
Ely Rhodlifah, Kepala Sekolah Kreatif SD Muhammadiyah 16 Surabaya, adalah perempuan pertama yang memimpin sekolah ini. Sosoknya yang sederhana dan teduh diharapkan membawa arah baru bagi pendidikan kreatif di Baratajaya.
Tagar.co – Berbalut kerudung bermotif bunga dan baju putih, Ely Rhodlifah, S.H., M.Pd., saat ditemuai Tagar.co. Sabtu 16 Agustus 20225 sebelum pelantikannya, dia tampil sederhana sebagaimana karakternya sehari-hari: bersahaja, tidak banyak bicara, namun menyimpan keteguhan. Dan senyum teduhnya memancarkan ketenangan.
Baca jugga: Panggung Ide di Sekolah Kreatif Baratajaya: 9 Calon Kepala Sekolah Adu Visi
Kini, ia mencatat sejarah sebagai perempuan pertama yang menakhodai Sekolah Kreatif SD Muhammadiyah 16 Surabaya, atau yang akrab disebut Sekolah Kreatif Baratajaya.
Penetapannya sebagai kepala sekolah dilakukan oleh Majelis Dikdasmen dan PNF PDM Kota Surabaya pada Sabtu pagi, 16 Agustus 2025, di halaman sekolah.
Bagi warga sekolah, kehadiran Ely menjadi simbol harapan baru: pemimpin yang menenangkan sekaligus penuh kebijaksanaan. Tak hanya itu, ia juga kader terbaik Aisyiyah Kota Surabaya dan kini menjabat Ketua Majelis Hukum dan HAM Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Surabaya periode 2022–2027.
Dari Panitia Jadi Terpilih
Ironisnya, Ely sama sekali tak menyangka dirinya akan dipercaya. Sejak Juni 2025, ia justru ditugasi Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Ngagel sebagai ketua panitia pemilihan kepala sekolah. Tugas itu dijalankannya dengan tekun: mulai dari penjaringan calon, seleksi administrasi, hingga uji kelayakan. Ia merasa perannya cukup sampai di situ—mengantar lahirnya kepala sekolah baru.
Namun takdir berkata lain. Namanya justru yang terpilih. “Saya sebelumnya juga tidak tahu kalau akhirnya dipilih sebagai kepala sekolah. Tapi bismillah, ini pasti keputusan terbaik,” ungkap Ely dengan nada rendah hati saat ditemui Kamis sore, sehari sebelum pelantikan.
Sebagai kader, ia hanya bisa meneguhkan hati. “Samikna wa atho’na (kami dengar dan kami taati). Saya siap menjalankan amanah ini dengan penuh tanggung jawab,” tambahnya.
Harapan Guru dan Karyawan
Bagi guru dan karyawan Sekolah Kreatif Baratajaya, kehadiran Ely tak sekadar soal gender, tetapi tentang corak kepemimpinan yang dinanti: tenang, mendengarkan, dan mampu menuntun kreativitas. Sebab, sekolah ini memadukan kurikulum nasional, kurikulum Muhammadiyah, pendekatan kreatif, hingga program I am Leader.
Dengan latar belakangnya di Aisyiyah, Ely diyakini mampu memberi warna baru—menyuburkan iklim kepemimpinan perempuan di lembaga pendidikan Muhammadiyah, sekaligus menguatkan jati diri sekolah kreatif sebagai laboratorium inovasi pendidikan di Surabaya.
Kini, wajah teduh Ely menjadi simbol semangat baru. Perempuan pertama yang menahkodai Sekolah Kreatif Baratajaya ini diharapkan membawa kapal pendidikan kreatif berlayar lebih jauh, lebih kokoh, dan lebih berdaya guna.
Jurnalis Ahmad Mahmudi Penyunting Mohammad Nurfatoni












