Panduan

Instagram Juara! Ini Media Sosial Favorit Dunia Tahun 2025

242
×

Instagram Juara! Ini Media Sosial Favorit Dunia Tahun 2025

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi AIInter

Instagram menjadi media sosial terfavorit di dunia tahun 2025, mengungguli WhatsApp dan Facebook. Temukan data lengkapnya dan bagaimana tren pengguna berubah di berbagai usia dan gender!

Tagar.co – Data terbaru dari GWI yang dirilis dalam laporan Special Report Digital 2025 yang dirilis Wa Are Social dan Meltwater pada 5 Februari 2025, mengungkapkan bahwa Instagram menjadi platform media sosial favorit di dunia. Sebanyak 16,6 persen pengguna media sosial aktif berusia 16 tahun ke atas menyebut Instagram sebagai platform pilihan mereka.

Baca juga: YouTube Jadi Aplikasi Media Sosial Paling Banyak Digunakan Tahun 2025

Di posisi kedua, WhatsApp mengamankan 16 persen suara, disusul Facebook dengan 13,1 persen. WeChat berada di urutan keempat dengan 12 persen, meskipun popularitasnya sebagian besar terkonsentrasi di Cina. Faktanya, data menunjukkan bahwa hanya 0,2 persen pengguna media sosial di luar China yang menyebut WeChat sebagai platform favorit mereka.

TikTok menempati posisi kelima dengan 8,1 persen pengguna dewasa yang mengaku menjadikannya sebagai media sosial pilihan mereka. Douyin, versi TikTok untuk Cina, mendapatkan angka 7,3 persen.

Baca Juga:  Algoritma Media Sosial dan Suara Kebenaran

X (Twitter) Masih Bertahan meski Ada Perubahan Besar

Sementara itu, meskipun banyak spekulasi mengenai penurunan popularitas X (sebelumnya Twitter), platform ini masih mempertahankan basis penggemarnya. Data menunjukkan bahwa 3,2 persen pengguna dewasa masih memilih X sebagai media sosial favorit mereka. Angka ini sama dengan tahun lalu dan hanya sedikit menurun dari 3,4 persen yang tercatat dalam laporan Digital 2023 Global Overview.

Instagram Paling Disukai oleh Pengguna Muda

Instagram tetap menjadi platform paling favorit di kalangan pengguna muda, baik pria maupun wanita.

  • Di kalangan perempuan, Instagram dipilih oleh 24,8 persen pengguna usia 16-24 tahun dan 20,8 persen di usia 25-34 tahun.
  • Di kalangan laki-laki, Instagram bahkan lebih dominan dengan 26,6 persen di kelompok usia 16-24 tahun dan 18,4 persen di usia 25-34 tahun.
    Namun, popularitasnya menurun pada usia yang lebih tua.

WhatsApp Jadi Favorit di Kelompok Usia Lebih Dewasa

WhatsApp semakin populer di kalangan pengguna berusia lebih tua, khususnya pada usia 45 tahun ke atas:

  • Di kalangan wanita, WhatsApp menjadi pilihan utama bagi 17,3 persen pengguna usia 45-54 tahun dan 21,1 persen pada usia 55-64 tahun.
  • Di kalangan pria, tren serupa terlihat dengan WhatsApp menjadi favorit 19,5 persen di usia 45-54 tahun dan 21,9 persen di usia 55-64 tahun.
Baca Juga:  Suara Pemerintah Kalah dengan Gemuruh Netizen

Facebook, TikTok, dan WeChat Masih Relevan

Selain Instagram dan WhatsApp, beberapa platform lain tetap memiliki basis pengguna setia:

  • Facebook lebih populer di kelompok usia lebih tua, dengan persentase pengguna yang meningkat setelah usia 35 tahun.
  • TikTok masih memiliki daya tarik tinggi di kalangan remaja perempuan (15,5 persen), tetapi popularitasnya menurun seiring bertambahnya usia.
  • WeChat menjadi platform yang cukup stabil di berbagai usia, dengan persentase pengguna laki-laki meningkat di usia 35 tahun ke atas.

Data ini menunjukkan bagaimana preferensi media sosial berubah berdasarkan kelompok usia dan gender. Platform seperti Instagram tetap kuat di kalangan muda, sementara WhatsApp semakin menguasai pasar pengguna yang lebih tua.

Dengan tren ini, pengiklan dan pemasar dapat menyesuaikan strategi mereka untuk menjangkau audiens yang tepat.

Kesimpulan: Data Adalah Kunci dalam Strategi Digital

Hasil survei ini menegaskan pentingnya memahami data daripada hanya mengikuti tren industri atau opini publik. Meskipun ada banyak spekulasi tentang pergeseran dalam lanskap media sosial, angka-angka ini memberikan wawasan yang lebih jelas tentang kebiasaan pengguna di seluruh dunia.

Baca Juga:  Pembatasan Medsos untuk Anak di Bawah 16 Tahun

Dengan wawasan ini, bisnis dan pembuat konten dapat lebih bijak dalam menentukan strategi pemasaran dan interaksi digital mereka, menyesuaikan pendekatan berdasarkan preferensi pengguna yang sebenarnya. (#)

Penyunting Mohammad Nurfatoni