Feature

Assembly Learning Sekolah Kreatif Baratajaya: Belajar Aturan lewat Drama dan Lagu

25
×

Assembly Learning Sekolah Kreatif Baratajaya: Belajar Aturan lewat Drama dan Lagu

Sebarkan artikel ini
Elly Rhadlifah Kepala Sekolah Kreatif Baratajaya membuka acara Assembly Learning kelas I, Jum’at (5/12/2025) (Tagar.co/Ahmad Mahmudi)

Para siswa kelas I Sekolah Kreatuf SD Muhammadiyah 16 Surabaya memukau dengan drama musikal bertema Aku Bisa Mematuhi Aturan—menampilkan kostum lucu dan adegan penuh keceriaan.

Tagar.co – Aula lantai 3 Sekolah Kreatif SD Muhammadiyah 16 Barata jaya Surabaya mendadak riuh oleh sorak dan tepuk tangan meriah para siswa kelas I, Jumat (5/12/2025). Mereka tampil dengan ekspresi lucu dan menggemaskan sesuai drama musikal yang akan dipentaskan.

Fahmi Muqoddas, S.Pd., salah satu guru kelas I, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan puncak pembelajaran semester I. “Assembly Learning kali ini mengusung tema ‘Aku Bisa Mematuhi Aturan’, sebagai puncak pembelajaran yang mengintegrasikan berbagai kurikulum, seperti Leader In Me, Sekolah Kreatif, Muhammadiyah, dan Merdeka dengan pendekatan deep learning,” jelas Fahmi saat ditemui jurnalis.

Baca juga: ‘Aku Kapten Diriku’: Integrasi Pembelajaran Kontekstual Kurikulum Leader in Me

Elly Rhodlifah, S.H., M.Pd., Kepala Sekolah Kreatif Baratajaya, menyambut hangat kegiatan tersebut. “Sesuai tema ‘Aku Bisa Mematuhi Aturan’, semoga kalian dapat bermain peran dengan baik,” ujarnya di hadapan siswa. Ia menambahkan harapannya agar anak-anak dapat mempraktikkan aturan yang dipelajari dalam kehidupan sehari-hari.

Baca Juga:  Tip Menjadi Sekolah Unggul Dikupas di Acara Ini
Aktor kelas 1 Lumba-lumba Assembly Learning kelas I Sekolah Kreatif Baratajaya, Jum’at (5/12/2025) (Tagar.co/Ahmad Mahmudi)

Acara dibuka tepat pukul 08.30 WIB oleh MC cilik perwakilan tiap kelas: Raditya Athalla (I Lumba-lumba), Azkiya Alnaira Gemasih (I Kutilang), Raizel Achalendra Zafri (I Kelinci), dan Fatimah Azzahra (I Lebah). Dengan penuh percaya diri, mereka menyapa teman-temannya dan memulai rangkaian drama musikal yang telah dipersiapkan bersama guru.

Setiap kelas menampilkan drama musikal berbeda, namun tetap selaras dengan tema besar: ketaatan terhadap aturan. Kostum warna-warni, dialog sederhana, dan adegan lucu membuat suasana pagi itu begitu hidup.

Andriyanti Dwi Utami, S.Pd., guru kelas I Lumba-lumba, menjelaskan penampilan pembuka. “Kelas I Lumba-lumba membawakan drama tentang aturan di rumah, seperti bangun pagi tepat waktu, belajar teratur, dan tidak bermain gadget terus-menerus,” ujarnya.

Penampilan kelas I Kutilang dalam acara Assembly Learning kelas I, Jum’at (5/12/2025) (Tagar.co/Ahmad Mahmudi)

Senada, Nur Faridah, S.Pd., wali kelas I Kutilang, menambahkan bahwa kelasnya melanjutkan dengan adegan tentang datang ke sekolah tepat waktu dan menjaga kebersihan lingkungan.

Kelas I Lebah menghadirkan drama bernilai religius mengenai adab makan sesuai tuntunan Nabi, lengkap dengan kostum koki yang menggemaskan.

Sementara kelas I Kelinci menutup pertunjukan dengan drama penuh keceriaan tentang aturan saat bermain, mulai dari bergiliran hingga menjaga teman.

Baca Juga:  Qiraah Massal Menggema di Sekolah Kreatif Baratajaya
Penampilan kelas I Lumba-lumba dalam acara Assembly Learning kelas I, Jum’at (5/12/2025) (Tagar.co/Ahmad Mahmudi)

Keempat pertunjukan itu tidak hanya menampilkan kreativitas siswa, tetapi juga menjadi media pembelajaran kontekstual yang nyata dan mudah dipahami.

Keceriaan anak-anak terlihat dari awal hingga akhir, ditutup dengan lagu ‘Aku Pasti Bisa’ dan Jingle Kreatif yang membuat aula lantai 3 pecah oleh suara riuh siswa.

Salah satu siswa, Azma Farzana Zahira dari kelas I Lebah, mengungkapkan kegembiraannya. “Aku senang sekali bermain drama ini. Dengan kostum koki, aku belajar menaati aturan di rumah,” ujarnya sambil tersenyum bangga.

Kegiatan seperti ini tidak hanya mengajarkan aturan, tetapi juga mengembangkan keberanian, kreativitas, dan kemampuan bekerja sama. Assembly Learning kembali membuktikan bahwa pembelajaran bisa dikemas menyenangkan sekaligus bermakna. (#)

Jurnalis Ahmad Mahmudi Penyunting Mohammad Nurfatoni