Feature

Suara Sejuk dari Kota Kediri: Jangan Terprovokasi, Jaga Persaudaraan

27
×

Suara Sejuk dari Kota Kediri: Jangan Terprovokasi, Jaga Persaudaraan

Sebarkan artikel ini
Ketua PDM Kota Kediri Ahmad Khoiruddin (Tagar.co/Tangkapan layar video)

Dalam suasana Kota Kediri yang baru saja diguncang kerusuhan, Ketua PDM Ahmad Khoiruddin menyerukan pesan damai: tetap tenang, hindari provokasi, dan jaga persaudaraan demi keutuhan bangsa.

Tagar.co – Suasana kebangsaan yang tengah bergejolak akibat demonstrasi berujung ricuh turut menjadi perhatian Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Kediri. Melalui sebuah pernyataan resmi yang diunggah di video, Ketua PDM Kota Kediri, Ahmad Khoiruddin, M.Pd.I., menyampaikan pesan damai yang ditujukan kepada warga, khususnya masyarakat Kediri, agar tetap menjaga ketenangan dan persaudaraan.

Dalam video pernyataan yang diterima Tagar.co, Selasa 2 September 2025, Kiai Khoiruddin, sapaan akrabnyanya, tampak mengenakan baju koko putih berhias sulaman sederhana dan berkopiah hitam.’

Baca juga: Membaca Kejanggalan di Balik Gelombang Demonstrasi yang Berujung Kerusuhan

Dengan suara tenang, ia menuturkan seruan moral agar masyarakat tidak terprovokasi isu-isu yang berpotensi menimbulkan perpecahan. Sosoknya yang bersahaja, dikenal dekat dengan warga melalui berbagai aktivitas keagamaan dan sosial, menjadikan pesannya terasa menyejukkan di tengah ketegangan.

Empat Pesan

Ada empat pesan utama yang disampaikan. Pertama, warga diminta tetap tenang serta menjaga kondusivitas kota. Kedua, hak menyampaikan pendapat hendaknya dilakukan dengan cara yang santun, bermartabat, dan sesuai konstitusi, bukan dengan tindak kekerasan.

Baca Juga:  Dapur yang Tak Pernah Kosong

Ketiga, perbedaan pendapat sebaiknya dimaknai sebagai sarana dialog dan musyawarah demi mencari solusi terbaik. “Islam mengajarkan kita untuk mencari solusi dengan semangat rahmatan lil’alamin,” ujar Kiai Khoiruddin.

Keempat, ia mengajak masyarakat memperbanyak doa, istighfar, dan amal saleh agar bangsa Indonesia senantiasa diberi keselamatan dan terhindar dari fitnah.

“Semoga Allah Swt melindungi kita semua, menjaga Kota Kediri, dan memberikan petunjuk jalan yang lurus bagi para pemimpin dan seluruh rakyat Indonesia,” tutupnya.

Pesan ini menjadi penegasan peran Muhammadiyah di tingkat daerah sebagai penopang ketenangan sosial. Di tengah gejolak politik dan aksi massa, suara damai dari seorang Ketua PDM seperti Kiai Khoiruddin adalah oase yang mengingatkan pentingnya menjaga persaudaraan dan keutuhan bangsa.

Latar Belakang Kerusuhan di Kota Kediri

Kota Kediri baru saja diguncang peristiwa kerusuhan besar pada Sabtu malam, 30 Agustus 2025. Mengutip detik.com, Awalnya ratusan massa berkumpul di depan Mapolres Kediri Kota untuk menyuarakan aspirasi. Namun, situasi berubah ricuh ketika pagar kantor polisi dijebol, sejumlah kendaraan dibalikkan dan dibakar, serta fasilitas umum dirusak.

Baca Juga:  Demonstrasi Kepung Mapolres Pasuruan, Aksi Solidaritas Kasus Tual

Kerusuhan meluas ke Gedung DPRD Kota Kediri. Lobi gedung terbakar, sementara sejumlah barang di dalamnya dijarah—mulai dari kursi, komputer, hingga perlengkapan kantor. Tidak berhenti di situ, massa juga bergerak ke kawasan Pemerintah Kabupaten Kediri. Gedung DPRD Kabupaten ikut dibakar, kantor pemerintahan dirusak, bahkan artefak di Museum Bhagawanta Bhari dijarah, termasuk arca dan benda bersejarah bernilai tinggi.

Situasi mencekam berlangsung hingga larut malam. Polisi mencatat ratusan orang diamankan, sebagian besar pelajar SMP dan SMA. Dari jumlah itu, belasan orang ditetapkan sebagai tersangka, termasuk empat anak-anak dan satu perempuan.

Akibat kerusuhan ini, aktivitas pemerintahan lumpuh. Beberapa kantor belum bisa berfungsi normal, sementara kerugian ditaksir mencapai ratusan miliar rupiah. Pemerintah Kabupaten Kediri pun memberlakukan jam malam bagi pelajar—mewajibkan mereka sudah berada di rumah sebelum pukul 21.00 WIB—untuk mencegah kejadian serupa terulang. (#)

Jurnalis Nico Perlambang Agung Penyunting Mohammad Nurfatoni