
Jalan santai merayakan HUT Kemerdekaan dilakukan siswa dan guru Perguruan Muhammadiyah Cerme. Mereka menyusuri tanggul Kali Lamong.
Tagar.co – Lapangan Perguruan Muhammadiyah Cerme Gresik tak seperti biasanya, Selasa pagi (18/8/2025).
Sejak pukul 07.00, ratusan siswa, guru, dan karyawan dari SD Al-Islam, SMP Muhammadiyah 7, SMA Muhammadiyah 8, hingga SMK Muhammadiyah 3 Gresik sudah berkumpul dengan wajah berbinar.
Mereka bersiap mengikuti jalan santai yang menjadi bagian dari agenda puncak peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia ke-80 di Perguruan Muhammadiyah Cerme.
Rombongan siswa dan guru SMA Muhammadiyah 8 mengenakan seragam Hizbul Wathan (HW). Ini berbeda dengan peserta lain yang mengenakan kaus olahraga.
Pilihan seragam HW ini dengan pemikiran, kepanduan Muhammadiyah ini telah melahirkan banyak tokoh pejuang bangsa, seperti Panglima Besar Jenderal Sudirman.
Dengan balutan seragam HW, para siswa ingin merepresentasikan semangat sang jenderal: meski tubuh bisa lelah, semangat perjuangan tak boleh padam.
Seperti pesan Jenderal Sudirman, “Menjadi kader Muhammadiyah itu berat. Ragu dan bimbang, lebih baik pulang.”
Dentuman musik dan sapaan hangat mengantar langkah rombongan meninggalkan lapangan. Jalur yang ditempuh berbeda dari biasanya. Siswa diajak menelusuri tanggul Kali Lamong di belakang sekolah.
Suasana rindang dan lapang menghadirkan keteduhan membuat siswa merasakan angin segar di alam terbuka.
Namun jalan setapak di atas tanggul cukup licin. Peserta hanya bisa berjalan satu per satu, membuat barisan panjang mengular ke belakang. Di situlah suasana berubah menjadi lebih semarak.
Kayyisil Fikri dan Dandy Firmansyah, dua siswa SMA Muhammadiyah 8, tiba-tiba melepas teriakan lepas ke udara.
Suara mereka bergema, bersahut-sahutan dengan alam, seperti tengah bercakap dengan semesta. Gelak tawa segera menyusul, gurauan mereka disambut kawan-kawan lain. Alam yang semula hening mendadak riuh oleh energi remaja.
“Jalan sehat ini menjadi sarana bagi siswa untuk melepaskan emosi mereka. Tidak hanya bermanfaat bagi tubuh, tetapi juga menyehatkan jiwa,” tutur Bu Mely Tri,S.Pd, guru Ekonomi SMA Muhammadiyah 8 yang turut mendampingi.
Menurutnya, rutinitas kelas sering membuat siswa terkungkung dalam ritme yang sama, sementara jalan sehat semacam ini memberi ruang untuk menyegarkan pikiran.
Jalan sehat hari itu akhirnya berujung di garis akhir. Bagi keluarga besar Perguruan Muhammadiyah Cerme, kegiatan ini menjadi medium kebersamaan lintas jenjang yang mempererat ikatan persaudaraan. (#)
Jurnalis Liset Ayuni Penyunting Sugeng Purwanto












