
IPM Ngemboh menggelar Upgrading Kader. Kegiatan ini sebagai upaya membina kader agar semakin siap, terampil, dan matang secara pemikiran, mental, maupun organisasi. Menariknya, Ketua Ranting berhalangan hadir karena baru saja dipanggil bekerja di Surabaya.
Tagar.co – Sebanyak 86 kader Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) dari berbagai jenjang dan sekitar Ujungpangkah memadati Gedung MI Muhipat Ngemboh, Ujungpangkah, Gresik, Jawa Timur, Sabtu (12/7/2025).
Mereka sangat antusias untuk mengikuti kegiatan Upgrading Kader yang digelar Pimpinan Ranting Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PR IPM) Ngemboh. Kegiatan ini Mengangkat tema Penguatan Kader IPM Menuju Generasi Pemimpin yang Unggul.
Menariknya, Ketua PR IPM Ngemboh, M. Syihan Al Bana berhalangan hadir karena baru saja dipanggil bekerja di Surabaya. Meskipun demikian, kegiatan tetap berlangsung lancar dan penuh semangat.
Ketidakhadiran M. Syihan Al Bana menjadi dorongan moral bagi para kader untuk tetap solid dan mandiri dalam menyelenggarakan kegiatan organisasi.
Dalam sambutannya melalui pesan tertulis yang dibacakan oleh panitia, Syihan menyampaikan permohonan maaf atas ketidakhadirannya. Ia tetap memberikan semangat kepada seluruh peserta agar menjadikan upgrading ini sebagai momen untuk memperbarui niat, menyatukan visi, dan meneguhkan komitmen dalam ber-IPM.
“Menjadi kader IPM adalah kehormatan. Kita ditempa untuk menjadi generasi yang tangguh, tidak mudah menyerah, dan siap mengambil peran di masa depan,” tulisnya.
Bukti IPM Ngemboh Solid dan Mandiri
Ketua Panitia kegiatan, M. Fasihihul Lisan, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan ini. Ia mengapresiasi kerja tim panitia dan dukungan dari berbagai pihak, termasuk Pimpinan Cabang dan Ranting Muhammadiyah.
“Kegiatan ini membuktikan bahwa kader IPM mampu bergerak bersama, solid, dan tidak bergantung pada satu figur saja. Ini semangat kolektif yang perlu terus dijaga,” ujarnya.
Sambutan penuh motivasi juga disampaikan oleh Ketua PC IPM Ujungpangkah, Isfanji Qolbi. Ia menekankan pentingnya upgrading sebagai bagian dari sistem kaderisasi IPM.
“IPM tidak cukup hanya dengan semangat, tapi harus dibekali dengan pengetahuan, mentalitas, dan kepekaan sosial. Upgrading ini adalah langkah penting ke arah sana,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua PRM Ngemboh, Drs. H. Mu’afiq, M.Pd., hadir langsung dan memberikan nasihat kepada seluruh peserta. Ia menyampaikan bahwa kader IPM harus mampu menjaga akhlak dan keikhlasan dalam berorganisasi.
“Karena inilah yang menjadi pembeda antara gerakan Muhammadiyah dan organisasi lain. Kita bukan hanya ingin membentuk pemimpin, tapi juga pribadi yang jujur, santun, dan amanah,” ungkapnya.
Pemaparan Tiga Pemateri
Hadir tiga pemateri luar biasa yang membagikan ilmu dan pengalaman berharga dalam sesi upgrading tersebut:
Pertama, Muzayin Akmal, S.Or., Anggota Bidang Kader PDPM Gresik dan aktivis Muhammadiyah. Dia menyampaikan materi tentang Keorganisasian. Akmal mengajak seluruh peserta untuk mengembangkan potensi diri dalam berorganisasi dan berani tampil di tengah masyarakat.
Pemateri kedua, Ketua PRNA Ngemboh yang juga seorang pendidik muslimah, Ustadzah S., S.Pd., M.Pd. Ia membawakan materi tentang Kemuhammadiyahan. Ustadzah mengajak kader IPM untuk terus berkembang, percaya diri, dan aktif di semua lini terutama di Muhammadiyah ranting Ngemboh.
“Bahwa kehadiran IPM ini tidak hanya sekedar eksistensi organisasi pelajar belaka, melainkan sebuah amanah untuk berdakwah sesuai dengan landasan berdirinya Muhammadiyah,” tandasnya.
Pemateri ketiga adalah Ketua PR IPM Ngemboh periode 2017-2018, Bagas Setiawan. Kader muda progresif ini memberikan suntikan motivasi kepada seluruh peserta melalui materi Ke-IPM-an.
Dalam penyampaiannya, ia menekankan pentingnya bagi setiap kader IPM untuk senantiasa menginternalisasi dan mengamalkan nilai-nilai dasar IPM dalam kehidupan sehari-hari.
“Nilai-nilai tersebut mencerminkan semangat perjuangan yang tinggi, namun tetap diiringi dengan sikap santun dan beradab,” tuturnya.
Lebih lanjut, ia juga menjelaskan makna filosofis yang terkandung dalam elemen-elemen identitas IPM, seperti lambang, lagu mars, serta slogan Nuun Walqalami Wama Yasturuun. Bahwa keseluruhannya menggambarkan karakteristik intelektual dan spiritual kader IPM.
Peserta Diajak Melakukan Refleksi
Kegiatan berjalan sukses dan penuh semangat. Para peserta mengikuti berbagai sesi pemaparan, diskusi, serta dinamika organisasi yang dirancang untuk mengasah potensi diri dan menanamkan jiwa kepemimpinan.
Di sela acara, peserta juga diajak untuk melakukan refleksi pribadi dan komitmen ber-IPM. Sebelum kegiatan berakhir, panitia mengajak peserta menuliskan harapan dan cita-cita mereka dalam IPM, yang kemudian dikumpulkan untuk dijadikan bahan evaluasi dan tindak lanjut organisasi.
Kegiatan ditutup dengan doa dan foto bersama. Meski Ketua PR IPM Ngemboh tidak bisa hadir secara fisik, namun semangat kolektif dan kesungguhan panitia maupun peserta berhasil menjadikan Upgrading Kader IPM 2025 ini bermakna, inspiratif, dan berkesan.
Harapannya, kegiatan ini akan melahirkan kader-kader IPM yang siap menjadi pemimpin masa depan Muhammadiyah, umat, dan bangsa. (#)
Jurnalis Bagas Setiawan Penyunting Nely Izzatul












