Feature

Campurejo Bertakbir: Idulfitri dalam Harmoni dan Kepedulian

21
×

Campurejo Bertakbir: Idulfitri dalam Harmoni dan Kepedulian

Sebarkan artikel ini
Rofiud Darojat ST, Ketua PRM Campurejo (Tagar.co/Nurkhan)

Ribuan warga Campurejo tumpah ruah di lapangan desa sejak fajar. Takbir berkumandang, hati bersatu dalam syukur dan doa. Idulfitri menjadi momen kebersamaan dan kepedulian yang nyata.

Tagar.co – Fajar baru saja menyingsing di ufuk timur ketika ribuan jamaah mulai memadati lapangan sepak bola Desa Campurejo, Kecamatan Panceng, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, Senin (31/3/2025). Mereka datang dari berbagai penjuru desa, berduyun-duyun dalam keheningan pagi yang khidmat, mengenakan pakaian terbaik—serba putih, bersih, dan wangi. Suasana seolah dipenuhi aura kesucian, mencerminkan hati yang telah ditempa sebulan penuh dalam gemblengan Ramadan.

Langkah kaki mereka beriringan membawa sajadah dan rasa syukur. Anak-anak kecil menggandeng tangan orang tua mereka, para lansia ada yang duduk di kursi roda, semua menyatu dalam irama takbir yang menggema di antara hembusan angin pagi. Wajah-wajah mereka menyiratkan ketundukan dan ketakwaan, menandai kemenangan ruhani setelah berpuasa.

Lapangan hijau Campurejo berubah menjadi samudra manusia. Barisan jemaah tersusun rapi di atas rumput yang masih basah oleh embun. Cahaya mentari perlahan menembus cakrawala, menambah hangat suasana. Di barisan terdepan, imam berdiri tegap dengan wibawa, siap memimpin salat Idulfitri yang sakral.

Lantunan takbir terdengar syahdu, membaur dengan suasana pagi yang damai. Jamaah larut dalam kekhusyukan. Tak ada sekat usia atau status. Semua hadir sebagai hamba yang ingin kembali kepada fitrah. Di tengah barisan, senyum dan pelukan mengalir, menjadi simbol kebersamaan dan persaudaraan yang lekat.

Sebelum salat dimulai, Ketua Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Campurejo, Rofi’ud Darojat, S.T., naik ke mimbar. Dengan penuh takzim, ia menyampaikan ucapan terima kasih atas partisipasi jamaah dalam berbagai kegiatan selama Ramadan. Ia juga mengajak masyarakat untuk menunaikan zakat fitrah melalui Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) yang ada di lingkungan ranting.

“Alhamdulillah, partisipasi masyarakat cukup baik. Kami berharap sinergi ini terus berlanjut agar manfaatnya semakin luas,” ujarnya.

Jemaah Idul Fitri 2025 di lapangan sepak bola Campurejo Panceng (Tagar.co/Nurkhan)

Dalam kesempatan itu, Rofi’ud juga melaporkan hasil pengumpulan zakat fitrah dan infak Ramadan dari berbagai AUM di Campurejo:

  • Masjid Al-Ikhlas: infak Rp21.458.000; zakat fitrah 604 kg, dibagikan kepada 170 orang.

  • TK Aisyiyah 02: infak Rp13.502.000; zakat fitrah 324 kg, untuk 108 orang.

  • TPA Al-Ikhlas: infak Rp15.207.000.

  • MI Muhammadiyah 2 Campurejo: infak Rp26.050.000; zakat fitrah 330 kg, untuk 120 orang.

  • SMP Muhammadiyah 13 Campurejo: infak Rp18.013.000; zakat fitrah 300 kg, untuk 121 orang.

Secara keseluruhan, zakat fitrah yang terkumpul mencapai 1.621 kg dan telah didistribusikan kepada 519 orang. Sementara itu, total infak Ramadan yang berhasil dikumpulkan adalah Rp94.230.000.

“Atas nama Pimpinan Ranting dan seluruh kepala AUM, kami mohon maaf apabila ada kesalahan yang disengaja maupun tidak,” tuturnya, menyampaikan permohonan maaf dengan tulus kepada jamaah.

Setelah sambutan, seluruh jamaah berdiri. Di hadapan mereka, Ustaz Nur Huda, M.Ag., melangkah dengan tenang. Anggota Komisi Ukhuwah MUI Jawa Timur sekaligus dosen STAI Lukmanul Hakim Hidayatullah Surabaya itu memimpin salat dengan suara takbir yang teduh dan penuh penghayatan.

“Allahu Akbar.”

Suara itu mengalun dalam kesenyapan yang sakral, membuka gerbang ibadah yang membawa seluruh jamaah ke dalam perenungan spiritual yang mendalam. Sujud demi sujud dilalui dalam hening, hanya ditemani desir angin dan doa yang lirih.

Ketika salam terakhir diucapkan, air mata haru menetes dari beberapa wajah. Jamaah saling bersalaman, berpelukan, dan memohon maaf. Anak-anak berlarian riang, menggenggam erat tangan kakek-nenek mereka, wajah mereka berbinar dalam kebahagiaan yang polos.

Hari itu, di bawah langit biru dan di atas hamparan rumput yang menjadi saksi, Idulfitri bukan sekadar perayaan. Ia menjadi titik temu antara iman dan kasih sayang, antara syukur dan silaturahmi. Sebuah momen yang merekatkan, menyucikan, dan menguatkan kembali jalinan persaudaraan di tengah masyarakat Campurejo. (#)

Jurnalis Nurkhan Penyunting Mohammad Nurfatoni