Feature

Kolaborasi Solid untuk Pendidikan Inklusif dan Berkeadilan: Kreasi Resmi Diluncurkan!

25
×

Kolaborasi Solid untuk Pendidikan Inklusif dan Berkeadilan: Kreasi Resmi Diluncurkan!

Sebarkan artikel ini
Kolaborasi solid untuk pendidikan inklusif dan berkeadilan terjalin antara pemerintah dan mitra strategis. Save the Children dan Global Partnership for Education resmi meluncurkan Kreasi. 
Menabung gendang serempak menandai resminya peluncuran Kreasi.

Kolaborasi solid untuk pendidikan inklusif dan berkeadilan terjalin antara pemerintah dan mitra strategis. Save the Children dan Global Partnership for Education resmi meluncurkan Kreasi.

Tagar.co – Perwakilan Kemendikdasmen dan mitra strategis serempak menabuh gendang kecil merah di atas panggung. Di belakang mereka tampak logo Kreasi beserta akronimnya, Kolaborasi untuk Edukasi.

Pemerintah bersama mitra strategis, Save the Children dan Global Partnership for Education (GPE), resmi meluncurkan program Kreasi (18/3/2025).  Momentum penting ini menandai babak baru dalam upaya memperkuat fondasi pendidikan anak usia dini (PAUD) dan sekolah dasar (SD) di Tanah Air.

Kreasi hadir sebagai jawaban atas tantangan peningkatan kualitas pendidikan, dengan fokus utama pada penguatan kurikulum yang relevan, praktik pembelajaran yang inovatif, kepemimpinan sekolah yang efektif, serta sistem perlindungan anak yang komprehensif. Inisiatif visioner ini hasil kolaborasi erat antara Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Kementerian Agama (Kemenag), dan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas).

Pelaksanaan program Kreasi dipercayakan kepada Save the Children yang bersinergi dengan sejumlah mitra pelaksana kredibel. Deretan organisasi yang tergabung dalam konsorsium Mitra Pendidikan Indonesia (MPI) ini meliputi Article 33, Ikatan Guru Indonesia (IGI), Yayasan Guru Belajar (YGB), Lembaga Pendidikan Ma’arif Nahdlatul Ulama (NU), Majelis Dikdasmen PNF Muhammadiyah, Perkumpulan Stimulant Institute (PSI), serta Wahana Visi Indonesia (WVI).

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti dalam sambutannya menegaskan betapa krusialnya peran pendidikan dalam membangun masa depan bangsa.

Baca Juga:  Penguatan Sistem, SDM, dan Budaya Kunci Kokohnya Muhammadiyah

“Dengan memperkuat kualitas pengajaran dan pembelajaran serta pengembangan siswa, terutama dalam peningkatan kemampuan literasi dan pendidikan karakter di tingkat PAUD dan SD, khususnya di daerah-daerah yang masih memerlukan dukungan seperti Sumatera Utara, Lampung, Kalimantan Barat, dan Maluku Utara, kita dapat menciptakan lingkungan belajar yang lebih inklusif, berkeadilan, dan berkualitas,” ungkapnya.

Ia menambahkan, langkah ini bertujuan agar anak-anak Indonesia dapat mengembangkan potensi terbaik mereka demi meraih cita-cita gemilang.

Temuan PISA

Urgensi peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia semakin mengemuka pasca publikasi hasil studi Programme for International Student Assessment (PISA) 2022. Studi tersebut menyoroti perlunya perbaikan signifikan dalam kemampuan membaca, matematika, dan sains di kalangan siswa berusia 15 tahun.

Temuan PISA menjadi pengingat, sistem pendidikan Indonesia masih memiliki ruang besar untuk berkembang. Agar setiap anak bangsa dapat mencapai potensi maksimalnya dan mampu bersaing di kancah global.

Data lain dari sumber yang sama juga mengungkapkan fakta memprihatinkan. Di mana sekitar 25-30% siswa berusia 15 tahun melaporkan mengalami perundungan di sekolah setiap bulannya.

CEO Save the Children Indonesia, Dessy Kurwiany Ukar, menyampaikan keyakinannya bahwa pendidikan berkualitas adalah hak fundamental setiap anak sejak usia dini. “Melalui program Kreasi, kami tidak hanya ingin mengajarkan literasi dan numerasi, tetapi memastikan bahwa setiap anak benar-benar memahaminya,” ujarnya.

“Kolaborasi dengan berbagai pihak adalah langkah konkret untuk mewujudkan lingkungan belajar yang kondusif bagi anak-anak dalam menggapai impian mereka,” imbuhnya dengan antusias.

Baca Juga:  Jelajah Penuh Tantangan Warnai Malam Mugeb on Scout Camp 2026

Fokus Kreasi

Untuk mengakselerasi peningkatan kemampuan dasar siswa PAUD dan SD, Kreasi mendorong lahirnya kebijakan dan praktik yang lebih baik dalam penyusunan kurikulum dan pelaksanaan asesmen. Program ini memastikan materi pembelajaran serta evaluasi keterampilan dasar terimplementasikan secara efektif. Baik di tingkat nasional maupun daerah.

Selain itu, Kreasi juga berfokus pada peningkatan kebijakan dan praktik pengajaran. Sehingga literasi, numerasi, dan pendidikan karakter dapat tersampaikan dengan metode yang lebih efektif di sekolah-sekolah sasaran.

Penguatan kepemimpinan pendidikan juga menjadi agenda penting Kreasi. Yakni dengan mengadvokasi kebijakan dan praktik pengajaran yang adil dan berkualitas. Tak kalah penting, program ini akan mendorong implementasi kebijakan dan praktik perlindungan anak yang lebih kuat demi menciptakan lingkungan belajar yang aman, inklusif, dan bebas dari segala bentuk kekerasan.

Guru adalah Kunci

Sementara Kepala Badan Standar Kurikulum dan Asesmen Pendidikan, Toni Toharudin, menekankan, kualitas pendidikan tidak hanya bertumpu pada kurikulum semata. “Guru adalah kunci utama keberhasilan pendidikan. Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kualifikasi, kompetensi, dan kesejahteraan guru melalui pelatihan berkelanjutan guna mewujudkan pendidikan yang unggul dan berdaya saing,” ujarnya dengan mantap.

Senada dengan hal tersebut, Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Saifudian yang turut hadir dalam acara peluncuran, menyatakan keseriusan Komisi X DPR RI dalam memajukan mutu pendidikan di Indonesia.

Katanya, DPR saat ini tengah memasukkan revisi Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional dalam program legislasi tahun 2025.

Baca Juga:  113 Santri Muhi Jadi Mubalig Hijrah di Sleman dan Tegalrejo

“Kami bertekad memastikan, undang-undang yang revisi ini akan jauh lebih baik. Mengakomodasi hal-hal yang belum teratur, serta menyempurnakan aspek-aspek yang masih perlu ditingkatkan,” jelasnya.

Program Kreasi secara substansial mendukung Partnership Compact Indonesia dalam upaya meningkatkan kualitas pembelajaran. Di mana menjadi fokus utama dalam Annual Joint Sector Review (AJSR) 2024.

AJSR merupakan kajian sektor pendidikan di Indonesia yang bertujuan merumuskan langkah-langkah strategis untuk meningkatkan hasil pembelajaran. Temuan dari AJSR semakin memperkuat urgensi intervensi terarah seperti Kreasi. Tujuannya, memperkokoh keterampilan dasar dan meningkatkan capaian belajar siswa.

Fondasi Esensial

CEO Global Partnership for Education, Laura Frigenti, dalam kesempatan yang sama menyampaikan pandangannya. “Kemampuan dasar adalah fondasi esensial bagi anak-anak untuk terus belajar sepanjang hayat mereka. Membantu mereka melewati berbagai jenjang pendidikan,” ungkapnya.

Menurutnya, inilah yang mendasari kolaborasi GPE dengan para mitra di Indonesia untuk membangun keterampilan krusial ini sejak usia dini. Terutama bagi anak-anak dari kelompok rentan.

“Memprioritaskan pembelajaran dasar memiliki potensi besar untuk mentransformasi sistem pendidikan Indonesia dan membantu negara ini mencapai target pembelajaran yang ambisius,” imbuhnya dengan optimisme.

Kolaborasi solid antar berbagai pihak adalah kunci utama untuk memastikan setiap anak di Indonesia mendapatkan akses terhadap pendidikan yang berkualitas. Saatnya bergandengan tangan mendukung inisiatif Kreasi, demi mewujudkan generasi penerus bangsa yang cerdas dan mampu meraih masa depan yang gemilang. (#)

Penyunting Sayyidah Nuriyah