
Digelar di Icon Mall Gresik, Exprezzone menjadi ajang ekspresi siswa melalui pameran ekstrakurikuler, pertunjukan, hingga workshop desain karakter berbasis digital.
Tagar.co — Riuh tepuk tangan dan antusiasme siswa menggema di Atrium Icon Mall Gresik, Jumat (1/5/2026) siang. Ruang publik yang biasanya dipenuhi lalu lalang pengunjung itu berubah menjadi panggung ekspresi—dipenuhi deretan karya, stan kreatif, serta semangat muda dalam satu perhelatan bertajuk Exprezzone.
Karnaval ekspresi, minat, dan teknologi yang digagas SMA Muhammadiyah 1 (Smamsatu) Gresik ini resmi dibuka pukul 13.30 WIB.
Pembukaan ditandai oleh Sekretaris Majelis Dikdasmen dan PNF PDM Gresik Nurul Wafiyah, M.Pd., bersama Kepala Smamsatu Gresik, Nurul Ilmiyah, S.Pd., sebagai simbol dimulainya rangkaian kegiatan.

Ketua pelaksana, Dewi Musdalifah, menjelaskan bahwa Exprezzone digelar selama empat hari, yakni 1–2 Mei dan 9–10 Mei 2026. Dua hari pertama dikemas dalam konsep Extra Carnival yang menghadirkan wajah ekstrakurikuler Smamsatu secara lebih dekat dan interaktif.
Pengunjung dapat menjumpai beragam stan, mulai dari basket, futsal, bulu tangkis, robotik, fotografi, hingga komunitas seni rupa Power Art.
Sementara itu, ekstrakurikuler lain seperti Pasbrama, bahasa Jepang, seni tari, Tapak suci, musik, paduan suara, dan teater tampil langsung melalui berbagai pertunjukan yang memikat perhatian.
“Yang tidak dapat ditampilkan dalam bentuk pertunjukan, kami hadirkan dalam bentuk stan pameran agar tetap bisa dinikmati,” ujar Dewi.

Tidak hanya pameran, Exprezzone juga menghadirkan ruang belajar. Hari pertama diisi dengan workshop desain karakter yang dipandu komunitas Power Art, melibatkan 90 siswa SMP se-Kabupaten Gresik. Momentum ini dipilih beriringan dengan ajang FLS3N, sehingga diharapkan dapat menjadi bekal awal bagi para peserta.
“Kami tidak hanya ingin menampilkan karya siswa Smamsatu, tetapi juga memberi manfaat. Harapannya, adik-adik pulang dari sini membawa ide baru dan keberanian untuk mulai berkarya. Itu sudah cukup,” ungkapnya.
Semangat berbagi tersebut berlanjut pada hari kedua melalui workshop ilustrasi bagi siswa SD se-Kabupaten Gresik.

Kepala Smamsatu Gresik, Nurul Ilmiyah, S.Pd., menegaskan bahwa Exprezzone mencerminkan arah pendidikan yang tidak hanya berfokus pada akademik, tetapi juga penguatan kemampuan nonakademik siswa.
“Di era sekarang, soft skill seperti kreativitas, komunikasi, dan keberanian berekspresi sangat penting. Smamsatu berusaha mewadahi itu,” tuturnya.
Ia juga mengajak siswa SMP yang hadir untuk melanjutkan pendidikan di Smamsatu. “Bagi yang memiliki minat di bidang seni dan hadir pada workshop kali ini, kami memiliki Power Art sebagai ruang untuk tumbuh dan berkembang,” tambahnya.

Sementara itu, Nurul Wafiyah, M.Pd., mengaku bangga atas inisiatif Smamsatu yang menghadirkan kegiatan berdampak luas, tidak hanya bagi siswa internal, tetapi juga bagi sekolah-sekolah di sekitarnya.
Menurutnya, pendidikan saat ini perlu memberi ruang pada keterampilan seperti berpikir kritis, kreativitas, kemampuan digital, dan public speaking—hal yang telah diwadahi oleh Smamsatu Gresik bagi seluruh siswanya.
“Jadi, jangan ragu untuk bergabung dengan Smamsatu Gresik. Saya ucapkan selamat belajar bagi kalian semua dalam workshop hari ini, semoga mendapatkan ilmu dan pengalaman seperti yang diharapkan,” tuturnya.
Selama dua jam, workshop desain karakter berbasis digital berlangsung penuh antusiasme. Dengan pendampingan langsung dari anggota komunitas Power Art, para peserta menuangkan ide demi ide hingga terpilih lima karya original character terbaik sebagai penutup hari pertama.
Lebih dari sekadar ajang unjuk karya, Exprezzone menjadi ruang pertemuan antara ide, keberanian, dan masa depan—tempat di mana siswa tidak hanya belajar untuk tampil, tetapi juga berani untuk memulai. (#)
Jurnalis Terry Angria Putri Perdana Penyunting Mohammad Nurfatoni












