Feature

Hijaukan Gresik, PDNA Gresik Teken MoU dengan Dinas Lingkungan Hidup

48
×

Hijaukan Gresik, PDNA Gresik Teken MoU dengan Dinas Lingkungan Hidup

Sebarkan artikel ini
Hijaukan Gresik! PDNA Gresik berkolaborasi dengan Dinas Lingkungan Hidup untuk gerakan perempuan muda peduli lingkungan, kelola sampah, dan wujudkan Gresik Bersih.
Penandatanganan MoU antara PDNA Gresik dengan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Gresik. (Tagar.co/Amalia Nur Fitria)

Hijaukan Gresik! PDNA Gresik berkolaborasi dengan Dinas Lingkungan Hidup untuk gerakan perempuan muda peduli lingkungan, kelola sampah, dan wujudkan Gresik Bersih.

Tagar.co — Ballroom Hotel Horison GKB tempat pembukaan Musyawarah Kerja Daerah (Musykerda) PDNA Gresik pagi itu terasa berbeda. Tak hanya penuh semangat kader muda, tapi juga terwujud kesepakatan besar yang mengikat dua pihak: gerakan perempuan muda dan pemerintah daerah.

Sebuah momen penuh makna terjadi, Sabtu, 26 Juli 2025. Ketua Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah Gresik Fatma Hajar Islamiyah, M.Pd. dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Gresik Sri Subaidah menandatangani Perjanjian Kerja Sama Program “Gresik Kawasan Merdeka Sampah”.

Penandatanganan yang berlangsung di sela pembukaan Musykerda itu bukan sekadar formalitas. Di balik kertas perjanjian itu tersimpan misi besar: menjadikan perempuan muda sebagai motor penggerak budaya hidup bersih, berdaya, dan berkelanjutan.

“Kami ingin kader-kader Nasyiah bukan hanya hadir dalam ruang dakwah, tapi juga menjadi solusi nyata bagi lingkungan sekitar,” tutur Fatma.

“Alhamdulillah, Yunda-Yunda telah menerapkan zero waste. Yunda sudah bawa tumbler? Ini komitmen kami memulai kebaikan mulai dari diri sendiri,” ungkapnya saat sambutan.

Baca Juga:  Merawat Urat Nadi Perserikatan, Lazismu Gresik Satukan Pengelolaan Dana Umat di Rakerda 2026

Baca Juga: Ketua PWNA Jatim Apresiasi Bukti Cinta Kader NA Gresik

Gerakan Lingkungan

Kerja sama ini menandai langkah strategis PDNA Gresik dalam gerakan lingkungan. DLH Gresik menyebut program Gresik Kawasan Merdeka Sampah sebagai proyek kolaboratif yang bertumpu pada partisipasi komunitas dan edukasi gaya hidup zero waste sejak dari rumah.

Dalam isi perjanjiannya, kedua pihak sepakat untu mengintegrasikan kader Nasyiah sebagai relawan lingkungan di komunitasnya. Selain itu, mendorong praktik Less Waste dan Zero Waste di sekolah, rumah, dan majelis taklim.

Poin ketiga, melakukan pelatihan pengolahan limbah rumah tangga dan edukasi urban farming. Terakhir, membentuk sekolah-sekolah adiwiyata dan taman hijau edukatif berbasis komunitas perempuan.

Sri Subaidah mengungkapkan kebanggaannya bisa berkolaborasi dengan organisasi perempuan seperti Nasyiatul Aisyiyah. Senyum hangat terpancar di wajahnya.

Program ini juga akan melibatkan pendataan kebun edukasi, pelatihan daur ulang, hingga pelaporan rutin enam bulanan. Semua berjalan dalam semangat sinergi antara green movement dan pemberdayaan perempuan muda.

Tak hanya menjadi dokumen, MoU ini telah menyalakan lilin harapan, bahwa wajah Gresik yang bersih dan bebas sampah bisa terbentuk dari tangan-tangan perempuan muda yang peduli dan penuh aksi. Musykerda PDNA Gresik 2025 pun dibuka dengan semangat baru—bukan hanya untuk menyusun program, tapi juga mengubah wajah bumi, mulai dari lingkungan sendiri. (#)

Baca Juga:  Halalbihalal LPCRPM PWM Jatim, Perkuat Silaturahmi dan Dorong Program Strategis

Jurnalis Sayyidah Nuriyah Penyunting Mohammad Nurfatoni