Feature

Langkah Pertama sebagai Dai: Mastama ADI Jatim Dibuka

632
×

Langkah Pertama sebagai Dai: Mastama ADI Jatim Dibuka

Sebarkan artikel ini
Ruang briefing PPIC eLKISI Mojokerto menjadi saksi lahirnya 25 mahasantri baru Akademi Dakwah Indonesia Jawa Timur. Dengan khidmat, Mastama resmi dibuka, menandai awal perjalanan mereka menapaki jalan dakwah.
Penyematan secara simbolis ID card peserta Mastama oleh Ustaz Fulung Wahyu Nugroho (Tagar.co/Sadidatul Azka)

Ruang briefing PPIC eLKISI Mojokerto menjadi saksi lahirnya 25 mahasantri baru Akademi Dakwah Indonesia Jawa Timur. Dengan khidmat, Mastama resmi dibuka, menandai awal perjalanan mereka menapaki jalan dakwah.

Tagar.co – Selasa pagi (19/8/2025) yang cerah di Ruang Briefing Pondok Pesantren Islamic Center (PPIC) eLKISI, Pungging, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, menjadi awal perjalanan baru bagi calon kader dai muda.

Di tempat inilah Masa Taaruf Mahasantri (Mastama) Akademi Da’wah Indonesia (ADI) Jawa Timur Tahun Ajaran 2025/2026 resmi dimulai.

Baca juga: Mastama ADI Jatim: Dakwah Harus Seimbang antara Kabar Gembira dan Peringatan

Tepat pukul 08.00 WIB, Alisia Yuniar Rohmah dari panitia membuka acara dengan sambutan hangat. Ia menyapa 25 mahasantri baru—15 putri dan 10 putra—yang siap menjalani hari-hari awal mereka di dunia dakwah.

Suasana menjadi lebih khidmat ketika M. Salman Alfarisi, mahasantri asal Surabaya, melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur’an dengan suara tenang.

Sambutan dari pihak ADI Jawa Timur disampaikan oleh Ustaz Wahid Hasyim selaku musyrif, menggantikan direktur yang berhalangan hadir.

Baca Juga:  Pengajian Embun Pagi Jetis Ponorogo, Ruang Teduh Menjaga Iman di Akhir Zaman

Meski datang sebagai pengganti, pesannya tetap memberi semangat: dakwah adalah perjuangan yang tidak boleh terhenti.

Mahasiswa ADI: Peserta Mastama putri bersama musyrifah (Tagar.co/Sadidatul Azka)

Momen penting hadir saat penyematan kalung pengesahan kepada para peserta. Simbol sederhana ini menandai dimulainya Mastama sekaligus meneguhkan tanggung jawab baru yang dipikul setiap mahasantri.

Doa penutup dipimpin oleh Ustaz Fulung Wahyu Nugroho, alumnus angkatan pertama ADI Jawa Timur yang telah menempuh studi di Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah (STID) Mohammad Natsir Jakarta.

Kini ia kembali sebagai musyrif, membimbing generasi penerus. Doanya penuh harap agar langkah para mahasantri baru senantiasa diberkahi Allah dan istiqamah dalam perjuangan.

Sekitar pukul 09.30 WIB, acara ditutup dengan bacaan hamdalah dan doa kafaratul majelis bersama. Suasana sederhana itu meninggalkan kesan mendalam—awal kecil yang akan mengantar mereka menuju jalan dakwah yang panjang. (#)

Jurnalis Sadidatul Azka Penyunting Mohammad Nurfatoni