- Syaikh Yusuf Al-Qaradawi dalam Fiqh Prioritas menegaskan bahwa teknologi harus dimanfaatkan untuk hal-hal yang bermanfaat, bukan yang merugikan.
Alangkah indahnya jika kita aktif di media sosial dengan tetap menjaga ibadah, shalat lima waktu, membaca Al-Qur’an, serta tidak melalaikan tanggung jawab dalam berbagai aspek kehidupan.
Penutup
Marilah kita menjadi generasi yang cerdas dalam menggunakan media sosial. Jadikan teknologi sebagai sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah, bukan menjauhkan diri dari-Nya. Ingatlah bahwa dunia ini hanyalah sementara, dan kehidupan akhirat adalah tujuan kita yang sebenarnya.
Semoga Allah Swt memberikan kita kekuatan untuk memanfaatkan media sosial dengan bijak dan tetap istikamah dalam beribadah. Amin.
Nasrumminallah wafathunqarib. Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. (#)
Penyunting Mohammad Nurfatoni












