Feature

Jangan Lewatkan Puasa Arafah 9 Zulhijah: ‘Lailatulqadar’ Versi Siang Hari

35
×

Jangan Lewatkan Puasa Arafah 9 Zulhijah: ‘Lailatulqadar’ Versi Siang Hari

Sebarkan artikel ini
Jemaah haji sedang  wukuf di Jabal Rahmah, Arafah, Makkah Saudi Arabia 27 Juni 2023. (Foto Elif Ozturk Ozgoncu/Anadolu Agency via Getty Images)

Jangan lewatkan 9 Zulhijah, Hari Arafah—hari paling mustajab untuk berdoa dan berpuasa. Rasulullah menyebutnya sebagai waktu pengampunan dua tahun dosa. Inilah Lailatulqadar di siang hari.

Oleh: Ulul Albab; Ketua Litbang DPP Amphuri; Ketua ICMI Orwil Jawa Timur; Akademisi Unitomo

Tagar.co – Sahabat muslim yang dirahmati Allah. Jangan lengah. Jangan lalai. Besok, Kamis, 9 Dzulhijjah 1446 atau 5 Juni 2025, kita memasuki salah satu hari paling agung dalam kalender hijriah, yaitu Hari Arafah.

Di Tanah Suci, jutaan jemaah haji akan berdiam di Padang Arafah untuk melaksanakan puncak ibadah haji yang dikenal sebagai wukuf. Namun, bagi umat Islam yang tidak sedang berhaji, hari ini tetap menjadi momen istimewa. Sebuah kesempatan emas untuk mendekat kepada Allah, menghapus dosa, dan memperbarui tekad keislaman.

Arafah, Hari Agung Penebus Dosa

Rasulullah Saw. bersabda, “Tidak ada hari yang lebih banyak Allah membebaskan manusia dari neraka selain Hari Arafah.” (H.R. Muslim). Hari Arafah adalah momen agung ketika Allah menampakkan keagungan-Nya kepada para malaikat dan membanggakan hamba-hamba-Nya yang berdoa dengan khusyuk dan tunduk.

Baca Juga:  Mantan Menteri Agama Yaqut Tersangka KPK, Pelajaran Penting bagi Tata Kelola Haji

Baca juga: Khotbah Arafah Kini Bisa Didengar dalam 34 Bahasa, Cukup lewat QR Code

Hari Arafah menjadi momentum spiritual global bagi umat Islam, baik yang berada di Padang Arafah maupun yang di pelosok negeri seperti Indonesia. Bagi yang tidak berhaji, Nabi Muhammad Saw. menganjurkan untuk berpuasa. Dalam hadis disebutkan: “Puasa Arafah menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.” (H.R. Muslim).

Hanya dengan satu hari menahan lapar dan dahaga, kita diberi anugerah penghapusan dua tahun dosa-dosa ringan. Inilah rahmat Allah yang luar biasa—sering kali terabaikan di tengah kesibukan dunia.

Doa Terbaik di Hari Arafah

Hari Arafah juga dikenal sebagai hari mustajab untuk berdoa. Rasulullah Saw. bersabda: “Doa terbaik adalah doa pada Hari Arafah.” (HR Tirmizi). Bahkan para ulama mengibaratkannya sebagai “Lailatulqadar di siang hari”.

Isi hari ini dengan doa dan munajat. Tak perlu kata-kata rumit. Cukup dengan hati yang ikhlas dan lisan yang jujur: memohon ampunan, keselamatan dunia–akhirat, dan kemuliaan bagi keluarga, umat, serta bangsa.

Baca Juga:  Menanti 1 Syawal: Antara Ilmu, Ijtihad, dan Kedewasaan Umat

Jangan lupa membaca zikir yang dianjurkan Nabi: “Laa ilaaha illallaahu wahdahu laa syariikalahu, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai’in qadiir.” Inilah zikir terbaik di Hari Arafah dan zikir para nabi menurut Rasulullah.

Kapan Waktu Terbaik Berdoa?

Waktu puncak Hari Arafah di Makkah adalah sejak tergelincir matahari (sekitar pukul 12.30 siang) hingga matahari terbenam (sekitar pukul 18.30 malam waktu Arab Saudi).

Karena Arab Saudi berada di zona waktu GMT+3 dan Indonesia (WIB) di GMT+7, maka waktu mustajab di Indonesia adalah pukul 16.30–22.30 WIB. Inilah saat yang sejajar dengan wukuf di Arafah—waktu terbaik untuk berdoa, sebagaimana dijelaskan dalam hadis dan fatwa ulama seperti Syekh Abdul Aziz bin Baz dan Syekh Shalih al-Fauzan.

Tips Praktis Memanfaatkan Hari Arafah

  1. Berpuasa pada 9 Zulhijah (besok), jika memungkinkan.

  2. Perbanyak doa dan zikir setelah Asar (sekitar pukul 16.00 WIB).

  3. Puncak waktu mustajab: pukul 16.30–22.30 WIB. Manfaatkan untuk doa bersama keluarga atau refleksi pribadi yang khusyuk.

Baca Juga:  Ramadan dan Jalan Mengenal Allah: Tafakur dari Surat Al-Hadid

Jika Lailatulqadar adalah momen privat yang misterius, maka Arafah adalah momen publik yang terang. Di tengah hiruk-pikuk sosial-politik, Arafah adalah jeda suci. Kita diajak kembali ke inti: bahwa manusia adalah hamba, dunia ini fana, dan hanya kepada Allah tempat kembali.

Jadikan Hari Arafah sebagai momentum keluarga. Setelah berbuka, duduklah bersama—orang tua, anak-anak, pasangan. Buka mushaf, baca doa, ucapkan hajat-hajat, dan mohonkan ampunan. Hari ini, Allah sangat dekat. Sangat mendengar.  (#)

Penyunting Mohammad Nurfatoni