Feature

Fokal Mutwo: Energi Baru Alumni MI Mutwo

18
×

Fokal Mutwo: Energi Baru Alumni MI Mutwo

Sebarkan artikel ini
Alumni MI Muhammadiyah 2 Campurejo membentuk Fokal Mutwo saat momen Halal Bihalal untuk memperkuat sinergi, kontribusi nyata, serta membangun jejaring strategis demi kemajuan masa depan madrasah tercinta.
Perwakilan alumni MI Muhammadiyah 2 Campurejo Panceng angkatan 2005-2017. (Tagar.co/Nurkhan)

Alumni MI Muhammadiyah 2 Campurejo membentuk Fokal Mutwo saat momen Halal Bihalal untuk memperkuat sinergi, kontribusi nyata, serta membangun jejaring strategis demi kemajuan masa depan madrasah tercinta.

Tagar.co — Halaman MI Muhammadiyah 2 Campurejo (MI Mutwo) Panceng, Gresik, Jawa Timur, mendadak riuh pada Kamis malam Jumat, 26 Maret 2026. Lampu-lampu temaram menyinari deretan kursi yang terisi penuh oleh para alumni lintas generasi.

Suasana hangat penuh kebersamaan menyelimuti momentum Halalbihalal tersebut. Namun, pertemuan ini bukan sekadar ajang bermaafan atau bernostalgia tentang masa seragam merah putih. Malam itu, sebuah komitmen besar lahir melalui pembentukan Forum Komunikasi Alumni MI Muhammadiyah 2 atau yang akrab mereka sebut Fokal Mutwo.

Para alumni yang hadir tampak antusias mendiskusikan berbagai gagasan strategis. Mereka tidak hanya mengenang masa belajar di madrasah, tetapi juga menunjukkan kepedulian nyata terhadap perkembangan institusi yang telah membesarkan mereka.

Diskusi mengalir dinamis, mulai dari penguatan sarana prasarana hingga kontribusi dalam pengembangan program pendidikan. Pembentukan Fokal Mutwo menjadi bukti sahih, ikatan emosional antara alumni dan almamater tidak pernah terputus meski waktu terus bergulir.

Baca Juga:  Belajar dari Tetesan Air: Pesan Ketekunan di Pondok Ramadan MI Mutwo

Salah satu alumni, Amin Shobir, menegaskan, wadah ini harus menjadi motor penggerak yang aktif. Ia tidak ingin organisasi ini hanya berhenti pada seremoni pelantikan.

“Fokal Mutwo ini harus hidup, bukan hanya sekadar nama. Kita ingin ada program nyata, berkelanjutan, dan bisa dirasakan langsung manfaatnya oleh adik-adik di madrasah,” ungkapnya penuh semangat di hadapan jemaah alumni yang hadir.

Komitmen Moral untuk Rumah Kedua

Semangat senada mengalir dari Mohammad Zaenal Arifin. Lulusan Universitas Islam Negeri Surabaya (Uinsa) ini menekankan, kontribusi alumni adalah sebuah kewajiban batin. Baginya, madrasah telah memberikan fondasi karakter yang kuat bagi setiap lulusannya, sehingga sudah saatnya para alumni membalas budi dengan cara yang terorganisasi.

“Ini adalah bentuk tanggung jawab moral kita. MI Mutwo telah memberi pondasi bagi kita semua. Sekarang saatnya kita kembali memberi, sekecil apa pun kontribusi itu,” tutur Zaenal.

Ia meyakini bahwa sekecil apa pun bantuan, jika dikelola melalui forum yang tepat seperti Fokal Mutwo, akan berdampak besar bagi kualitas pendidikan di Campurejo.

Baca Juga:  Isra Mikraj Dihidupkan lewat Puisi di MI Muhammadiyah 2 Campurejo

Di sisi lain, Febriyanti Isnaini Cahyani melihat forum ini sebagai jembatan emosional untuk menyambung kembali tali silaturahmi yang sempat merenggang karena kesibukan masing-masing. Baginya, kembali ke madrasah dan berkumpul dengan rekan lama memberikan sensasi kenyamanan yang luar biasa.

“Melalui forum ini, kita bisa saling terhubung lagi, saling menguatkan, dan bersama-sama memikirkan masa depan madrasah. Rasanya seperti pulang ke rumah sendiri,” ujar Febby dengan nada haru.

Sinergi Kuat Menuju Madrasah Gemilang

Harapan besar juga terpancar dari Rifa’ul Fajeriyah. Ia menginginkan Fokal Mutwo menjadi sumber inspirasi bagi para siswa yang saat ini masih menuntut ilmu. Hubungan antara kakak kelas dan adik kelas diharapkan bisa memicu motivasi berprestasi yang lebih tinggi di lingkungan MI Mutwo.

“Kami ingin adik-adik di MI Mutwo merasakan dukungan dari kakak-kakaknya. Semoga Fokal Mutwo bisa menjadi wadah inspirasi dan motivasi bagi mereka untuk terus berprestasi,” ungkapnya.

Pihak sekolah pun menyambut inisiatif ini dengan tangan terbuka. Waka Kesiswaan MI Mutwo, Uswatun Hasanah, mengakui, kekuatan alumni adalah aset yang tidak ternilai harganya. Kehadiran Fokal Mutwo ia anggap sebagai suntikan energi baru bagi pihak pengelola madrasah untuk terus berinovasi dan meningkatkan standar pelayanan pendidikan.

Baca Juga:  Teologi Kepemimpinan: Kepala Sekolah Tak Cukup Menjabat, Harus Meninggalkan Legasi

“Kami sangat mengapresiasi inisiatif ini. Alumni adalah bagian dari kekuatan madrasah. Dengan sinergi yang baik, insya Allah MI Muhammadiyah 2 Campurejo akan terus berkembang dan memberikan manfaat yang lebih luas,” ujar Uswatun optimis.

Kini, setelah salat dan doa bersama dipanjatkan dalam momen Halal Bihalal tersebut, Fokal Mutwo resmi melangkah. Forum ini bukan lagi sekadar simbol, melainkan langkah nyata untuk mengukir masa depan madrasah yang lebih gemilang. (#)

Jurnalis Nurkhan Penyunting Sayyidah Nuriyah