Feature

Di Munas XXII PMI, Menko PMK: Indonesia Menghadapi Berbagai Tantangan Kemanusiaan

32
×

Di Munas XXII PMI, Menko PMK: Indonesia Menghadapi Berbagai Tantangan Kemanusiaan

Sebarkan artikel ini
Menko PMK Pratikno (keempat dari kiri) bersama Ketua PMI Jusuf Kalla dan pejabat lainnya.

Di Munas XXII Palang Merah Indonesia (PMI) Menko PMK Pratikno menyampaikan berbagai tantangan kemanusiaan yang di hadapi Indonesia.

Tagar.co — Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno menyoroti beragam tantangan kemanusiaan yang dihadapi Indonesia dalam sambutannya pada acara Musyawarah Nasional (Munas) XXII Palang Merah Indonesia (PMI) di Hotel Grand Sahid Jaya Sudirman, Jakarta, Senin (9/12/24).

Dalam pidatonya, Pratikno menekankan bahwa meskipun pandemi Covid-19 telah mereda, Indonesia kini menghadapi berbagai bencana secara berturut-turut, baik bencana alam maupun bencana non alam.

“Ada erupsi gunung, konflik sosial di NTT yang membakar 52 rumah dan menewaskan satu orang, hingga ancaman bencana hidrometeorologi yang puncaknya diperkirakan terjadi pada Desember 2024 dan Februari 2025,” ungkapnya.

Menko PMK juga menyoroti perubahan iklim yang semakin memperbesar risiko bencana alam. Oleh karena itu, pemerintah terus memperkuat mitigasi dan respons cepat, termasuk melalui dukungan dari BNPB dan Kementerian Sosial.

Pratikno mengapresiasi keterlibatan PMI yang selalu hadir mendukung penanganan darurat bencana, termasuk penyediaan tenda pengungsian di lokasi terdampak.

Selain bencana alam, Pratikno juga menyoroti “bencana non-alam” lainnya, seperti stunting dan tingginya angka kematian akibat penyakit menular, yang memerlukan perhatian serius dari seluruh pihak untuk segera ditangani.

“Kematian akibat penyakit menular jauh lebih besar daripada Covid-19. Ini menjadi perhatian utama kita bersama,” ujar Pratikno, dikutip dari siaran pers Kemenko PMK, yang diterima Tagar.co, Selasa (10/12/24) pagi.

Tidak hanya itu, Pratikno menekankan pentingnya pendidikan kemanusiaan sebagai bagian dari upaya revolusi mental. Ia mengusulkan agar pendidikan tentang kemanusiaan, seperti yang dilakukan oleh PMI, diintegrasikan ke dalam kegiatan ekstrakurikuler di sekolah-sekolah.

“Kita harus mendidik anak-anak agar memiliki rasa kemanusiaan yang tinggi,” tegasnya.

Dalam Munas XXII PMI, turut hadir sejumlah tokoh penting, antara lain Ketua PMI Muhamad Jusuf Kalla, Menko Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Ketua Dewan Kehormatan PMI Chairul Tanjung, dan Anggota Dewan Kehormatan PMI Hamdan Zoelva. (#)

Penyunting Mohammad Nurfatoni