Feature

Aku Ada karena Aku Bermakna: Pesan Filosofis Din Syamsuddin untuk Sarjana Baru Darunnajah

23
×

Aku Ada karena Aku Bermakna: Pesan Filosofis Din Syamsuddin untuk Sarjana Baru Darunnajah

Sebarkan artikel ini
Prof. Dr. M. Din Syamsuddin menyampaikan pidato di Wisuda Ke-26 Universitas Darunnajah6 dengan pesan filosofis Significo Ergo Sum—aku ada karena aku bermakna, Sabtu (27/9/25) (Foto darunnajah.com)

Din Syamsuddin mengajak para lulusan Universitas Darunnajah untuk terus belajar, melanjutkan studi, dan mengabdi agar hidup mereka benar-benar memberi manfaat: Significo Ergo Sum.

Tagar.co – Suasana Aula Serbaguna Universitas Darunnajah terasa khidmat saat 166 sarjana baru resmi dikukuhkan. Wisuda ke-26 ini menjadi lebih istimewa karena menghadirkan dua tokoh nasional: Anggota Dewan Penyantun Universitas Darunnajah Prof. Dr. M. Din Syamsuddin dan Ketua MPR RI H. Ahmad Muzani.

Dengan balutan jas biru bermotif kotak halus, dasi merah marun, dan peci hitam, Din Syamsuddin tampil berwibawa di balik podium. Wajahnya memancarkan semangat dan ketegasan, seolah menegaskan bahwa setiap kalimat yang diucapkan lahir dari perenungan panjang sekaligus ketulusan hati.

Dalam sambutannya, Din Syamsuddin menghadirkan pemikiran filosofis yang menyentuh. “Jika filsuf Barat Descartes terkenal dengan ucapannya Cogito Ergo Sum—aku ada karena aku berpikir—maka ingin saya mengatakan Significo Ergo Sum, aku ada karena aku bermakna,” tandasnya.

Makna Kehidupan Seorang Sarjana

Guru Besar Politik Islam Global FISIP UIN Jakarta itu menjelaskan bahwa keberadaan manusia dalam kehidupan bukan sekadar untuk berada—menjalani hidup dari lahir hingga mati. Manusia, katanya, harus berada untuk mengada.

“Kata terakhir mengandung arti manusia haruslah berkiprah dalam kehidupannya, dan kiprah itu hendaklah bermakna yakni memberi arti dan manfaat bagi sesama manusia,” ujarnya.

Baca Juga:  Di Beijing, Din Syamsuddin: Titik Temu Islam–Konghucu Buka Jalan Peradaban Dunia Baru

Karena itu, ia menekankan agar para sarjana Universitas Darunnajah terus belajar tanpa henti. Din Syamsuddin bahkan mendorong mereka melanjutkan pendidikan ke jenjang S2 maupun S3, agar mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Para wisudawan Universitas Darunnajah bersama pimpinan kampus dan tamu kehormatan berfoto bersama dalam Wisuda ke-26, Sabtu (27/9/2025). (Foto darunnajah.com)

Apresiasi untuk Universitas Darunnajah

Di tengah pidatonya, Din Syamsuddin juga menyampaikan apresiasi kepada pimpinan Universitas Darunnajah—dari presiden, rektor, hingga jajaran pimpinan—atas prestasi yang telah diraih.

Ia menilai, meski masih berusia muda, Universitas Darunnajah telah mencatat capaian membanggakan. Selain menjalin kerja sama dengan berbagai universitas di dalam dan luar negeri, kampus ini juga berhasil menjadi anggota Asosiasi Universitas-Universitas Islam Sedunia.

Orasi Ilmiah Ketua MPR-RI

Sementara itu, Ketua MPR-RI H. Ahmad Muzani yang hadir memberikan orasi ilmiah menekankan pentingnya keseimbangan antara ilmu pengetahuan dan akhlak mulia. Menurutnya, bangsa Indonesia dan umat Islam membutuhkan sumber daya insani yang tidak hanya berilmu, tetapi juga berakhlak.

“Maka, apa yang sudah dilakukan Universitas Darunnajah, yaitu membina mahasiswa dan sarjana yang berilmu sekaligus berakhlak mulia, adalah pilihan tepat yang perlu terus dikembangkan di masa depan,” tegas Ahmad Muzani.

Baca Juga:  Bumi kian “Mendidih”, Din Syamsuddin Ajak Umat Islam Perlakukan Alam sebagai Subjek

Wisuda Universitas Darunnajah kali ini bukan sekadar seremoni akademik, tetapi juga menjadi ruang refleksi bagi para lulusan: bahwa ilmu, akhlak, dan kebermaknaan adalah fondasi untuk menapaki jalan pengabdian. (#)

Penyunting Mohammad Nurfatoni