
DDII Lumajang telah banyak berdakwah. Bupati berjanji akan memberikan satu mobil operasional supaya geraknya makin lincah, responsif, dan menyentuh persoalan-persoalan umat.
Tagar.co – Sebidang tanah sempit di Jalan Kapuas, Lumajang, menjadi saksi sebuah tonggak baru dakwah Islam di kota ini.
Di atasnya berdiri bangunan dua lantai. Luasnya hanya 5×6 meter. Tampak sederhana. Namun di balik itu terpancar harapan, semangat, dan cita-cita besar.
Itulah Kantor Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) Kabupaten Lumajang yang diresmikan oleh Bupati Ir. Indah Amperawati, M.Si, Selasa (15/7/2025).
Bupati Indah Amperawati dengan semangat menyampaikan harapan agar gerak dakwah di Lumajang semakin relevan dan aktif menjawab kebutuhan masyarakat.
“Saya senang kalau nanti Dewan Dakwah lebih banyak melakukan gerakan yang sesuai dengan kebutuhan umat,” ujarnya.
Ia berharap DDII tampil lincah, responsif, dan menyentuh persoalan-persoalan riil umat hari ini.
Ketua Dewan Dakwah Jawa Timur, Dr. Fathurrahman, M.Pd., hadir memberikan pandangannya. Dakwah, katanya, adalah tanggung jawab bersama, dan kegagalan mencetak kader adalah kegagalan kolektif.
“Kalau kita kekurangan kader dakwah, berarti itu kegagalan yang harus kita tanggung bersama,” ungkapnya lugas.
Ia mendorong kader DDII Lumajang tak berhenti di peresmian gedung. Ia mengusulkan pendirian Sekolah Tinggi Dakwah M. Natsir di Lumajang, sebagai jawaban atas krisis kader dakwah dan untuk memperkuat peran strategis Lumajang dalam jaringan dakwah nasional.
Kantor yang baru diresmikan itu dibangun selama satu tahun dengan biaya Rp127 juta. Seluruhnya hasil gotong royong umat. Bangunan dua lantai itu kini menjadi pusat administrasi, koordinasi, dan gerakan lapangan DDII Lumajang.
Ketua panitia pembangunan, Yosi Sudarso, menyampaikan rasa syukurnya. “Kami benar-benar bersyukur atas selesainya bangunan ini,” ucapnya.
Bagi Yosi dan timnya, ini bukan sekadar bangunan, tapi penanda bahwa dakwah di Lumajang tak akan lagi bergerak dalam diam.
Selama ini, DDII Lumajang memang tak asing di tengah masyarakat. Mereka aktif dalam dakwah spiritual, dakwah kesehatan seperti aksi membersihkan telinga warga hingga penyuluhan bahaya narkoba.
Ketua DDII Lumajang, Suharyo AP, menjelaskan pihaknya telah mengunjungi 32 SMP Negeri untuk mengedukasi pelajar tentang bahaya zat adiktif.
“Kami terpanggil untuk ikut membentengi anak-anak dari pengaruh narkoba,” tegas Suharyo. Terlebih, beberapa kecamatan di Lumajang sudah masuk dalam zona merah peredaran narkoba.
Sebagai bentuk dukungan, Bupati Indah berjanji akan memberikan satu mobil operasional untuk DDII, meskipun bukan kendaraan baru. Sebuah langkah kecil yang sangat berarti bagi gerak dakwah di daerah.
Dari markas kecil di Jalan Kapuas itu, kini berkibar semangat besar. Dakwah tak lagi hanya ceramah api aksi, pelayanan, dan perlindungan. Ukurannya memang kecil. Tapi semangat di dalamnya, insyaallah, sebesar kebutuhan umat. (#)
Jurnalis Kuswantoro Penyunting Sugeng Purwanto












