FeatureUtama

Forum Abu Dhabi Jadi Jembatan Dialog Perdamaian Global

26
×

Forum Abu Dhabi Jadi Jembatan Dialog Perdamaian Global

Sebarkan artikel ini
Dialog Perdamaian di ajang International Indonesia Book Fair (IBF) 2025, Balai Sidang Senayan, Jakarta, 25 September 2025.

Dalam Dialog Perdamaian di IBF 2025, Din Syamsuddin menegaskan kiprah Forum Abu Dhabi yang konsisten mengangkat nilai keadilan dan kebersamaan.

Tagar.co – Upaya membangun perdamaian dunia tidak bisa dilepaskan dari peran lembaga internasional yang menjembatani dialog lintas agama dan bangsa.

Salah satunya adalah Forum Abu Dhabi untuk Perdamaian (Muntada Abu Dhabi lial-Silm), yang dinilai memiliki kontribusi besar dalam menciptakan kesalingpahaman global.

Baca juga: Din Syamsuddin: Solusi Dua Negara Prabowo di PBB ibarat Teriakan di Samudera

Pandangan itu disampaikan Prof. Dr. M. Din Syamsuddin, Ketua Pusat Dialog dan Kerja Sama Antar Peradaban (Center for Dialogue and Cooperation among Civilizations/CDCC), dalam Dialog Perdamaian di ajang International Indonesia Book Fair (IBF) 2025, Balai Sidang Senayan, Jakarta, 25 September 2025.

Dialog ini diselenggarakan oleh Forum Abu Dhabi untuk Perdamaian dan menghadirkan dua narasumber lain, yakni Dr. Khoula Al-Husna, Direktur Riset Forum Abu Dhabi untuk Perdamaian, serta Dr. Solahuddin Al-Mustawi, mantan Sekjen Lembaga Tinggi Islam Tunisia.

Baca Juga:  Momen Liputan Halalbihalal: Dari Naik Tangga Lima Lantai hingga Satu Lift dengan Din Syamsuddin
Sebelum berlangsung Dialog Perdamaian di ajang International Indonesia Book Fair (IBF) 2025, Balai Sidang Senayan, Jakarta, 25 September 2025.

Kiprah Global Forum Abu Dhabi

Dalam paparannya, Din Syamsuddin yang juga mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah, menekankan kiprah besar forum ini sejak didirikan oleh ulama terkemuka Dunia Islam, Syekh Abdullah bin Bayyah.

Berbagai konferensi internasional yang digelar di Abu Dhabi maupun di negara lain, menurutnya, telah menghasilkan inisiatif penting.

Salah satu tonggak bersejarah adalah Konferensi Marrakesh di Maroko pada 2017 yang melahirkan Deklarasi Marrakesh tentang hak-hak kaum minoritas agama di negara mayoritas Muslim. Deklarasi ini yang mengangkat Piagam Madinah, mendapat sambutan positif dari lembaga-lembaga keagamaan dunia.

Forum Abu Dhabi juga pernah menginisiasi Konferensi Para Tokoh Lintas Agama di Washington, DC pada 2018 yang melahirkan Aliansi Nilai-Nilai Keutamaan (Alliance of Virtues). Gerakan global ini bertujuan menggantikan Lingkaran Setan (Vicious Circle) berupa konflik dan kerusakan dunia dengan Lingkaran Nilai-Nilai Keutamaan (Virtuous Circle).

Dorongan untuk Peran Lebih Luas

Di penghujung pemaparannya, Guru Besar Politik Islam Global FISIP UIN Jakarta itu mendorong Forum Abu Dhabi untuk Perdamaian agar terus meningkatkan perannya.

Baca Juga:  Serbuan Israel–AS ke Iran Bagian dari Serangan terhadap Palestina dan Dunia Islam

Ia menilai penting adanya kolaborasi dengan lembaga-lembaga di Indonesia yang memiliki misi serupa dalam memajukan dialog antaragama dan perdamaian.

“Forum ini sudah terbukti memainkan peran strategis. Ke depan, kemitraan dengan lembaga di Indonesia akan memperluas jangkauan dan dampaknya,” ujarnya. (#)

Penyunting Mohammad Nurfatoni