
Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Ponorogo, Maskun, menantang setiap sekolah di bawah binaannya untuk mencetak minimal dua prestasi setiap tahun melalui terobosan kreatif dan kolaborasi berkelanjutan.
Tagar.co — Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Ponorogo terus mendorong seluruh satuan pendidikan (satpen) di wilayah Ponorogo untuk berani berinovasi dan mengembangkan prestasi sekolah. Dorongan ini lahir dari keyakinan bahwa setiap sekolah memiliki potensi besar untuk tumbuh, berprestasi, dan memberi layanan pendidikan yang semakin bermutu.
Harapan tersebut disampaikan Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Ponorogo, Maskun, saat Rapat Persiapan Lomba Kompetensi Siswa (LKS) SMA/SMK/MA di Aula SMKN 1 Jenangan, Senin pagi (19/1/2026).
Baca juga: Menuju LKS 2026, Semua SMA/SMK/MA di Ponorogo Wajib Turun Gelanggang
“Setiap sekolah harus berani membuat terobosan-terobosan baru sebagai upaya meningkatkan pelayanan dan mutu pendidikan,” ujar Maskun.
Ia bahkan memiliki mimpi besar agar sekolah-sekolah di bawah binaan Cabdin Ponorogo mampu mencatatkan prestasi secara konsisten setiap tahun. Salah satu gagasan yang ia dorong adalah target minimal dua prestasi dalam setahun untuk setiap sekolah, baik prestasi siswa maupun guru.
“Inovasi Cabdin Ponorogo, dalam satu tahun minimal ada dua prestasi dari satu sekolah. Bisa dari siswa, bisa juga dari gurunya,” lanjutnya.
Menurut Maskun, prestasi lembaga pendidikan tidak lahir begitu saja, melainkan melalui proses kreatif dan keberanian mengambil langkah baru. Ia menekankan pentingnya terobosan yang terukur dan terdokumentasi dengan baik.
“Caranya dengan membuat terobosan baru yang nantinya mengatasnamakan cabdin. Cabdin akan memvalidasi data-data tersebut agar prestasi yang dicapai benar-benar akuntabel,” pesannya.
Lebih lanjut, Maskun menegaskan bahwa seluruh program yang dijalankan tidak lepas dari proses evaluasi. Dalam kurun satu tahun ke depan, setiap inovasi dan capaian akan ditinjau kembali untuk memastikan keberlanjutan dan efektivitasnya.
“Ini menjadi tugas kita bersama untuk menyukseskan program cabdin agar benar-benar terlaksana dan berdampak,” tegas pria asal Bojonegoro yang merupakan alumni Universitas Jember itu.
Dalam kesempatan tersebut, Maskun juga mengajak seluruh pemangku kepentingan pendidikan untuk memikirkan keberlangsungan proses pendidikan secara menyeluruh. Ia menekankan pentingnya solidaritas antarsekolah.
“Sekolah besar perlu ikut memikirkan keberlangsungan sekolah kecil. Pendidikan tidak bisa berjalan sendiri-sendiri,” harapnya.
Tak hanya soal prestasi, Maskun juga menyoroti pentingnya komunikasi dan koordinasi dalam menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan pendidikan. Ia menyampaikan pesan dari Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur terkait pentingnya menjaga kondusivitas wilayah Ponorogo.
“Beberapa waktu lalu, Bapak Kadisprov memanggil khusus terkait kondusivitas di Ponorogo. Beliau berpesan agar kita selalu kompak dan rukun. Cabdin adalah rumah kita, mari kita isi dengan kebaikan dan saling mendukung,” ungkapnya.
Ia pun menutup arahannya dengan ajakan untuk saling terbuka dan responsif. “Jika ada apa-apa, mohon segera dilaporkan. Demi satu tujuan menuju Ponorogo yang hebat,” ujarnya. (#)
Jurnalis Samsul Hidayat Penyunting Mohammad Nurfatoni











