
Mahasiswa Kelompok 27 KKN UM Surabaya menggelar sosialisasi bank sampah di Desa Nglinggo, Gondang, Kabupaten Nganjuk. Bukan tentang mengumpulkan botol plastik, melainkan ingin membangun pola pikir warga agar mereka peduli dengan lingkungan.
Tagar.co – Kelompok 27 Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah (UM) Surabaya menggelar sosialisasi bank sampah di Desa Nglinggo, Kecamatan Gondang, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Jum’at (15/8/2025).
Kegiatan ini bertujuan untuk mengedukasi warga. Harapannya mereka terbiasa memilah sampah sejak dari rumah dan memanfaatkannya menjadi barang bernilai jual. Puluhan warga hadir mengikuti penjelasan mulai dari konsep bank sampah, manfaat, hingga mekanisme penyetoran sampah.
Ketua Kelompok 27, Deni Muriawan, mengatakan bahwa bank sampah bukan hanya program sementara, tetapi upaya jangka panjang untuk membangun kesadaran lingkungan.
“Bank sampah ini bukan sekadar tentang mengumpulkan plastik atau botol bekas. Ini tentang membentuk pola pikir baru bahwa sampah itu punya nilai,” katanya.
“Kalau kita bisa memilah dengan benar, sampah yang tadinya mengotori lingkungan justru bisa menghasilkan uang. Harapannya, warga Desa Nglinggo bisa melihat sampah sebagai peluang, bukan masalah. Kami juga ingin program ini tetap berjalan meski kegiatan KKN selesai,” imbuh Deni.
Apresiasi dari Kepala Desa
Kepala Desa Nglinggo, Dian Raga Berbudiyanto, mengapresiasi inisiatif tersebut dan menegaskan dukungannya untuk keberlanjutan program. “Kami sangat senang dengan adanya kegiatan ini. Selama ini, masalah sampah memang menjadi tantangan di desa,” ucapnya.
Menurutnya, dengan adanya bank sampah, dia berharap warga bisa lebih peduli pada kebersihan lingkungan. Selain itu, hasil penjualan sampah dapat menjadi tambahan pemasukan bagi keluarga. “Kami akan mendukung penuh agar bank sampah ini terus berjalan, baik melalui regulasi desa maupun fasilitas yang dibutuhkan,” ujarnya.
Dia berharap, program bank sampah di Desa Nglinggo ini dapat menjadi gerakan bersama yang konsisten, melibatkan seluruh lapisan masyarakat, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.
Dengan semangat gotong royong, harapannya juga mampu mengurangi volume sampah yang dibuang sembarangan, menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan lestari. Lebih dari itu, bank sampah diharapkan menjadi inspirasi bagi desa-desa lain di Kabupaten Nganjuk untuk mengembangkan inovasi serupa. (#)
Jurnalis Aditya Fadel Penyunting Nely Izzatul












