Feature

Fajar Izzul Muslimin, Anak Petani dengan Segudang Prestasi

48
×

Fajar Izzul Muslimin, Anak Petani dengan Segudang Prestasi

Sebarkan artikel ini
Fajar Izzul Muslimin saat menyampaikan kesan dan pesan siswa pada Haflah Akhirissanah Ke-35 dan Tahfizul Quran Ke-4 SMA Muhammadiyah 8 (Smamdela) Cerme, di Hall Sang Pencerah Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG), Sabtu, 17 Mei 2025 (Tagar.co/ Nadhirotul Mawaddah).

Di panggung Haflah Akhirssanah Smamdela, Fajar Izzul Muslimin membagikan kisahnya. Anak petani ini membuktikan bahwa dari tanah yang sederhana, tumbuh pemuda yang siap menembus forum-forum nasional.

Tagar.co – Fajar Izzul Muslimin, anak petani dengan segudang prestasi, mendapatkan kesempatan istimewa untuk menyampaikan kesan dan pesan siswa pada Haflah Akhirissanah Ke-35 dan Tahfizul Quran Ke-4 SMA Muhammadiyah 8 (Smamdela) Cerme, Gresik, yang berlangsung di Hall Sang Pencerah Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG), Sabtu (17/5/2025).

Tepuk tangan bergemuruh di Hall Sang Pencerah UMG, tempat diselenggarakannya acara akbar tahunan Smamdela ini. Di antara 124 siswa-siswi yang dinyatakan lulus, Fajar tampil mewakili mereka. Ia melangkah mantap, penuh percaya diri, menyampaikan pesan dan kesannya di hadapan ratusan undangan yang hadir.

Baca juga: Pendidikan Bisa Mengubah Takdir: Prof. Biyanto dalam Haflah Akhirissanah Smamdela

Dengan memadukan tiga bahasa—Inggris, Arab, dan Indonedia—siswa kelas XII-1 ini mengungkapkan bahwa salah satu kesan yang begitu mendalam baginya adalah dua tahun silam, ketika ia diberi amanah menjadi pimpinan ranting Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) di sekolahnya.

Baca Juga:  Campus Festival Synfest 2026, Alumni Smamdela Buka Jalan ke Dunia Kampus

“Saat itu, saya merasa belum memiliki bekal yang cukup untuk cakap menjadi seorang pemimpin,” ujar Fajar yang diterima di Universitas Airlangga melalui jalur Golden Ticket ini.

Namun, lanjutnya, berkat kegigihan dan bimbingan dari bapak-ibu guru di Smamdela, ia berhasil tumbuh menjadi pemimpin muda yang tangguh dan mampu mengemban tanggung jawab besar. Bahkan, ia berhasil menjadi wakil dari Provinsi Jawa Timur dalam ajang Indonesia Student Leadership Camp (ISLC) yang diselenggarakan di Universitas Indonesia.

Fajar pun mengenang momen istimewa saat berdialog langsung menyampaikan isu-isu pendidikan, keremajaan, politik, dan budaya dengan Ketua DPR RI, Puan Maharani.

“Yang lebih membanggakan lagi adalah Smamdela adalah satu-satunya sekolah Muhammadiyah di Indonesia yang berhasil mengantarkan siswanya untuk menjadi bagian dari Indonesia Student Leadership Camp dan membawa nama Provinsi Jawa Timur,” ungkapnya dengan penuh rasa syukur.

Tak berhenti di situ, Fajar dengan gaya public speaking yang menawan, juga membuktikan dirinya sebagai bagian dari seratus ketua OSIS terbaik se-Indonesia—pencapaian yang tak hanya membanggakan dirinya, tetapi juga mengharumkan nama sekolah dan daerah asalnya.

Baca Juga:  Workshop Prinsip Agile Leadership Digelar Smamdela
Pimpinan Ranting Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Smamdela pada Haflah Akhirissanah Ke-35 dan Tahfizul Quran Ke-4 SMA Muhammadiyah 8 (Smamdela) Cerme, di Hall Sang Pencerah Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG), Sabtu, 17 Mei 2025 (Tagar.co/Nadhirotul Mawaddah).

Dalam kesempatan tersebut, Fajar juga menyampaikan permohonan maaf mewakili seluruh rekan-rekannya kepada segenap sivitas akademika Smamdela atas segala hal yang mungkin kurang berkenan selama mereka menjadi bagian dari keluarga besar Smamdela.

“Kami menyadari bahwa ucapan terima kasih dan permohonan maaf saja tidak akan cukup dan tidak akan bisa menggantikan semua yang diberikan oleh bapak ibu guru di Smamdela,” ujarnya penuh haru.

Meski demikian, ia berdoa agar segala pengorbanan, ketulusan, dan ilmu yang diberikan para guru tercinta tercatat sebagai amal baik dan menjadi pemberat timbangan kebaikan di akhirat kelak.

Tak lupa, Fajar menyampaikan ungkapan terima kasih yang sangat spesial kepada kedua orang tuanya. Meski keduanya hanyalah petani, mereka tidak pernah lelah untuk selalu mendukung langkah-langkah sang buah hati.

Fajar Izzul Muslimin, ditemani ibunya, saat menerima tropi penghargaan juara pertama di kelas XII-1 pada Haflah Akhirissanah Ke-35 dan Tahfizul Quran Ke-4 SMA Muhammadiyah 8 (Smamdela) Cerme, di Hall Sang Pencerah Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG), Sabtu, 17 Mei 2025 (Tagar.co/Nadhirotul Mawaddah).

Meskipun berasal dari keluarga dengan ekonomi menengah ke bawah, orang tua Fajar memiliki komitmen tinggi agar anaknya bisa mengenyam pendidikan setinggi-tingginya.

“Pak, Bu, kami memohon maaf atas segala kesalahan yang kami lakukan selama ini. Kami mohon dengan segala kerendahan hati untuk bisa engkau bersamai setiap perjalanan kami dengan rida-Mu,” pinta anak Purnomo ini dengan mata berkaca-kaca.

Baca Juga:  48 Persen Siswa Smamdela Tembus SNBP 2026, Tren Baru Menguat

Baca juga: Lepas Angkatan Ke-35, Kepala Smamdela Gresik Soroti Deretan Prestasi Siswa

Di akhir sambutannya, Fajar menyampaikan apresiasinya kepada Vijaya Vira—nama angkatan mereka. Menurutnya, meskipun semua ada masanya dan semua masa ada habisnya, namun bagi dirinya Vijaya Vira tidak akan pernah habis masanya.

“Selamat melanjutkan perjalanan, rekan-rekan hebatku. Selamat berkelana, selamat melanjutkan pelayaran. Sampai jumpa di dermaga dan di persimpangan selanjutnya,” ungkapnya menutup pidato dengan penuh makna.

“Terima kasih sudah menjadi bagian dari Vijaya Vira, dan menjadi salah satu angkatan terbaik yang pernah dimiliki oleh Smamdela,” ujarnya. (#)

Jurnalis Nadhirotul Mawaddah Penyunting Mohammad Nurfatoni