Feature

Kaderisasi Tak Harus Serius: Belajar dari Famgath Kader sang Surya

21
×

Kaderisasi Tak Harus Serius: Belajar dari Famgath Kader sang Surya

Sebarkan artikel ini
Ketua PWM Jatim, dr. Sukadiono (tengah) menutup acara Family Gathering Kader sang Surya di lapangan Blessing Hill, Trawas Mojokerto, Jawa Timur, Ahad, 29 Juni 2025 (Tagar.co/Nadhirotul Mawaddah)

Di bawah semilir angin Trawas, kader Muhammadiyah dari berbagai usia berkumpul bukan hanya untuk bersenang-senang, tapi menanam nilai perserikatan sejak dini.

Tagar.co – Mentari menjelang siang mulai terasa terik, namun semangat ratusan peserta Family Gathering (Famghat) Ke-13 Kader sang Suryatak surut sedikit pun. Di Blessing Hills, Trawas, Mojokerto, Jawa Timur Ahad (29/6/2025), mereka berkumpul di halaman utama, merapat ke sumber suara. Di sana, Ketua PWM Jawa Timur, Dr. dr. Sukadiono, M.M., telah berdiri menyambut dan bersiap menutup rangkaian acara yang sarat makna ini.

Dengan raut wajah bangga, dokter yang akrab disapa Suko itu menyampaikan apresiasi mendalam. Bukan hanya kepada panitia, tetapi juga kepada seluruh kader Muhammadiyah Jatim, dari generasi senior hingga junior, yang selama 13 tahun berturut-turut telah menjaga tradisi family gathering ini tetap hidup.

“Luar biasa, kegiatan semacam ini tidak ada di PWM yang lain kecuali di Jatim,” ujarnya dengan nada bangga.

Baca juga: Family Gathering Kader sang Surya: Meriah, Hangat, Penuh Tawa

Baca Juga:  Saf Salat yang Rapat dan Lurus: Disiplin Kecil, Makna Besar

Bagi Suko, acara ini bukan sekadar ajang kumpul-kumpul keluarga. Lebih dari itu, ini adalah ruang pengaderan lintas usia, dari anak-anak hingga orang tua. Ia menaruh harapan besar terhadap generasi penerus Muhammadiyah yang sejak dini telah terbiasa menyatu dalam nuansa kebersamaan perserikatan.

“Insyaallah di bawah alam bawah sadar akan terpatri hingga dewasa, mereka akan ingat bahwa orang tuanya dulu selalu mengajak dia untuk aktif di kegiatan perserikatan Muhammadiyah maupun organisasi otonomnya,” tutur Suko.

Foto bersama di acara penutupan Family Gathering Kader sang Surya di lapangan Blessing Hill, Trawas Mojokerto, Jawa Timur, Ahad, 29 Juni 2025 (Tagar.co/Nadhirotul Mawaddah)

Di hadapan peserta, ia juga menyampaikan keinginan agar tahun depan kegiatan serupa digelar di wilayah barat Jawa Timur. Dengan gaya santai, ia menunjuk salah satu peserta yang juga anggota DPRD Jawa Timur, Suli Da’im, sebagai ketua panitia berikutnya.

“Entah itu di Sarangan atau yang lain, tahun depan Pak Suli yang jadi ketua panitia,” ujarnya sambil menunjuk Suli.

“Meskipun belum ada SK, tapi perintah ketua harus dilaksanakan. Ini perintah,” katanya sembari tersenyum, disambut tawa peserta.

Tepuk tangan dan sorak sorai pun menggema saat ia mengucapkan penutupan resmi acara.

Baca Juga:  Zada yang Tak Pernah Diam

“Dengan mengucap alhamdulillah, Family Gathering Je-13 Kader Sang Surya dengan resmi ditutup. Sampai ketemu tahun depan di wilayah barat Jawa Timur.”

Mendampingi suaminya, Tutuk Eka Rachmawati, istri dari Suli Da’im, menyatakan kesediaannya memikul amanah sebagai ketua panitia tahun depan.

“Semoga amanah yang diberikan oleh PWM bisa kami emban dengan baik,” tuturnya mantap.

“Semoga pada kegiatan Famgath ke-14 apa yang dimimpikan bisa terlaksana dengan baik, lebih maksimal lagi terutama konsumsi, penginapan, dan kamar,” tambahnya.

Dengan nada berseloroh, Tutuk mengungkapkan bahwa pada kegiatan kali ini, ia dan keluarga tidak mendapatkan jatah kamar. Namun hal itu ia terima dengan lapang dada.

“Ini adalah dinamika sebagai panitia, tidak boleh diprotes, diterima apa adanya,” ucapnya sambil mengulum senyum.

Dari kerumunan peserta, Munassib Syihad (67) tampak ikut bersukacita. Warga Keraton, Pasuruan, yang juga anggota Majelis Tarjih Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Pasuruan ini bukan orang baru di kegiatan Kader sang Surya. Bersama keluarga, ia rutin mengikuti kegiatan ini bahkan sejak almarhum Nadjib Hamid masih aktif.

Baca Juga:  “Menjahit Kembali Mimpi yang Terbelah”, Karya Nadhirotul Mawaddah Juara I Lomba Cerpen JSIT

“Beberapa kali ikut sejak almarhum Nadjib Hamid masih hidup,” ujarnya mengenang.

Family Gathering Kader sang Surya bukan hanya ajang tahunan. Ia telah menjelma menjadi ruang silaturahmi, wahana kaderisasi, dan laboratorium keakraban lintas usia yang jarang dimiliki organisasi lain. (#)

Jurnais Nadhirotul Mawaddah Penyunting Mohammad Nurfatoni