Opini

Jelang Milad Nasyiatul Aisyiyah, Kenapa Launching Logo Selalu Last Minutes?

74
×

Jelang Milad Nasyiatul Aisyiyah, Kenapa Launching Logo Selalu Last Minutes?

Sebarkan artikel ini
Logo Nasyiatul Aisyiyah (Tagar.co/Istimewa)
Logo Nasyiatul Aisyiyah (Tagar.co/Istimewa)

Jelang Milad Ke-94 tahun berdasarkan hitungan Masehi, Nasyiatul Aisyiyah belum launching logo. Padahal Milad akan berlangsung dua hari lagi, yakni 16 Mei. Akar rumput menanti, sebagai bentuk cinta pada organisasi berlambang padi ini.

Oleh Nely Izzatul, Kader Nasyiatul Aisyiyah Ranting Mencorek, Brondong, Lamongan, Jawa Timur.

Tagar.co – Dua hari lagi, tepat pada 16 Mei 2025, Nasyiatul Aisyiyah akan merayakan Milad Ke-94 tahun berdasarkan kalender masehi. Beberapa rekan bertanya kepada saya, “Mbak, sudah ada info logo dan tema Milad?”

Mendapatkan pertanyaan seperti itu, saya pun mengernyitkan dahi. Siapa saya? Bukan jajaran struktural di level tertinggi Pimpinan Pusat Nasyiatul Aisyiyah (PPNA). Maka kalimat yang sepantasnya saya jawab adalah “Yang ditanya tidak lebih tahu dari yang bertanya”.

Pertanyaan seperti itu rasanya hampir selalu saya dapatkan setiap menjelang Milad. Mungkin bagi teman-teman di jajaran ranting maupun cabang tempat saya tinggal, saya dianggap lebih tahu. Padahal juga tidak begitu. Karena saya juga hanya kader biasa di ranting.

Sebagaimana pagi tadi, Rabu (14/5/2025), pertanyaan serupa muncul di Whatsapp —sehingga saya tertarik untuk membuat tulisan ini. “Mbak sudah ada logo dan tema Milad? Scroll di akun instagram PPNA kok belum ada”.

“Lha, kalau di Instagram PPNA saja belum ada. Tentu saya tidak lebih tahu,” inginnya saya jawab begitu.

Antusiasme Akar Rumput

Nyatanya begitulah yang terjadi di akar rumput. Banyak kader antusias ingin menyemarakkan Milad organisasi yang dicintainya ini walau sekedar lewat ucapan. Tidak sedikit juga di antara mereka menunjukkan semangat yang begitu rupa ingin melakukan beragam kegiatan. Tapi sampai dua hari menjelang Milad versi masehi-nya, belum juga ada logo Milad muncul di instagram.

Salah dua contoh kecil yang saya tahu adalah Pimpinan Ranting Nasyiatul Aisyiyah (PRNA) Brondong Lamongan dan Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah (PDNA) Gresik. Walaupun belum ada launching logo dan tema Milad, tapi mereka sudah gerak cepat (gercep) membuat kegiatan.

Kalau PRNA Brondong akan mengadakan Beuaty Class, sementara PDNA Gresik menggelar lomba video ucapan kreatif Milad Nasyiatul Aisyiyah. Lalu bagaimana ucapan video itu bisa kreatif, kalau logo dan tema Milad belum diketahui? He he he.

Sependek pengalaman yang pernah saya tanyakan kepada teman, PPNA memang lebih memprioritaskan peringatan Milad di tahun hijriah dari pada tahun masehi. Tapi menurut hemat penulis, sepertinya akan lebih baik jika masuk awal bulan Mei, PPNA sudah melaunching logo itu. Setidak-tidaknya jangan baru dilaunching saat tepat tanggal 16 Mei. He he.

Entah kenapa Nasyiatul Aisyiyah selalu last minutes menerbitkan logo Milad ini? Bukankan tidak sedikit kader yang pastinya sangat mumpuni membuatnya sebelum hari H? Sehingga seyogyanya saat hari H —16 Mei itu, sudah muncul beragam ucapan Milad yang memenuhi lini masa sosial media.

Sebagai putri belia harapan Aisyiyah, mungkin Nasyiatul Aisyiyah bisa belajar dari Ibundanya. Ibu-ibu Aisyiyah, yang Miladnya tanggal 19 Mei (hanya selisih 3 hari itu), tetapi sudah launching logo jauh-jauh hari.

Padahal secara usia organisasi maupun usia kadernya, Nasyiatul Aisyiyah tentu saja lebih muda dari usia Aisyiyah. Semestinya lebih terngiang-ngiang untuk mengingat hari Miladnya. Hehe. Semoga. (#)

Penyunting Mohammad Nurfatoni

Opini

Detak jantung tidak pernah berhenti bekerja—tetapi kita sering…