Feature

Jalamu dan Saranmu: Ikhtiar Muhammadiyah Hadir bagi Nelayan dan Pekerja Migran

103
×

Jalamu dan Saranmu: Ikhtiar Muhammadiyah Hadir bagi Nelayan dan Pekerja Migran

Sebarkan artikel ini
Muhammadiyah Jawa Timur mengukuhkan Jalamu dan Saranmu Kabupaten Malang sebagai langkah dakwah sosial memperkuat pemberdayaan nelayan dan migran secara berkeadilan berkelanjutan.
Pelantikan Jalamu dan Saranmu Kabupaten Malang. (Tagar.co/Hutri)

Muhammadiyah Jawa Timur mengukuhkan Jalamu dan Saranmu Kabupaten Malang sebagai langkah dakwah sosial memperkuat pemberdayaan nelayan dan migran secara berkeadilan berkelanjutan.

Tagar.co — Pagi itu, Aula Pusdiklat Kampus III Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) terasa berbeda. Deretan kursi terisi para pimpinan persyarikatan, aktivis pemberdayaan, hingga perwakilan nelayan dan komunitas migran. Sabtu, 7 Februari 2026, menjadi penanda lahirnya harapan baru bagi kelompok yang kerap berada di pinggir arus pembangunan.

Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur secara resmi mengukuhkan Jamaah Nelayan Muhammadiyah (Jalamu) dan Sahabat Migran Muhammadiyah (Saranmu). Keduanya berdiri di bawah naungan MPM Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Malang. Prosesi pengukuhan itu tidak sekadar menandai pembentukan struktur organisasi. Tetapi juga mempertegas arah dakwah sosial Muhammadiyah yang berpihak kepada kelompok rentan.

Ketua MPM PWM Jawa Timur, Lutfi J. Kurniawan, berdiri di mimbar dengan nada tegas namun tenang. Ia menegaskan, Muhammadiyah membentuk dan mengukuhkan Jalamu serta Saranmu sebagai wujud komitmen dakwah sosial yang berorientasi pada keadilan dan kesejahteraan.

Baca Juga:  Jalamu Se-Jawa Timur Dikukuhkan, Muhammadiyah Hadir di Pesisir

“Melalui struktur yang tertata di tingkat daerah, kami ingin memastikan program pemberdayaan berjalan terukur, berkelanjutan, dan berdampak langsung bagi masyarakat,” ujarnya.

Menurut Lutfi, Jalamu harapannya menjadi wadah penguatan kapasitas nelayan, mendorong kemandirian ekonomi, sekaligus memperkuat advokasi hak-hak mereka. Sementara itu, Saranmu hadir untuk mendampingi pekerja migran dan calon pekerja migran, mulai dari edukasi, perlindungan, hingga penguatan keluarga yang ditinggalkan.

Sejumlah pimpinan Muhammadiyah Jawa Timur, pengurus PDM Kabupaten Malang, unsur MPM tingkat wilayah dan daerah, serta perwakilan komunitas nelayan dan migran menghadiri kegiatan tersebut. Mereka tidak hanya menyaksikan prosesi pengukuhan, tetapi juga mengikuti penguatan visi gerakan dan konsolidasi program.

Abdul Rouf, Wakil Ketua PDM Kabupaten Malang, menyampaikan harapannya agar pengurus Jalamu dan Saranmu tidak berhenti pada seremoni. “Kami berharap pengurus mampu berperan aktif menjawab persoalan sosial-ekonomi masyarakat pesisir dan migran, sekaligus memperkuat kontribusi persyarikatan dalam pembangunan yang berkeadilan dan berkelanjutan,” katanya.

Muhammadiyah Jawa Timur mengukuhkan Jalamu dan Saranmu Kabupaten Malang sebagai langkah dakwah sosial memperkuat pemberdayaan nelayan dan migran secara berkeadilan berkelanjutan.
Pelantikan Jalamu dan Saranmu Kabupaten Malang. (Tagar.co/Hutri)

Dakwah Menyentuh Laut dan Sawah

Ketua Divisi Petani, Nelayan, dan Buruh Migran MPM PWM Jawa Timur, Hutri Agustino, menekankan makna pengukuhan tersebut. Baginya, momen itu peneguhan ikhtiar Muhammadiyah untuk benar-benar hadir di ruang hidup masyarakat kecil.

Baca Juga:  Jalamu Se-Jawa Timur Dikukuhkan, Muhammadiyah Hadir di Pesisir

“Pengukuhan Jalamu dan Saranmu hari ini bukan sekadar seremoni. Ini adalah peneguhan ikhtiar agar Muhammadiyah hadir di tengah kehidupan nelayan, petani, dan buruh migran,” ujarnya.

Hutri menegaskan, nelayan, petani, dan buruh migran bukan objek pemberdayaan. Mereka subjek perubahan yang memiliki martabat, pengetahuan, dan kekuatan untuk bangkit bersama. Karena itu, pendekatannya harus menempatkan mereka sebagai mitra.

“Melalui MPM, kami ingin memastikan dakwah Muhammadiyah menyentuh laut tempat nelayan menggantungkan hidupnya, sawah tempat petani berjuang, serta negeri-negeri jauh tempat buruh migran mencari penghidupan,” tutur Hutri.

Ia menambahkan, Jalamu dan Saranmu harus menjadi ruang solidaritas, perlindungan, dan penguatan. Dengan cara itu, keadilan sosial tidak berhenti sebagai jargon, tetapi benar-benar terasa oleh mereka yang selama ini berada di pinggir.

Pengukuhan Jalamu dan Saranmu Kabupaten Malang menandai babak baru gerakan pemberdayaan Muhammadiyah. Dari aula kampus hingga pesisir dan negeri seberang, persyarikatan menegaskan langkahnya: hadir, membersamai, dan memperjuangkan kehidupan yang lebih bermartabat bagi semua. (#)

Jurnalis Hutri Agustinu Penyunting Sayyidah Nuriyah