Feature

Debut Band Bocah di Puncak Milad Ke-30, Persembahkan Lagu Selamat Ulang Tahun

55
×

Debut Band Bocah di Puncak Milad Ke-30, Persembahkan Lagu Selamat Ulang Tahun

Sebarkan artikel ini
Di puncak Milad Ke-30 Mugeb School, kejutan tak terduga hadir melalui debut memukau Band Bocah. Siswa kelas IV itu sukses membius ribuan pasang mata peserta Mugeb Fun Walk 2024 dengan persembahan tiga lagu.
Band Bocah Mugeb School tampil perdana di Mugeb Fun Walk 2025. (Tagar.co/Sayyidah Nuriyah)

Di puncak Milad Ke-30 Mugeb School, kejutan tak terduga hadir melalui debut memukau Band Bocah. Siswa kelas IV itu sukses membius ribuan pasang mata dengan persembahan tiga lagu.

Tagar.co – Usai menaklukkan rute Mugeb Fun Walk 2025 sepanjang 3 kilometer, kejutan manis menanti 1.106 peserta yang memadati lapangan GKB Convex, Gresik, Jawa Timur. Panggung hiburan di puncak perayaan Milad Ke-30 SD Muhammadiyah 1 GKB (Mugeb School) Gresik itu tiba-tiba hadir energi baru yang tak terduga.

Tujuh bocah kelas IV yang tergabung di Band Bocah Mugeb School tampil perdana. Mereka langsung memukau ribuan mata yang hadir pada Sabtu (26/4/2025) pagi itu.

Lagu “Selamat Ulang Tahun” dari Jamrud menjadi pembuka penampilan mereka. Irama cepat menghentak dari alat musik yang mereka genggam, seolah menyihir suasana.

Persembahan Spesial

Tak butuh waktu lama, tepuk tangan riuh lebih dari seribu penonton pun membahana, mengiringi vokal penuh semangat dari Queenesa Ferdiana Nayara Qisya dan Hayunda Asyakira Naura.

Di atas panggung itu, Khanza Almira Azzahra sukses percaya diri memainkan drum. Ia berdampingan dengan Annisa Ezza Raissa memainkan keyboard di barisan belakang. Sementara Talitha Zahidah memainkan bass dan Tsurayya Nada Hamidah memainkan gitar di barisan tengah.

Namun, kejutan tak berhenti di situ. Setelahnya, alunan “Laskar Pelangi” yang dipopulerkan oleh Nidji mengalun. Lagu lawas ini sukses membangkitkan semangat dan nostalgia para penonton.

Puncaknya, sebuah persembahan spesial mereka lantunkan. Lagu “Sempurna” dari Andra and the Backbones. Nyanyian ini mereka dedikasikan khusus untuk para orang tua yang hadir dan setia menyaksikan penampilan perdana buah hati mereka di depan panggung.

Menenangkan Diri

Di balik penampilan yang memukau itu, sebelumnya tersembunyi rasa gugup yang para personel band belia ini rasakan. Annisa Ezza Raissa, sang pemain keyboard, tak menampik perasaannya. “Agak deg-degan,” ujarnya jujur sebelum naik ke atas panggung.

Beruntung, Sayyidah Nuriyah, S.Psi, guru Bimbingan Konseling, hadir memberikan pendampingan. Ia menenangkan mereka dan membagikan tips agar bisa tampil lebih rileks.

Persiapan matang memang menjadi kunci penampilan apik mereka. Bahkan saat para peserta fun walk masih berjalan, ketujuh bocah ini kembali melakukan gladi bersih di bawah arahan Koordinator Olahraga, Seni, dan Teknologi, Mohammad Fathoni, S.Pd.

Di atas panggung, mereka tak hanya berlatih memainkan alat musik, namun juga memupuk keberanian untuk tampil di hadapan banyak orang. Terutama ketika memperkenalkan diri untuk pertama kalinya.

Gigih Berlatih

Muhammad Rizki, sang pelatih, tak bisa menyembunyikan rasa bangganya melihat perkembangan anak didiknya. Ia mengungkapkan bahwa keenam siswa kelas IV ini benar-benar memulai dari nol. “Saya tanyai satu-satu katanya baru pertama kali pegang alat. Jadi latihannya sejak sebelum puasa. Alhamdulillah sempat latihan 2 kali. Lalu libur ketika puasa dan berlanjut lagi usai Ramadan,” jelasnya dengan nada apresiasi.

Demi penampilan perdana yang maksimal, Rizki tak henti memotivasi anak didiknya untuk terus belajar chord di rumah. “Setelah mempelajari chord ya lumayan. Walau masih ada lupa-lupa kadang,” imbuhnya sambil sibuk menyiapkan peralatan musik di tepi panggung.

Bagi Annisa dan rekan-rekannya, setiap proses belajar adalah sebuah petualangan yang menyenangkan. “Biasanya di jam selain ekstrakurikuler juga latihan. Sejak siang sampai sore,” kenangnya.

Annisa antusias menyambut momen debut mereka di panggung megah milad ke-30 sekolah ramah anak ini. Penampilan perdana mereka membuktikan bahwa semangat dan kerja keras, bahkan dari anak-anak kelas IV, mampu menghadirkan kejutan yang tak terlupakan. (#)

Jurnalis Sayyidah Nuriyah Penyunting Mohammad Nurfatoni