FeatureUtama

Di School Innovator Summit 2025 Mendikdasmen Dorong Inovasi Pendidikan Berbasis Teologi

34
×

Di School Innovator Summit 2025 Mendikdasmen Dorong Inovasi Pendidikan Berbasis Teologi

Sebarkan artikel ini
Mendikdasmen Abdul Mu’ti dalam School Innovator Summit 2025 yang diselenggarakan Sekolah Alam Insan Mulia (SAIM), Surabaya, Sabtu (8/2/25).

Mendikdasmen Abdul Mu’ti hadir dalam School Innovator Summit 2025 di SAIM Surabaya. Dia mendorong inovasi pendidikan berbasis karakter dan teologi, serta mengajak kolaborasi antara sekolah negeri dan swasta demi Indonesia Emas 2045.

Tagar.co – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menjadi pembicara kunci dalam acara School Innovator Summit 2025 yang diselenggarakan Sekolah Alam Insan Mulia (SAIM), Surabaya, Sabtu (8/2/25).

Acara ini merupakan wadah bagi seratus sekolah inovatif dari berbagai daerah di Indonesia untuk berbagi ide dalam menciptakan pendidikan yang lebih baik dalam rangka menyongsong Indonesia Emas 2045. Lebih dari 300 peserta dari berbagai sekolah negeri dan swasta turut berpartisipasi dalam acara yang diadakan sejak November 2024 lalu.

Baca juga: Mendikdasmen Abdul Mu’ti: Inovasi dalam Pembelajaran Tak Harus Besar dan Revolusioner

Menteri Mu’ti dalam sambutannya mengapresiasi inisiatif SAIM yang menjadi tuan rumah acara ini. “Saya ucapkan terima kasih kepada seluruh jajaran SAIM atas semua prakarsa yang luar biasa. Mudah-mudahan pertemuan ini menjadi pertemuan yang menumbuhkan gagasan-gagasan baru,” ujar Menteri Mu’ti.

Baca Juga:  Pemerintah Perkuat Sinergi Pusat-Daerah Atasi Kekurangan Guru
Mendikdasmen bersama pimpinan SAIM Surabaya

Dalam kesempatan tersebut, Abdul Mu’ti menekankan pentingnya pendidikan yang berorientasi pada masa depan, yang relevan dengan kebutuhan zaman. Namun, ia juga menegaskan bahwa inovasi dalam pendidikan harus berlandaskan pada nilai-nilai teologis, bukan sekadar mengikuti tren pasar.

“Konstruksi dan fondasi teologis yang nantinya menjadi inovasi penting untuk memberikan makna bahwa layanan pendidikan tidaklah sekadar mengikuti kehendak pasar, tetapi bagian dari aktualisasi konsep-konsep Ketuhanan dalam pendidikan,” tambahnya, dikutip dari siaran pers Kemendikdasmen yang diterima Tagar.co, Sabtu (8/2/2) malam.

Mendikdasmen juga menyampaikan bahwa inovasi pendidikan membutuhkan keberanian untuk berpikir berbeda. “Inovasi tidak harus selalu baru, meskipun ada perubahan sederhana yang bermakna juga termasuk inovasi. Kalau tetap berada di ‘kotak’, pasti tidak akan ada perubahan, ide dibangun dari ‘bawah’. Selain itu, inovator juga harus berani tidak popular, tapi kalau terus berusaha, saya yakin akan bisa,” tuturnya.

Menteri Mu’ti juga percaya bahwa kolaborasi antara sekolah negeri dan swasta, serta sektor pemerintah dan swasta, adalah kunci untuk mewujudkan inovasi pendidikan. Ia menyatakan bahwa pemerintah juga bisa belajar banyak dari praktik baik yang ada di sekolah swasta. “Contoh-contoh baik dari swasta, kami tidak menutup mata untuk dalam hal tertentu. Tentu bisa kita terapkan, tentu tidak harus semuanya sama dan seragam,” ungkapnya.

Baca Juga:  Tinjau Hari Pertama TKA SMP, Mendikdasmen Tekankan “Jujur dan Gembira”
Mendikdasmen Abdul Mu’ti membubuhkan tanda tangan pada quotes yang ditulis untu SAIM Surabaya

Sementara itu, Direktur Pendidikan SAIM, Aziz Badiansyah, berharap agar acara ini dapat mendorong peserta untuk mengembangkan inovasi pembelajaran di masing-masing satuan pendidikan. “Melalui program ini, para peserta juga dapat saling bertukar inovasi dan menginduksi inovasi-inovasi di setiap sekolah,” ujarnya.

Aziz menambahkan bahwa inovasi dalam pendidikan sangat penting untuk meningkatkan kualitas dan efektivitas layanan pendidikan. Inovasi ini mencakup pengembangan kurikulum, teknologi, serta pendekatan pengajaran yang dapat memenuhi kebutuhan siswa dan masyarakat.

Sebagai bagian dari rangkaian acara, Menteri Mu’ti juga meresmikan SAIM East 2 di Jalan Keputih Tegak No. 54 Surabaya, sebuah inisiatif baru dari SAIM dalam mengembangkan sistem pendidikan alternatif yang telah dijalankan sejak tahun 2000.

Dengan semangat inovasi yang dibangun dalam acara ini, diharapkan pendidikan di Indonesia dapat terus berkembang dan memenuhi kebutuhan generasi masa depan, menuju Indonesia Emas 2045. (#)

Penyunting Mohammmad Nurfatoni