Feature

Keteladanan Orang Tua Fondasi Jati Diri Anak

44
×

Keteladanan Orang Tua Fondasi Jati Diri Anak

Sebarkan artikel ini
Madtsamuda menggalang sinergi sekolah-keluarga lewat pembagian rapor dan parenting. Momentum ini menjadi wadah menyoroti krusialnya keteladanan orang tua membentuk jati diri anak di era digital.
Pembagian rapor berbonus parenting keteladanan orang tua di Madrasah Tsanawiyah Muhammadiyah 2 (Madtsamuda) Karangasem. (Tagar.co/Iwan Abdul Gani)

Madtsamuda menggalang sinergi sekolah-keluarga lewat pembagian rapor dan parenting. Momentum ini menjadi wadah menyoroti krusialnya keteladanan orang tua membentuk jati diri anak di era digital.

Tagar.co – Di tengah dinamika pendidikan yang kian kompleks, Madrasah Tsanawiyah Muhammadiyah 2 (Madtsamuda) Karangasem, Paciran, Lamongan, mengambil langkah strategis. Madtsamuda menyelenggarakan pembagian rapor sekaligus parenting, Sabtu (21/6/2025).

Acara ini berlangsung di Aula Kiai Haji Abdurrahman Syamsuri. Hadir ratusan wali murid serta dewan guru pada parenting bertajuk “Membangun Jati Diri Anak melalui Keteladanan Orang Tua” itu.

Madtsamuda menghadirkan Aris Setiawan, seorang parenting therapist yang telah lama berkecimpung dalam pendampingan keluarga dan pendidikan berbasis karakter, sebagai pemateri utama. Kepala Madtsamuda, Millazul Faidah, M.Pd. dalam sambutannya menegaskan, peran orang tua tidak bisa tergantikan oleh lembaga pendidikan formal.

Menurutnya, sekolah hanya menjadi mitra dalam proses pembentukan karakter anak. Sementara rumah tetap menjadi pusat utama pendidikan.

“Keteladanan orang tua adalah fondasi yang tidak tergantikan. Anak-anak meniru, menyerap, dan mencontoh apa yang mereka lihat setiap hari di rumah. Maka, kita sebagai orang tua harus memberi contoh, bukan hanya instruksi,” tutur Millazul.

Baca Juga:  Sebar Mubalig, Cahaya Muhammadiyah Terangi Pelosok Kalimantan Tengah

Ia juga mengungkapkan, anak yang orangtua titipkan di pondok pesantren sedang berjuang. Mereka berupaya sekuat tenaga demi mendapatkan ilmu yang kelak bermanfaat untuk dirinya, keluarganya, kemudian masyarakat.

“Saya mohon Bapak dan Ibu menghargai hasil dari upaya yang sudah anak-anak kita peroleh. Kami yang ada di Madtsamuda selalu berupaya untuk memberikan pendidikan dan teladan yang terbaik untuk peserta didik kami,” ungkapnya.

Kepala madrasah ini meyakini, orang tua yang menempatkan putra-putrinya di madrasah yang dia pimpin itu, percaya bahwa pendidikan di Madtsamuda adalah yang tepat. Ia juga menyampaikan, kegiatan ini bukan sekadar seremoni pembagian hasil belajar siswa, tetapi sebagai forum reflektif yang mengajak orang tua untuk kembali memahami posisi strategis mereka dalam membentuk kepribadian anak di era digital yang penuh distraksi.

Ketimpangan Ekspektasi dan Realitas Keteladanan

Sementara itu, Aris Setiawan dalam sesi parenting memaparkan sejumlah fenomena yang menunjukkan ketimpangan antara ekspektasi orang tua terhadap anak dan realitas keteladanan yang diberikan. Ia menyampaikan, banyak anak kehilangan arah karena minimnya figur panutan di lingkungan terdekat, yakni keluarganya sendiri.

Baca Juga:  Kisahkan Bilal, Guru Spemdalas Sentuh Hati Siswa SD Muhammadiyah Sidayu

“Tugas mendidik anak yang pertama dan utama ada pada orang tua. Sekolah memang penting, tapi ia hanya pelengkap. Anak belajar lebih banyak dari sikap ayah dan ibunya daripada dari buku pelajaran,” ujar Aris.

Ia juga menekankan pentingnya komunikasi yang sehat dan konsisten dalam keluarga. Menurutnya, kelekatan emosional antara orang tua dan anak menjadi landasan bagi terbentuknya rasa percaya diri dan jati diri anak.

“Jika anak tumbuh dalam rumah yang penuh cinta, dukungan, dan keteladanan, maka ia akan lebih siap menghadapi tantangan kehidupan di luar rumah. Keteladanan itu bukan hanya soal moral, tetapi juga soal etos kerja, cara berbicara, dan menyikapi masalah,” tambahnya.

Dengan penyelenggaraan acara ini, Madtsamuda menegaskan komitmennya dalam mendorong kolaborasi yang erat antara sekolah dan keluarga. Bagi Madtsamuda, pendidikan bukanlah proses sepihak, melainkan ekosistem yang tumbuh dari sinergi, keteladanan, dan kepedulian bersama.

Komitmen ini harapannya dapat menciptakan lingkungan yang kondusif bagi tumbuh kembang optimal peserta didik, baik di lingkungan sekolah maupun di rumah. (#)

Baca Juga:  Kartu Ajaib untuk Menembus Pemahaman Kata Konotasi

Jurnalis Iwan Abdul Gani Penyunting Sayyidah Nuriyah