
Semangat demokrasi terpancar di SMK PEMUDA Krian. Pemilu Raya P5 hadirkan debat kandidat IPM yang inspiratif dan pemilihan yang jujur.
Tagar.co – Aula SMK Pemuda Krian, Sidoarjo, Kamis (23/1/2025) berubah menjadi panggung demokrasi yang meriah. Pemilu Raya Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) bertema “Melangkah Bersama, Menginspirasi Masa Depan IPM” menghadirkan pengalaman berharga bagi para siswa tentang arti kepemimpinan, tanggung jawab, dan nilai-nilai luhur demokrasi.
Lebih dari sekadar memilih ketua Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM), acara ini menanamkan benih-benih kepemimpinan dan partisipasi aktif dalam kehidupan bermasyarakat.
Pagi itu, semangat kebersamaan dan antusiasme terpancar dari wajah para siswa. Acara dibuka dengan sambutan hangat dari Kepala SMK Pemuda Krian, Desy Kartikaningtyastuti, S.Pd. Dia menekankan bahwa demokrasi bukan sekadar ritual memilih, melainkan sebuah proses pembelajaran yang membentuk karakter dan mempersiapkan siswa menghadapi tantangan masa depan.
“Demokrasi bukan hanya soal hak memilih, tetapi juga tanggung jawab dan penghormatan terhadap perbedaan,” ujarnya, “Dengan kegiatan ini, kami berharap siswa menjadi pelajar Pancasila yang berkarakter dan siap menghadapi masa depan.”

Sorotan utama acara ini adalah debat kandidat formatur IPM. Lima kandidat—Cleosa Anya Zafirah (XI Akuntansi), Dinda Bryllian (XI DKV), Imelda Pratiwi (XI Akuntansi), Syabila Nuril Fajriyah (XI Akuntansi), dan Anjani Zelda Safitri (XI Bisnis Digital)—dengan percaya diri melangkah ke depan, memperkenalkan diri, dan memaparkan visi-misi mereka. Aula seketika riuh dengan sorak sorai dukungan.
Debat berlangsung dinamis dan interaktif. Para kandidat tidak hanya menyampaikan gagasan, tetapi juga beradu argumen, menjawab pertanyaan dari moderator, dan menanggapi pernyataan satu sama lain.
Sesi tanya jawab yang kritis dan konstruktif menguji kemampuan berpikir kritis, komunikasi, dan kepemimpinan para kandidat. Lebih dari sekadar retorika, debat ini menyajikan potret generasi muda yang peduli dengan masa depan organisasi dan sekolah mereka.
Baca juga: Siswi SMK Pemuda Krian Alfath Insan Bathsy Jadi Duta Pariwisata Desa Penambangan 2025
Salah satu momen menarik adalah ketika ketika kandidat nomor urut 3, Imelda Pratiwi, dengan lantang menjawab pertanyaan bagaimana jika program kerja IPM tidak disetujui oleh kepala sekolah. Pertanyaan lain, “Bagaimana pendapat kalian jika ada konflik antara guru dan siswa?” kata moderator.
Semrntara Inang Ayu Fitriani, salah satu guru, bertanya, “Bagaimana cara kalian mempromosikan sekolah di era digitalisasi dan membuat siswa SMK Pemuda Krian merasa bangga dengan sekolah.”
Pertanyaan-pertanyaan itu disambut tepuk tangan meriah dari audiens. Momen ini menunjukkan bahwa siswa tidak hanya pasif, tetapi juga aktif menyimak dan mengevaluasi gagasan yang ditawarkan.
Setelah debat yang memanas, tiba saat yang dinanti-nantikan: pemilihan. Dengan menerapkan asas luberjurdil (langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil), para siswa menggunakan hak pilih mereka dengan bijak. Kotak suara pun dipenuhi kertas suara, simbol partisipasi aktif dalam proses demokrasi.
Sanita Hari Septiana, siswa kelas XII DKV-2, mengungkapkan kesan mendalamnya, “Acara ini sangat menarik dan inspiratif. Kami jadi tahu bagaimana memilih pemimpin yang baik berdasarkan visi dan misi yang jelas.” Ungkapan ini mencerminkan keberhasilan acara dalam memberikan pemahaman praktis tentang demokrasi kepada para siswa.
Lebih dari sekadar memilih pemimpin IPM yang baru, Pemilu Raya P5 ini telah menanamkan nilai-nilai demokrasi, kepemimpinan, dan tanggung jawab pada generasi muda SMK PEMUDA Krian.
Semangat yang terpancar hari itu menjadi bekal berharga bagi mereka untuk melangkah ke masa depan, menginspirasi, dan berkontribusi bagi bangsa dan negara. Pendidikan demokrasi seperti ini membuktikan bahwa sekolah bukan hanya tempat menimba ilmu pengetahuan, tetapi juga wadah untuk membetuk karakter dan mempersiapkan generasi penerus bangsa. (#)
Jurnalis Fransy Herani Putri Penyunting Mohammad Nufatoni












