
PCA Krian ikut serta dalam workshop penuh kehangatan bersama PDA Sidoarjo, membahas cara merawat lansia dengan cinta, ihsan, dan perhatian yang mampu menumbuhkan kebahagiaan di usia senja.
Tagar.co – Sabtu pagi (19/4/2025) di Aula Nyai Walidah SMA Muhammadiyah 2 (Smamda) Sidoarjo terasa berbeda dari biasanya. Sebanyak 85 peserta dari berbagai Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) se-Kabupaten Sidoarjo berkumpul dengan satu tujuan mulia: memperdalam pemahaman tentang perawatan dan sikap ihsan terhadap lansia.
Workshop bertajuk “Perawatan dan Sikap Ihsan terhadap Lansia” ini diselenggarakan oleh Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Sidoarjo sebagai bentuk nyata kepedulian terhadap kelompok usia lanjut—generasi yang telah lebih dulu menabur bakti dalam kehidupan keluarga dan masyarakat.
Di antara para peserta yang hadir dengan antusias adalah rombongan dari PCA Krian. Mereka datang dengan semangat kebersamaan dan kepedulian yang tulus.
Baca juga: Workshop Pendidikan Inklusi: SMP Meka Siap Terapkan Deep Learning
Materi utama disampaikan oleh Lely Ita Mariyati, yang mengusung tema “Meningkatkan Kebahagiaan di Usia Lansia.” Dengan gaya yang hangat dan komunikatif, Lely mengajak peserta merenungi bahwa kebahagiaan lansia bukan terletak pada materi semata, melainkan pada perlakuan yang penuh cinta dan penghargaan dari lingkungan terdekat.
“Lansia sering kali hanya membutuhkan telinga yang mau mendengar dan hati yang mau memahami,” ungkap Lely. Ia memberikan sejumlah tips praktis, seperti mengajak lansia berbincang ringan, melibatkan mereka dalam kegiatan rumah, serta menjadikan mereka bagian penting dari kehidupan keluarga.
Momen inspiratif datang dari testimoni PCA Balongbendo. Dalam sesi berbagi pengalaman, mereka menceritakan kegiatan pendampingan lansia di wilayahnya—mulai dari kunjungan rutin, pengajian, hingga program pembinaan rohani. Meski sederhana, kegiatan itu terbukti memberi dampak besar dalam meningkatkan kebahagiaan lansia.

Peserta dari PCA Krian menyimak setiap materi dengan saksama. Mereka aktif bertanya, berbagi pengalaman, dan berdiskusi hangat dalam sesi tanya jawab. Sejumlah pertanyaan muncul, mulai dari cara mendampingi lansia yang hidup sendiri, hingga upaya membangkitkan semangat hidup pada lansia yang mulai pasif.
Partisipasi aktif PCA Krian dalam workshop ini menegaskan komitmen mereka untuk hadir bagi kelompok usia senja. Mereka tak hanya datang untuk belajar, tetapi juga untuk membawa pulang semangat baru: menerapkan sikap ihsan dalam merawat, memahami, dan mencintai lansia sebagai bagian penting dari kehidupan bermasyarakat.
Dengan semangat ihsan, PCA Krian berharap dapat menjadi inspirasi bagi cabang-cabang lainnya untuk bersama menciptakan lingkungan yang ramah dan membahagiakan bagi para lansia. (#)
Jurnalis Aniwati Penyunting Mohammad Nurfatoni












