
Musyda II Fokal IMM Kediri Raya tak hanya konsolidasi organisasi. Dua buku baru diluncurkan, menandai semangat intelektualitas yang tetap hidup di kalangan kader dan alumni.
Tagar.co – Musyawarah Daerah (Musyda) II Forum Keluarga Alumni Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (Fokal IMM) Kediri Raya pada Sabtu (23/8/2025) di Gedung Dakwah Muhammadiyah Kota Kediri, terasa semakin berkesan dengan peluncuran dua buku baru.
Acara yang dihadiri oleh Wakil Wali Kota Kediri Qowimuddin Thoha atau yang akrab disapa Gus Qowim, Wakil Ketua Fokal Jatim A. Shiddiq Notonegoro, Wakil Ketua PDM Kota Kediri Nyoto Pujiadi, dan Wakil Ketua PDM Kabupaten Kediri Yanuar Prakash ini sekaligus menegaskan komitmen IMM terhadap Tri Kompetensi Dasar, khususnya intelektualitas.
Dua Buku, Dua Napas Intelektual
Buku pertama berjudul 25 Tahun IMM Kediri Raya. Karya ini merupakan kumpulan tulisan dari para alumni dan kader aktif IMM Kediri Raya yang merefleksikan 25 tahun perjalanan organisasi dalam mencerahkan masyarakat Kediri Raya.
Inisiator penulisan buku tersebut, Bachrul Ihsan, menceritakan bahwa proyek pengumpulan naskah berlangsung sejak 13 Juni hingga 21 Agustus 2025. “Ada sekitar 20 alumni yang berpartisipasi dalam buku ini. Insyaallah buku segera dicetak dan bisa dinikmati khalayak luas,” ujarnya.
Sementara itu, buku kedua berjudul Menjadi Sekolah Unggulan adalah karya perdana Nico Perlambang Agung, pengurus Fokal IMM Kediri Raya sekaligus mantan Ketua Umum PC IMM Kediri periode 2012–2013. Buku ini ditulis berdasarkan pengalamannya mengajar sejak 2012, dan kini ia masih aktif sebagai guru di SMAN 1 Tegalombo, Pacitan.
“Peluncuran buku-buku ini adalah bentuk komitmen Fokal IMM pada prinsip intelektualitas dalam Tri Kompetensi Dasar IMM,” kata Nico.
Ia berharap karya ini menjadi pemantik lahirnya lebih banyak buku dari kader muda Muhammadiyah di Kediri Raya. “Hal ini baru awal, kami hanya sekadar mesiu peledak. Kediri Raya punya potensi luar biasa,” tambahnya.
Dengan adanya launching buku ini, Musyda II Fokal IMM Kediri Raya tidak hanya menjadi ajang konsolidasi organisasi, tetapi juga wadah untuk merawat tradisi intelektual yang menjadi ruh gerakan.
Dua buku yang lahir menjadi saksi bahwa semangat menulis, mendokumentasikan pengalaman, dan membagikan ilmu masih hidup di kalangan alumni maupun kader muda IMM.
Sementara itu Musyda II Fokal IMM Kediri Raya digealr 23 Agustus 2025 di Gedung Dakwah Muhammadiyah Kota Kediri. (#)
Jurnalis Nico Perlambang Agung Penyunting Mohammad Nurfatoni












