
Lewat game dinosaurus berbasis block coding, siswa SD Muhammadiyah 1 Kebomas belajar menyusun logika pemrograman di balik layar Chromebook—bermain, mencoba, salah, lalu memahami koding dengan cara yang menyenangkan dan bermakna.
Tagar.co — Suasana pembelajaran komputer di SD Muhammadiyah 1 Kebomas, Gresik, Jawa Timur, Senin (20/01/2026) tampak berbeda dari biasanya. Di balik layar Chromebook, siswa-siswi terlihat antusias mengikuti pelajaran koding melalui permainan bertema dinosaurus yang penuh warna dan menyenangkan.
Pada sesi ini, siswa diajak membuat sekaligus memainkan game dinosaurus sederhana berbasis block coding. Mereka menyusun perintah dengan cara menyeret balok-balok koding, sehingga konsep pemrograman terasa lebih mudah dipahami dan tidak menakutkan bagi anak-anak.
Baca juga: Senyum dan Fokus di Depan Layar, Ujian Komputer SD Muri
Beberapa perintah dasar yang dipelajari antara lain forever, if, dan when key pressed. Blok forever digunakan agar karakter dinosaurus dapat bergerak terus selama permainan berlangsung.
Sementara if berfungsi sebagai logika kondisi, misalnya ketika dinosaurus menyentuh rintangan maka kembali ke posisi awal, atau saat berhasil mengambil bintang maka skor bertambah.
Melalui praktik langsung ini, siswa mulai memahami bahwa setiap gerakan dalam game tidak terjadi secara otomatis, melainkan merupakan hasil dari perintah yang mereka susun sendiri. Kesalahan dalam menyusun blok justru menjadi bagian penting dari proses belajar.
Antusiasme siswa terlihat sejak awal hingga akhir pelajaran. “Kalau kodingnya salah, dinosaurusnya malah jalan ke arah lain. Tapi itu lucu, terus saya benarkan lagi,” ujar Azzahwa Qurrota A’yun, siswa kelas 4B, sambil tertawa kecil.
Hal serupa diungkapkan Reza Wildan. Ia mengaku bangga ketika program buatannya berhasil dijalankan. “Saya senang waktu gamenya bisa jalan sendiri. Rasanya seperti jadi programmer,” katanya.

Di dalam kelas, siswa juga saling berbagi ide. Ada yang mencoba menambah rintangan, ada pula yang ingin membuat dinosaurusnya bergerak lebih cepat. Kelas pun berubah menjadi ruang eksplorasi kecil yang hidup dan penuh kreativitas.
Guru IT SD Muri Abdul Rokhim Ashari menjelaskan, suasana belajar seperti itu memang sengaja dibangun agar siswa aktif dan berani mencoba.
“Anak-anak belajar bahwa teknologi tidak harus ditakuti. Mereka bebas bereksperimen, selama tetap memahami konsep dasarnya,” jelasnya.
Selain melatih logika berpikir, pembelajaran koding berbasis gim ini juga menumbuhkan sikap pantang menyerah. Siswa diajak menyelesaikan masalah sederhana dengan cara mencoba kembali hingga menemukan solusi yang tepat.
Melalui pembelajaran koding dengan game dinosaurus, SD Muri berupaya menyiapkan siswa menghadapi perkembangan teknologi sejak dini. Bukan untuk menjadikan mereka ahli dalam waktu singkat, melainkan membangun pola pikir kreatif, kritis, dan adaptif.
Saat bel pelajaran usai, layar Chromebook perlahan ditutup. Namun cerita tentang dinosaurus, blok if, dan perintah forever masih ramai dibicarakan siswa saat keluar kelas—sebuah pembelajaran sederhana yang meninggalkan kesan mendalam dan penuh makna. (#)
Jurnalis: Abdul Rokhim Ashari Penyunting Mohammad Nurfatoni












