
Tawa riang anak-anak TK Aisyiyah 41 Menganti menggema saat mereka asyik bermain memindahkan stik es krim. Permainan seru ini tak hanya menyenangkan, tetapi juga mengasah motorik halus dan ketekunan mereka.
Tagar.co – Tawa ceria anak-anak kelas A Strawberry di TK Aisyiyah 41 Menganti, Gresik, Jawa Timur, menggema pada Kamis (13/2/2025). Mereka tengah asyik mengikuti permainan sederhana namun penuh manfaat: memindahkan stik es krim ke dalam mangkuk. Permainan ini tidak sekadar menyenangkan, tetapi juga bertujuan mengasah kemampuan motorik halus anak-anak, melatih koordinasi tangan dan mata, serta menumbuhkan sikap pantang menyerah.
Dian Kurniawati, S.Pd, guru kelas A Strawberry, selalu memiliki ide kreatif dalam mengemas pembelajaran menjadi aktivitas yang menarik. Pagi itu, setelah sesi murajaah, ia mengajak anak-anak untuk memainkan permainan ini. Dengan penuh semangat, ia menyiapkan tiga meja lipat, masing-masing dilengkapi dengan enam pasang tutup botol air mineral, enam stik es krim, dan mangkuk kecil.
Baca juga: Sains di Balik Niat: Kasus Orang yang Membaca Al-Quran Terbata-bata dan Pintu Masuk Puasa Ramadan
Ketika melihat perlengkapan permainan disusun, anak-anak langsung antusias dan ingin segera mencoba. Namun, mereka harus menunggu instruksi terlebih dahulu. “Sabar dulu ya, Bu Guru akan menjelaskan cara bermainnya,” ujar Dini—sapaan akrab Dian Kurniawati. Dengan penuh perhatian, anak-anak menyimak penjelasan gurunya.
“Nanti kalian harus memindahkan stik es krim menggunakan stik yang sudah disediakan. Satu per satu dengan tangan kanan. Jika terjatuh, kalian harus mengulang sampai berhasil,” jelasnya.
“Sudah siap bermain?” tanyanya, yang langsung dijawab serempak oleh anak-anak, “Siap!”

Sebagai bentuk apresiasi terhadap kedisiplinan, Dini memberikan kesempatan bermain pertama kepada tiga anak yang datang lebih awal ke sekolah. “Siapa hari ini yang datang pertama, kedua, dan ketiga?” tanyanya. Spontan, anak-anak menyebutkan nama-nama temannya. Aretha menjadi peserta pertama, disusul Shakira dan Dinara.
“Satu, dua, tiga…” Pada hitungan ketiga, mereka mulai berlomba memindahkan stik es krim satu per satu. Suara tawa dan sorak sorai memenuhi ruangan. Shakira sempat beberapa kali gagal, namun berkat dukungan guru dan teman-temannya, ia terus berusaha hingga akhirnya berhasil.
Setelah ketiga anak pertama menyelesaikan tantangan, giliran anak-anak lainnya untuk mencoba permainan dengan urutan sesuai kehadiran mereka pagi itu. Semuanya bersemangat untuk bermain sambil belajar.
Selain melatih motorik halus, permainan ini juga menanamkan nilai-nilai penting dalam kehidupan, seperti kesabaran, ketekunan, dan semangat pantang menyerah. Anak-anak belajar bahwa meskipun mengalami kegagalan, mereka harus terus mencoba hingga berhasil. Hari itu, mereka tidak hanya bermain, tetapi juga mengasah keterampilan hidup yang berharga. (#)
Jurnalis Nadhirotul Mawaddah Penyunting Mohammad Nurfatoni












