Feature

Mendikdasmen: Pendidikan Harus Memuliakan Manusia, Guru Jadi Pilar Utama

113
×

Mendikdasmen: Pendidikan Harus Memuliakan Manusia, Guru Jadi Pilar Utama

Sebarkan artikel ini
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti (tengah), didampingi pejabat daerah, berinteraksi dalam suasana ramah tamah pada peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di Banyuwangi, Jawa Timur, Sabtu (2/5). Dalam kesempatan tersebut, Mendikdasmen menyampaikan apresiasi kepada para guru atas dedikasi mereka dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.

Abdul Mu’ti menegaskan makna pendidikan sebagai proses yang tulus dan penuh kasih, sekaligus menyampaikan apresiasi kepada guru sebagai fondasi kemajuan bangsa.

Tagar.co – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menyampaikan apresiasi kepada para guru di seluruh Indonesia atas dedikasi mereka dalam mencerdaskan kehidupan bangsa, bertepatan dengan peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026.

“Pemerintah menyampaikan terima kasih kepada Bapak dan Ibu guru serta para pendidik yang telah berdedikasi dan mendarmabaktikan ilmunya untuk mencerdaskan kehidupan bangsa,” tuturnya saat memimpin upacara Hardiknas di Banyuwangi, Jawa Timur, Sabtu (2/5/26)

Baca juga: Hardiknas 2026: Abdul Mu’ti Tegaskan Pendidikan untuk Mencerdaskan dan Membentuk Karakter Bangsa.

Dalam amanatnya, Mendikdasmen menegaskan bahwa Hardiknas menjadi momentum refleksi untuk meneguhkan kembali semangat pendidikan nasional yang berorientasi pada nilai kemanusiaan.

“Pada hakikatnya pendidikan adalah proses yang dilaksanakan secara tulus, penuh kasih sayang untuk memanusiakan manusia. Pendidikan adalah proses menemukan dan menumbuhkembangkan fitrah, kodrat alamiah manusia, atau potensi sebagai makhluk Tuhan yang mulia. Inti proses pendidikan adalah memuliakan,” ucapnya.

Baca Juga:  Terbang ke Makassar, SD Almadany Jemput Undangan Istimewa Kemendikdasmen

Ia juga menekankan bahwa nilai tersebut sejalan dengan pemikiran Ki Hajar Dewantara melalui sistem among—asah, asih, asuh—yang menempatkan pendidikan tidak hanya pada capaian akademik, tetapi juga pembentukan karakter dan kemanusiaan.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti bersama jajaran pejabat dan peserta didik berfoto bersama usai upacara Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di Banyuwangi, Jawa Timur, Sabtu (2/5). Peringatan Hardiknas tahun ini menjadi momentum untuk meneguhkan kembali semangat pendidikan yang memanusiakan.

Suara Guru

Semangat Hardiknas turut dirasakan para pelaku pendidikan di daerah. Guru SMP Negeri 1 Banyuwangi, Agus Harianto, menilai peringatan ini sebagai pengingat untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran, termasuk dengan mendorong penerapan koding agar siswa tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga kreator.

Guru PAUD KB Al Khotijah Banyuwangi, Wiwik Handayani, juga melihat Hardiknas sebagai momentum untuk terus berinovasi sekaligus menjaga semangat berbagi ilmu kepada generasi muda.

“Untuk dunia pendidikan, harapan ke depannya semakin banyak inovasi sehingga para pendidik dan anak-anak generasi bangsa bersemangat dalam menempuh pendidikan. Semangat untuk teman-teman guru semuanya, kita sebagai pendidik membagikan ilmu kepada anak-anak kita,” ujarnya.

Sementara itu, siswa MAN 1 Banyuwangi, Muhammad Ravi Adiatma Nur Dafiq, berharap akses pendidikan di Indonesia semakin merata hingga ke pelosok.

Baca Juga:  Revitalisasi 1.390 Sekolah di Jatim, Terbesar secara Nasional

“Harapan saya, semoga akses pendidikan di Indonesia bisa merata hingga ke pelosok, sehingga seluruh anak dapat merasakan pendidikan yang setara,” tuturnya.

Peringatan Hardiknas 2026 menjadi pengingat bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari hasil, tetapi dari proses yang membangun manusia secara utuh, dengan guru sebagai fondasi utamanya. (#)

Penyunting Mohammad Nurfatoni