Telaah

Ihsan kepada Janda dan Fakir Miskin

57
×

Ihsan kepada Janda dan Fakir Miskin

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi anak-anak keluarga miskin (Antara/AI)

Membantu janda dan kaum miskin bukan sekadar empati sosial, tetapi amal agung yang oleh Rasulullah Saw. disetarakan dengan jihad dan qiamulail.

Oleh: Muhammad Damanhurialias Ustaz Dayak, Ketua Yayasan Kejayaan Mualaf Indonesia dan Ketua Umum Lembaga Majelis Taklim Mualaf Kalimantan Barat. Bersama Muallaf Kita Mampu!

Tagar.co – Alhamdulillah, ya Allah. Subuh yang cerah hari ini menandai hari kesepuluh di bulan Ramadan sekaligus tanggal terakhir di bulan Februari 2026.

Ini menjadi pertanda bahwa Allah masih memberikan kesempatan kepada kita untuk terus mencari dan memperbanyak amal. Allah masih mengizinkan kita bernapas, menghirup udara, serta memberikan kesehatan sehingga kita dapat menunaikan ibadah puasa.

Baca juga: Ihsan kepada Ahlulbait, Wujud Cinta kepada Rasulullah

Untuk menambah keilmuan, mari kita belajar lagi dan melanjutkan kajian kita, yaitu Kitab Syajaratul Ma’arif, Bab 11 tentang Ihsan dengan Akhlak dan Perbuatan. Dalam bab ini terdapat beberapa subbab. Pada hari kesepuluh Ramadan ini, kita akan membahas:

Ihsan kepada para Janda dan Kaum Miskin

Rasulullah Saw. bersabda, “Orang yang bekerja untuk (membantu) janda dan orang miskin adalah seperti orang yang berjuang di jalan Allah.”

Baca Juga:  Ihsan, Bersegera Pulang pada Keluarga

Perawi berkata, “Saya mengira beliau juga bersabda: ‘Dan seperti orang yang qiyamullail yang tidak pernah putus dan seperti orang yang berpuasa yang tidak pernah berbuka.’” (Bukhari No 5353 dan Muslim No 2982 dari Abu Hurairah secara marfukl).

Karena lemahnya kondisi para janda dan ketidakmampuan mereka untuk bekerja, kebutuhan mereka menjadi lebih mendesak. Kedua golongan ini sering kali tidak mampu menutupi kebutuhan hidup mereka sendiri.

Semoga pelajaran Ramadan hari kesepuluh ini bermanfaat dan menjadi pengingat bagi kita semua. (#)

Penyunting Mohammad Nurfatoni