Telaah

Ihsan, Bersegera Pulang pada Keluarga

46
×

Ihsan, Bersegera Pulang pada Keluarga

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi Mohammad Nurfatoni/AI

Dalam sebuah hadis, Rasulullah Saw. mengingatkan bahwa perjalanan adalah keletihan. Karena itu, setelah urusan selesai, seorang Muslim dianjurkan segera kembali kepada keluarganya.

Oleh Muhammad Damanhuri alias Ustaz Dayak, Ketua Yayasan Kejayaan Mualaf Indonesia; Ketua Umum Lembaga Majelis Taklim Mualaf Kalimantan Barat; dan Penyuluh Agama Islam Kemenag Kota Pontianak. Bersama Muallaf Kita Mampu!.

Tagar.co – Alhamdulillah, beberapa hari ini umat Islam di Pontianak diberi cuaca yang cukup panas. Kondisi tersebut tentu menjadi ujian tersendiri bagi orang yang sedang berpuasa. Bahkan ada yang merasa sangat haus dan lapar sehingga tidak mampu melanjutkan puasanya.

Baca juga: Menolong Sesama, Jalan Mendapatkan Pertolongan Allah

Namun bagi mereka yang imannya kuat, ujian itu justru menjadi kesempatan untuk mempertahankan dan menguatkan keimanan.

Karena itu, demi menambah ilmu dan pemahaman dalam agama, marilah kita terus belajar dan melanjutkan kajian kita. Pada kesempatan ini kita melanjutkan pembahasan Kitab Syajaratul Ma’arif, Bab 11 tentang Ihsan dengan Akhlak dan Perbuatan. Dalam bab ini terdapat beberapa subbab. Pada hari kelima belas Ramadan ini kita akan membahas salah satu subbab, yaitu:

Baca Juga:  Ihsan dalam Berkawan dan Berpisah

Bersegera Pulang kepada Keluarga

Dalam hal ini, Rasulullah Saw. memberikan tuntunan agar seorang Muslim tidak berlama-lama dalam perjalanan dan segera kembali kepada keluarganya setelah urusannya selesai.

Rasulullah Saw. bersabda: “Bepergian adalah sepotong siksaan yang menghalangi seseorang dari makan, minum, dan tidur. Maka apabila salah seorang di antara kalian telah menunaikan keperluannya, hendaklah ia segera pulang kepada keluarganya.” (Bukhari No. 1804 dan Muslim No. 1927 dari Abu Hurairah secara marfuk).

Bersegera pulang kepada keluarga merupakan bentuk ihsan, yakni menyatukan kembali kebersamaan yang sempat terpisah serta memperlakukan keluarga dengan akhlak yang baik.

Semoga pelajaran Ramadan pada fase kedua ini memberikan manfaat bagi kita semua, sekaligus menjadi pengingat agar kita lebih bersungguh-sungguh dalam menjalankan ibadah puasa, memperbanyak salat malam, serta meningkatkan kualitas akhlak dalam kehidupan sehari-hari. (#)

Penyunting Mohammad Nurfatoni