Feature

Hujan Deras Iringi Ujian Akhir Diniyah Santri MBS Smamuga Tulangan

25
×

Hujan Deras Iringi Ujian Akhir Diniyah Santri MBS Smamuga Tulangan

Sebarkan artikel ini
Hujan deras mengguyur daerah Tulangan, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur sepekan terakhir, setiap malam. Alhasil, suara hujan mengiringi para santri yang sedang ujian.
Santri MBS Smamuga Tulangan konsentrasi mengerjakan UAD. (Tagar.co/Irsyad)

Hujan deras mengguyur daerah Tulangan, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur sepekan terakhir, setiap malam. Alhasil, suara hujan mengiringi para santri yang sedang ujian.

Tagar.co – Sebanyak 26 santri Muhammadiyah Boarding School (MBS) SMA Muhammadiyah 3 Tulangan (Smamuga) duduk di kursi masing-masing. Jam menunjukkan pukul 19.30 WIB.

Selama satu jam, mereka konsentrasi mengerjakan Ujian Akhir Diniyah (UAD) Semester Ganjil 2024-2025. Suara hujan terdengar samar di luar. Ujian ini rutin setiap semester untuk kelas X, XI, dan XII.

Di ruang kelas Smamuga Tulangan itulah, setiap malam usai salat Isya, mereka mengerjakan ujian selama 5-11 Desember 2024. Mata pelajaran ujian meliputi Nahwu, Tafsir Qur’an, Shorrof, Hadist, dan Bahasa Arab (Ta’bir).

Kepala Mudir MBS Smamuga Muhammad Idris, M.Pd menjelaskan melalui pesan singkat, tujuan ujian ini untuk mengevaluasi sejauh mana kompetensi keagamaan para santri dan keberhasilan program Madrasah Diniyah setelah enam bulan berjalan. “Hasil ujian ini akan menentukan kelulusan para santri,” terangnya, Selasa (10/11/2024).

Idris juga menambahkan, pelaksanaan ujian kali ini penuh tantangan. Terutama karena cuaca ekstrem berupa hujan deras disertai angin kencang yang kerap terjadi menjelang malam. Meski demikian, semangat para santri tetap tinggi.

Baca Juga:  Ketika Kelas Menjadi Rumah Ruang Bertumbuh Murid

“Ini merupakan jihad dalam mencari ilmu. Alhamdulillah, meski hujan deras setiap malam, ujian berjalan lancar,” ujar Guru Bahasa Arab di SMP Muhammadiyah 10 Sidoarjo itu.

Selain materi keilmuan, ujian ini juga menjadi sarana menguji kemampuan tahfiz Qur’an para santri. Capaian hafalan mulai dari 2 hingga 10 juz.

Menurut salah satu musyrif Irsyad, M.Pd., ujian ini sangat bermanfaat untuk mengukur peningkatan hafalan Qur’an serta ilmu agama lainnya. Ia pun mengabadikan santrinya yang sedang ujian dengan kamera di ponselnya.

Kepala SMA Smamuga Tulangan Hartatik, S.Pd mengapresiasi pelaksanaan UAD ini. Ia menilai kesuksesan kegiatan ini tak lepas dari koordinasi yang baik antara pimpinan, mudir, serta para musyrif dan musyrifah.

“Semoga para santri selalu sehat dan dapat menyelesaikan ujian dengan baik,” ujar kepala sekolah dua periode itu. (#)

Jurnalis Zulkifli Penyunting Sayyidah Nuriyah